Home » Teknik Budidaya » Budidaya Pertanian » Cara Tanam Cabai Paprika, Prospektif Seiring Boomingnya Kuliner
Master tukang, tutorial pertukangan

Cara Tanam Cabai Paprika, Prospektif Seiring Boomingnya Kuliner

Budidaya Cabai Paprika, Prospektif Seiring Boomingnya Kuliner. Cabai paprika banyak digunakan dalam beragam kuliner, selain memberi citarasa yang khas, paprika yang berwarna-warni juga menjadi toping menarik buat masakan. tak heran kebutuhan cabai paprika terus meningkat dan harganya relatif stabil sehingga sangat prospektif untuk dikembangkan.

Paprika (Capsicum annuum) adalah sejenis cabai yang baru dikenal dan diusahakan di Indonesia. Buahnya besar dan gendut seperti buah kesemek, rasanya tidak pedas tetapi sedikit manis. Benihnya banyak didatangkan dari luar negeri, antara lain Jepang dan Taiwan.

Di daerah tropis seperti Indonesia, paprika hanya dapat tumbuh dengan baik pada dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.500 m dpl. Suhu yang diperlukan berkisar antara 18-23,5°C.

Baca:  Cara Menanam dan Budidaya Kubis Bunga Secara Lengkap

Tanah yang baik untuk pertumbuhannya adalah tanah subur dengan kelembapan cukup dan pH 5,5-7.

 

Budidaya Cabai Paprika: Persemaian

Seperti halnya cabai lain, paprika juga dikembangbiakkan dengan biji. Biji-biji itu harus disemaikan terlebih dahulu pada kotak atau bedengan persemaian sebelum ditanam di lapang. Umur benih di persemaian antara 14-21 hari.

Pengolahan tanah dan penanaman Tanah yang akan digunakan dicangkul atau dibajak, kemudian digemburkan. Tanah itu dibuat bedengan selebar 90 cm, tinggi 20-30 cm, dan jarak antar bedengan 35 cm.

Berikanlah pupuk dasar pada setiap lubang tanam. Penanaman dapat dilakukan setelah bedengan siap ditanami. Jarak tanam yang digunakan
ada bermacam-macam, tergantung jenisnya. Umumnya orang menggunakan jarak tanam 50 x 50 cm.

Baca:  Cara Praktis Produksi Kopi Luwak dengan Luwak Tangkaran

Pemeliharaan Pemeliharaan dilakukan sama seperti pemeliharaan pada cabai besar lainnya. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah kelembaban tanahnya harus dijaga.

Untuk mengurangi penguapan dari dalam tanah, tanah perlu ditutupi mulsa. Cara lain yang biasa dilakukan petani di Lembang adalah tanah ditutupi
plastik.

Pada umur sekitar 18 minggu sejak penyemaian hingga penanaman, paprika sudah dapat dipanen. Namun, tidak menutup kemungkinan umur panen lebih singkat jika yang diusahakan adalah jenis yang berumur genjah.

 

Cabai Parika, Beda Warna Beda Rasa

Bila dijabarkan, paprika hijau memiliki rasa getir bahkan pahit dan memiliki nutrisi paling sedikit. Paprika kuning dan dan oranye memiliki rasa sedikit manis dengan kandungan vitamin lebih banyak dari paprika hijau. Sedangkan paprika merah menyajikan rasa manis terbaik dan mengandung cukup banyak vitamin karena melalui proses pematangan yang sempurna.

Baca:  Budidaya Cabai Merah dan Potensi Usahanya

Hal ini juga yang membuat perbedaan saat memasak dengan paprika, jadi pastikan untuk menggunakan warna paprika yang sesuai dengan resep. Namun, jika Anda hanya menggunakan paprika karena kebiasaan, pilihlah paprika merah, karena dengan begitu makanan yang Anda santap akan semakin kaya dengan nutrisi.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *