Home » Surabaya » Anak SMP Jadi Germo, Jual 15 ABG ke Hidung Belang

Anak SMP Jadi Germo, Jual 15 ABG ke Hidung Belang

Anak SMP Jadi Germo, Jual 4 ABG ke Hidung Belang. Usianya baru 15 tahun, wajahnya pun terlihat polos. Tapi siapa sangka jika siswi kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya ini seorang germo. Sebut saja namanya NA. Sama seperti ratu mucikari online, Keyko alias Yunita, yang ditangkap September 2012 lalu.

NA menawarkan gadis-gadisnya yang juga masih SMP melalui BlackBerry Messenger (BBM). Namun apes. Baru beroperasi enam bulan, ia tertangkap. Diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (9/6), NA lebih banyak menundukkan wajahnya. Dagunya menempel di dada. Rambutnya yang sebahu menutupi hampir seluruh bagian wajahnya. Sesekali ia berdiri, lalu membelakangi wartawan yang berusaha mengorek keterangannya.

Tiga gadis yang menjadi anak buah NA juga turut diperiksa polisi. Usianya pun tak jauh dari NA. Sebut saja DA dan BL, pelajar kelas 2 SMP, lalu NR yang duduk di kelas 1 SMA. Namun, mereka hanya korban trafficking yang dilakukan NA dan diperiksa sebagai saksi korban. Sedang NA telah ditetapkan sebagai tersangka.

Gadis-gadis yang menjadi anak buah NA tak hanya tiga gadis itu. NA memiliki sekitar 10 hingga 15 gadis-gadis yang mayoritas masih pelajar SMP. Inilah yang membedakannya dengan Keyko, yang memiliki koleksi anak buah lebih variatif, mulai mahasiswi, SPG hingga karyawati.

Namun, NA layak disebut ‘Keyko Kecil’. Sebab, modus yang digunakan mirip, yakni menawarkan gadis-gadisnya ke pria hidung belang melalui BBM. “Saya memulainya sejak enam bulan lalu. Saya pikir enak sekali jadi mami (mucikari) cuma sekedar menghubungkan tamu dengan anak-anak, bisa dapat uang,” ucap NA menceritakan pekerjaannya itu.

NA juga mengaku dirinya dulu pernah menjadi pekerja seks komersial (PSK) anak. Kemudian dia berhenti dan menjadi mucikari atau germo. Teman-temannya sesama SMP dikumpulkan dan masuk dalam jaringan prostitusinya. Kepada pria hidung belang, NA memberikan tarif Rp 750 ribu sampai Rp 1 juta, jika ingin berkencan dengan gadis-gadinya.

NA mengambil keuntungan antara Rp 250 ribu-Rp 500 ribu. Sedang sisanya diberikan ke gadis yang melayani. “Saya nggak pernah memaksa. Dia itu kan teman-teman saya. Jadi saya tahu mereka bisa “dipakai” atau nggak. Kalau mau, ya saya yang jadi “maminya”. Yang nyariin mereka tamu,” tutur NA dengan entengnya.

Hanya saja, tidak mudah untuk menjalin komunikasi dengan NA. Pelanggan yang hendak memesan, harus meng-add PIN Blackberry milik NA. Ini dikarenakan NA tidak mau melakukan komunikasi melalui telepon. Tidak sampai di situ, NA tampaknya tidak sembarangan menerima order dari pelanggan. Setelah berkomunikasi melalui BBM, NA meminta bertemu dengan calon pelanggannya itu. Tempatnya kebayakan di mall.

“Dia (NA) minta ketemuan di mall, untuk melihat langsung pelangganya. Dia tidak mau langsung menerima,” kata Kasubnit Vice Control Jatanum Polrestabes Surabaya, Iptu Teguh Setiawan. Pertemuan pertama, NA hanya berbincang-bincang sambil makan atau nonton.

Setelah itu, NA meminta ketemuan lagi untuk meminta ditemani berbelanja di mall. Baru di pertemuan ketiga, jika NA rasa pelanggannya sudah memenuhi kriteria, NA baru berani membuka transaksi. Biasanya NA, melakukan transaksi di hotel short time. Menariknya, NA faham betul hotel yang jadi langganan grebekan dan tidak. Salah satu tempat yang dianjurkannya adalah Hotel Fortuna, Jalan Darmo Kali Surabaya.

Sabtu (8/6) lalu, NA mengantarkan gadisnya ke Hotel Fortuna atas pesanan pria berinisial EF, pria asal Mojokerto yang bekerja di Surabaya. Tanpa sepengatahuan NA, transaksi penjualan gadis di bawah umur ini telah tercium polisi. Begitu mengantarkan anak buahnya itu kamar hotel, NA langsung disergap. Kejadiannya sekitar pukul 17.00 Wib.

