Home » Teknik Budidaya » Budidaya Pertanian » Panduan Lengkap Budidaya Kelapa Sawit Modern
Master tukang, tutorial pertukangan

Panduan Lengkap Budidaya Kelapa Sawit Modern

Kelapa sawit telah menjadi komoditi subsektor perkebunan yang memiliki peranan penting bagi perekonomian Indonesia. prospek usaha yang cerah, harga produk yang kompetitif, dan indsustri berbasis kelapa sawit yang beragam dengan skala usaha yang fleksibel, telah menjadikan banyak perusahaan dalam berbagai skala maupun petani yang berminat untuk membangun industri kelapa sawit mulai dari kebun hingga hilir.

Keberhasilan suatu usaha perkebunan kelapa sawit ditentukan oleh faktor bahan tanaman atau bibit yang memiliki sifat yang unggul dan teknik budidayanya. Bibit yang unggul akan menjamin pertumbuhan yang baik dan tingkat produksi yang tinggi apabila perlakuan dilakukan secara optimal.

Kelapa Sawit (Elaeis guinensis jacq) adalah salah satu jenis tanaman dari famili palma yang menghasilkan minyak nabati yang dapat dimakan (edible oil). Selain dari kelapa sawit, minyak nabati juga dapat diperoleh dari tanaman kelapa, kacang kedelai, bunga matahari, kacang tanah, dan lainnya.

budidaya tanaman sawit modern
budidaya tanaman sawit modern

Dari sekian banyak tanaman yang menghasilkan minyak dan lemak, kelapa sawit adalah tanaman yang produktifitas menghasilkan minyak tertinggi, dimana tanaman kelapa hanya menghasilkan sepertiga (700-1000 kg daging buah kelapa/ha) dari produksi kelapa sawit (2000/3000 kg TBS/ha)

Tanaman kelapa sawit dilapangan mulai berbunga pada umur 2,5 tahun. Inisiasi bunga terjadi pada palma dewasa yaitu 33-34 bulan sebelum penyerbukan, biasa terjadi tandan bunga jantan atau bunga betina. Ada yang berdiferensiasi menjadi bunga jantan atau bunga betina, tetapi ada juga menjadi bunga banci (hermafrodit) beberapa factor yang mempengaruhi diferensisi kelamin yaitu genetik dan lingkungan, yang peka terhadap faktor tersebut dapat mengakibatkan aborsi terutama bunga betina. Buah kelapa sawit terbentuk pada bakal buah dan disebut buah sejati tunggal dan berkelamin

 

Syarat Tumbuh Kelapa Sawit

  • Iklim

Kelapa sawit adalah tanaman tropis yang tumbuh baik antara garis lintang 130 Lintang Utara dan 120 Lintang Selatan, terutama dikawasan Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Tanaman kelapa sawit tumbuh baik didaerah tropis, dataran rendah yang panas dan lembab.

  • Curah hujan

Curah hujan yang baik adalah 2.500 mm-3000 mm per tahun yang turun merata sepanjang tahun. Penting untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit adalah distribusi hujan yang merata.

  • Suhu

Tanaman kelapa sawit memerlukan suhu optimum sekitar 24-280 C, untuk tumbuh dengan baik. Meskipun demikian, tanaman masih biasa tumbuh
pada suhu terendah 180C dan tertinggi 320C. Beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu adalah lama penyinaran dan ketinggian tempat.

  • Sinar matahari

Sinar matahari diperlukan untuk memproduksi karbohidrat dalam (proses asimilasi) juga untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah. Karenanya, intensitas, kualitas dan lama penyinaran sangat berpengaruh dalam proses fotosintesis.

  • Kelembaban udara dan angin

Kelembaban udara dan angin adalah faktor yang penting untuk menunjang pertumbuhan kelapa sawit. Kelembaban udara dapat mengurangi penguapan, sedang angin akan membantu penyerbukan secara alamiah.

Angin yang kering akan menyebabkan penguapan lebih besar, mengurangi kelembaban dan dalam waktu yang lama mengakibatkan tanaman layu. Kelembaban optimum bagi pertumbuhan kelapa sawit antara 80%-90%.

  • Tanah
Baca:  Teknik Budidaya Singkong Ubi Kayu dan Potensi Bisnisnya

Dalam hal tanah, tanaman kelapa sawit tidak menuntut persyaratan terlalu banyak karena dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah misalnya podsolik, latosol, hidromorfik kelabu, alluvial atau regosol.

Sifat fisik tanah yang baik untuk tanaman kelapa sawit adalah:

Solum tebal 80 cm, solum yang tebal akan merupakan media yang baik bagi perkembangan akar sehingga efisiensi penyerapan unsur hara tanaman akan lebih baik.
Tekstur ringan, dikehendaki memiliki pasir 20 – 60%, debu 10 – 40%, liat 20 – 50% Kelapa sawit dapat tumbuh pada pH 4,0 – 6,0 namun terbaik  adalah 5,0 – 5,5. Kandungan hara yang tinggi yaitu C/N mendekati 10 dimana C 1% dan N 0,1%, daya tukar Mg = 1,2me/100g, daya tukar K = 0,15-0,20 me/100g.

Tekstur tanah yang baik untuk tanaman kelapa sawit adalah kandungan pasir dengan komposisi 20-60%, fraksi liat 20-50%, debu 10-20 %. Tanah yang kurang cocok adalah tanah pantai berpasir dan tanah gambut tebal. Sifat kimia tanah dapat dilihat dari tingkat keasaman dan komposisi kandungan hara mineralnya.

Sifat kimia tanah merupakan arti penting dalam menentukan dosis pemupukan dan kelas kesuburan tanah. Tanaman kelapa sawit tumbuh baik pada tanah yang memiliki kandungan unsur hara yang tinggi, dengan C/N mendekati 10 dimana C 1% dan N 0,1%, daya tukar Mg =1,2me/100g, daya tukar K = 0,15-0,20 me/100g.

 

Pedoman budidaya Kelapa Sawit

Pembibitan Kelapa Sawit Sejalan dengan bertambahnya luas areal pertanaman kelapa sawit secara tidak langsung membutuhkan bibit kelapa sawit dalam jumlah yang banyak.

Umumnya pembibitan dilaksanakan dekat dengan areal/lahan yang akan ditanami dengan kelapa sawit. Hal ini sering mengakibatkan sulitnya memperoleh media top soil yang baik bagi bibit, karena top soil yang dijumpai tebalnya sangat tipis atau hilang akibat erosi tanah Hal ini menyebabkan perlunya pengganti media yang mudah didapat dan harganya murah, misalnya blotong, bahan organik tandan kosong kelapa sawit dan
sebagaunya.

Pembibitan adalah serangkaian kegiatan untuk mempersiapkan bahan tanaman meliputi persiapan media, pemeliharaan, seleksi bibit hingga siap untuk ditanam yang dilaksanakan dalam satu tahap atau lebih Pembibitan kelapa sawit dilakukan dengan system dua tahap yaitu:

  1. Pembibitan awal (prenursery) Tanah yang digunakan untuk mengisi polibag kecil berupa tanah bagian atas (top soil) yang sudah dibersihkan dari batu dan sisa – sisa tanaman.
  2. Pembibitan Utama (mainnursery) Tanah yang sudah dibersihkan dimasukkan kedalam polibag besar berukuran 40-50 cm yang dapat  menampung 25 kg tanah. Pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  • bibit disiram 2 kali sehari pagi, sore.
  • rumput didalam polibag dicabut pelan-pelan.
  • bibit dipupuk dengan urea dalam bentuk larutan yang berkonsentrasi 0,2 %
  • hama dan penyakit diberantas secara terpadu.

 

  • Penyiapan Areal dan Pembuatan Naungan

Areal yang digunakan untuk penelitian, terlebih dahulu dibersihkan dari gulma dan sampah lainnya. Kemudian dilakukan pembuatan plot percobaan dengan ukuran 100 cm x 100cm, jarak antar plot 30 cm dan jarak antar ulangan 50 cm.

Baca:  Akuaponik, Budidaya Ikan dan Sayuran Panen Ganda

Naungan terbuat dari bambu sebagai tiang dan pelepah sawit sebagai atap dengan ketinggian 2 m arah timur dan 1,5 m arah barat, panjang naungan 14,5 m dan lebarnya 4,5 m yang memanjang arah utara-selatan

  • Penyiapan Media Tanam

Pasir yang digunakan adalah pasir yang berasal dari laut,  pasir dibersihkan dari bahan organik, dan tanah. Kemudian media tanam campuran yakni blotong tebu dicampur sesuai dengan perlakuan masing-masing kemudian dimasukkan kedalam polibek.

 

  • Penanaman Bibit

Penanaman bibit dapat dilakukan dengan menanam kecambah kedalam polybag sedalam 2-3 cm, dengan radikula bagian bawah dan plumula bagian atas. Jumlah kecambah perpolybag sebanyak 1 kecambah, kemudian disiram dengan air.

 

  • Land clearing/Persiapan lahan

Sebelum tanaman kelapa sawit ditanam, maka hal utama dan sangat menentukan kesuksesan bisnis budidaya kelapa sawit adalah pada tahap land clearing. Suatu lahan kebun yang baik adalah jika memiliki saluran drainase yang berfungsi dengan baik, memiliki jalan yang kuat dan rata untuk kegiatan melangsir buah ataupun truk pengangkutan, bersih dari tunggul-tunggul kayu yang mengganggu dalam bekerja, bebas dari pohon-pohonan dan semak belukar, adanya akses jalan darat ke setiap tanaman, bebas dari batu-batu besar yang mengganggu posisi penanaman dan pekerjaan.

Pengerjaan land clearing dapat dilakukan secara mekanis dan manual. Secara mekanis land clearing dikerjakan dengan alatalat berat seperti Back Hoe, Buldozer dan Grader. Secara manual land clearing dikerjakan oleh manusia dengan peralatan sederhana berupa parang, kampak, gergaji, machine saw, cangkul, tembilang, babat.