Polisi juga mengamankan 3 siswi yang menjadi korban. Saat digrebek, salah seorang korban sedang dalam tidak berbusana. “Ada seorang pria yang diamankan. Dia yang memboking. Tapi karena saat digerebeg, si pria belum melakukan apa-apa. Tetapi tetap kita periksa. Kalau ada bukti-bukti yang kuat, kita akan jerat dengan pasal pencabulan.” ujar Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti.

Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 3 juta, satu unit handphone Blackberry type Gemini warna putih dengan nomor pin 2A2A3959, satu unit handphone merk SPC warna hitam, satu unit lembar bill hotel tanggal 8 Juni 2013.

Sedang NA dijerat pasal 83 dan/atau 88 UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau pasal 2 Jo 17 UU RI No.27 tahun 2007 tentang PTPPO (Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang). Meski begitu, NA cukup beruntung, karena tak ditahan. Ia hanya dikenakan wajib lapor.

“Kemungkinannya kami akan kembalikan mereka ke rumah dulu, tapi kita masih periksa lebih intensif lagi. Mereka hanya dikenakan wajib lapor, nanti kalau ditahan malah ganggu sekolahnya, kasihan,” terang Suparti.

Anak SMP Jadi Germo : “Enakan Sama Bapak-bapak….”

Ini bukti pergaulan bebas di kalangan remaja Surabaya. Baik NA (15 tahun) maupun anak buahnya, mengaku tidak perawan sebelum terjun ke dunia prostitusi anak. Padahal, mereka masih berstatus pelajar SMP. Lalu, apa yang mereka cari? Uang atau hanya senang-senang? NA mengaku tidak memaksa teman-temannya untuk melayani pelangganya.

Dia hanya mengajak pada teman-temannya yang mau. “Saya mengajak yang mau saja, kalau tidak mau ya tidak apa-apa,” cetus NA saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (9/6). Anak buah NA merupakan teman-teman sekolah, atau teman-temannya yang biasa nongkrong di mall. Mayoritas anak buah NA pernah melakukan hubungan seks dengan teman-temannya, sehingga mereka mau-mau saja ketika diajak NA untuk menamani pria hidung belang.

NA juga mengakui mengambil keutuntungan dari bisnis seks ini. Jika kesepakatan dengan pelanggan Rp 750 ribu, ia mengambil 250 ribu. Sisanya untuk rekannya yang dibooking. Dari hasil bisnis haramnya itu, NA mengaku hanya untuk senang-senang. “Uangnya untuk nge-mall saja, jajan, atau nonton,” aku NA dengan santai.

DR, salah seorang anak buah NA, mengamini pengakuan “mami”-nya itu. Siswi kelas 12 SMP ini mengaku sebelumnya sudah melakukan hubungan seks dengan pacaranya, namun sekarang sudah putus. Jadi ketika diajak oleh NA, DR mau saja. Apalagi dengan adanya janji NA yang akan memberinya uang. “Kadang-kadang bapak-bapak, ada juga yang masih mas-mas,” kata DR polos.

DR sendiri sudah tiga kali diajak oleh NA. Bahkan pernah DR mendapat Rp 3 juta, saat menemani pria hidung belang. “Awalnya sih hanya diajak-ajak saja. Enakan sama-sama bapak-bapak duitnya banyak,” akunya. Di mata polisi, NA cukup profesional. Sama seperti Keyko, NA, menawarkan gadis-gadisnya melalui BlackBerry Messenger (BBM). “Kalau dilihat, NA ini cukup profesional, cara kerjanya seperti Keyko, tapi untuk gadis-gadis pelajar,” tutur Kanit VC Polrestabes Surabaya, Iptu Teguh Setiawan.

Menurut Teguh, NA sebelumnya merupakan anak yang memiliki latar belakang seperti anak buahnya. “Dulu NA, pernah dijadikan seperti ini oleh seseorang, saat ini kami masih memburunya,” jelas Teguh. Dari situ, akhirnya NA mendapat pengalaman di dunia prostitusi. NA pun punya inisiatif mencari pelanggan sendiri. NA bertindak sebagai mami atau germonya. Sedang anak buahnya dari teman-temannya di SMP atau teman bermain di mall.

Anak SMP Jadi Germo: Dikendalikan Pihak Lain

Terbongkarnya praktik prostitusi yang dikelola pelajar SMP, mengagetkan banyak pihak. Tak terkecuali Komnas Perlindungan Anak (KPA). Lembaga ini meyakini ada keterlibatan pihak lain atau orang dewasa, meski yang tertangkap masih di bawah umur. Ia pun meminta agar Kepolisian membongkar di balik jaringan prostitusi siswi-siswi SMP tersebut.

“Kami yakin sekali ada orang dewasa yang menjadi master mind kasus ini. Saya harap polisi mampu mengungkapnya sampai tuntas. Jangan hanya berhenti pada mucikarinya yang masih SMP,” kata Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, kemarin. Berdasar pantauan KPA, saat ini ada pergeseran pelaku yang menjadi mucikari atau germo. Jika dulu orang dewasa, kini bergeser ke anak-anak. Sebab, orang dewasa meyakini jika pelakunya anak-anak, mereka akan lolos dihukum atau dijerat pidana karena masih berstatus di bawah umur.

“Ini bentuk siasat untuk menghindari jeratan hukum. Jadi yang “tampil” adalah anak-anak, tetapi dikendalikan orang dewasa,” tandas Aris. Dalam catatan KPA, selama tahun 2013 sudah ada 17 kasus anak-anak yang menjadi mucikari. Sebelum di Surabaya, kasus serupa terjadi di Banyumas, Purwokerto. Seorang anak berusia 15 tahun menjual anak-anak berusia 13 dan 14 tahun. (SBYpg)

Kata Pencarian:

harga cewek abg (22),germo anak smp (18),abg surabaya (13),booking psk (13),anak smp jadi germo (11),wajah mucikari smp (11),cara booking psk (8),germo ABG (8),cara boking psk (8),cewek abg surabaya (6),booking abg surabaya (6),germo cilik surabaya (5),germo smp (5),abg jadi germo (5),anak smp 4 (5),cewek smp jadi germo (5),boking abg surabaya (5),anak smp germo (4),mucikari cilik (4),mucikari anak smp (4),booking abg (4),smp jadi germo (3),cara boking abg (3),anak smp jadi mami (3),boking psk (3),anak smp jadi mucikari (3),SISWI SMP JD GERMO DI SBY (3),cara memboking psk (3),germo cilik (3),harga cewek abg terbaru (3),penjualan anak smp surabaya (3),booking psk gresik (3),mucikari gresik (3),wajah mucikari smp jatim (3),abg smp (3),cara membooking PSK (3),mucikari cilik surabaya (3),gadis smp surabaya (3),harga abg (3),anak abg surabaya jadi psk (3),Booking PSK ABG (3),germo smp jatim (3),psk abg (2),berita mucikari cilik surabaya (2),penjualan abg surabaya (2),berita jual 15 cewek smp (2),berita anak smp di surabaya menjadi mucikari (2),foto wajah mucikari SMP (2),berita anak smp surabaya jadi psk (2),prostitusi abg surabaya (2),PSK ABG SMP (2),beritaplajarsmpjdigermo (2),CARA GERMO SMP JARING ABG (2),cara booking abg (2),cara boking psk online (2),cewek abg jawa timur (2),booking psk online (2),no cewek abg anak smp 2013 bulan 6 (2),nomor cewek abg anak smp 2013 bulan 6 (2),mucikari pelajar smp (2),boking abg gresik (2),cewekabg (2),cara me booking psk (2),jual cewek abg surabaya (2),psk smp surabaya (2),anak smp menjadi mucikari (2),wajah mucikari anak smp (2),germo abg di surabaya (2),jual abg surabaya (2),pucikari anak perempuan usia smp (2),wajah mucikari abg (2),germo abg surabaya (2),germo anak smp surabaya (2),anak 15 tahun jadi mucikari (2),germosmp (2),cara booking psk online (2),sma jadi germo (2),boking psk abg (2),psk smp gresik (2),anak smp surabaya (2),psk cilik surabaya (2),harga anak abg (2),abg jagi germo (2),jual anak smp (2),abg smp jadi psk (2),abg smp jual tekan ke hidung brlang (2),mucikari cewek anak SMP di Surabaya (1),mucikari cilik purwokerto (1),harga cewx abg (1),harga cwe abg (1),harga cewek sekolah di surabaya (1),harga cewek di jawa timur (1),harga cwek surabaya (1),harga cewek smp (1),Mucikari anak kecil (1),MUCIKARI KECIL (1),Harga cewek smp jatim (1),harga cewek surabaya 2013 (1),mucikari anak smp yang menjual teman nya sendiri surabaya (1),harga cewek:surabaya (1)
logo pintu Anak SMP Jadi Germo, Jual 15 ABG ke Hidung Belang

Suarakan Pendapatmu

comments

About Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top