Jika ditinjau secara ekonomis, penggunaan cara mekanis ataupun manual harus memperhatikan pada beberapa faktor, yaitu:

1. Jauhnya jarak tempuh untuk mendatangkan alatalat berat

2. Luasnya lahan

3. Tingkat kesulitanpekerjaan

4. Tingkat standar upahburuh lokal

5. Ketersediaan buruh

6. Biaya sewa/harga beli alatberat

7. Kebijakan dan peratruran pemerintah

8. Harga BBM dan oli mesin traktor

9. Tingkat upah operator traktor

10. Produktifitas kerja traktor

11 Produktifitas tenaga kerja manusi

 

  • Cover Crop/Tanaman Penutup Tanah

Sebelum bibit kelapa sawit ditanam di lahan, satu hal yang sangat penting adalah tanaman penutup / cover srop, cover crop berfungsi untuk melindungi tanah dari kikisan air hujan, menjaga tumbuhnya gulma-gulma yang tidak diinginkan, menjaga ketersediaan unsur Nitrogen dalam tanah, mendinginkan tanah, sebagai tempat yang baik untuk berbiaknya mikroba-mikroba pengurai dan penyubur tanah

 

  • Aplikasi ZPT Atonik

Zat pengatur tumbuh atonik diberikan setelah tanaman berumur 3 minggu dan selanjutnya dengan interval 2 minggu sekali hingga umur 3 bulan sesuai konsentrasi perlakuan.

Pemberiannya dengan cara membasahi seluruh permukaan atas dan bawah daun tanaman. Waktu penyemprotan dilakukan pada pagi hari setelah penyiraman.

 

Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit

  • Penyiraman

Penyiraman dilakukan setiap hari yaitu pagi dan sore hari tergantung dengan kondisi kelembaban permukaan media tanam. Penyiraman dilakukan
dengan menggunakan gembor dan air bersih.

  • Penyulaman

Penyulaman dilakukan 2 minggu setelah tanam dengan mengganti bibit yang abnormal, terserang hama dan penyakit yang cukup parah, atau bibit mati dengan tanaman sisipan yang tersedia.

  • Penyiangan

Penyiangan dilakukan bila ditemukan gulma di areal pemeliharaan. Penyiangan dilakukan secara manual untuk gulma yang terdapat dalam polybag, sedangkan gulma yang berada diluar polibek dibersihkan dengan menggunakan cangkul.

  • Pemupukan

Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman yang sangat tergantung pada pemupukan untuk mencapai produksi yang tinggi, meskipun dapat ditemui kebun kelapa sawit yang dapat mencapai produksi rata-rata 3 ton/ha/bulan meskipun tanpa diberi pupuk sedikitpun.

Baca:  Cara Menanam dan Budidaya Kubis Bunga Secara Lengkap

Secara logika, kebun kelapa sawit yang baik diharapkan dapat berproduksi TBS sebanyak 3-5 ton/bulan, dengan rendemen minyak mencapai 21%, maka produksi CPO adalah 6,3-10,5 ton/bulan, nilai kalori lemak adalah yang paling tinggi di antara zat gizi lainnya, yaitu 9,4 kalori/mg asam lemak, maka nilai energi yang dihasilkan dari satu hektar kebun sawit adalah luar biasa besarnya.

Tujuan umum dari pemupukan adalah memberikan zat hara yang dibutuhkan tanaman dalam membangun jaringan akar, batang, daun dan buah. Pada saat kelapa sawit berupa TBM (Tanaman Belum Menghasilkan), tujuan pemupukan adalah untuk menjadi bahan baku dan penolong dalam pembangunan tubuh tanaman, sedangkan pada saat kelapa sawit berupa TM (Tanaman Menghasilkan), tujuan pemupukan adalah agar tanaman kelapa sawit memproduksi buah dengan optimal.

Berdasarkan banyaknya kuantitas yang dibutuhkan tanaman, pupuk dapat dibagi atas 2 golongan, yaitu: pupuk makro dan pupuk mikro. Pupuk makro adalah pupuk yang mengandung unsur makro (unsur yang dibutuhkan tanaman dalamjumlah besar). Unsur unsur yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar antara lain adalah :
• Nitrogen (N), dapat diperoleh dari pupuk Urea (46% N), ZA ( %N)

• Posphor (P), dapat diperoleh dari pupuk TSP (46% P), Rock Posphat (% P)

• Kalium (K), dapat diperoleh dari pupuk KCl (64% K)

• Magnesium (Mg), dapat deperoleh dari pupuk Kieserit ( % Mg)

 

  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Untuk mengendalikan serangan hama kelapa sawit digunakan insektisida Hostathion 200 EC, untuk mengendalikan jamur digunakan fungisida Danvil 50 SC. Pengaplikasian dilakukan dengan menggunakan handsprayer dengan waktu pengendalian bergantung pada kondisi dilapangan.

  • Panen

Untuk dapat berbunga, kelapa sawit membutuhkan waktu 2-3 tahun dari saat bibit ditanam di lapangan. Masa produktif tanaman dapat berlangsung 40-50 tahun. Pembentukan buah memerlukan waktu sekitar 6 bulan setelah terjadinya penyerbukan (pollination). Pelaksanaan panen buah kelapa sawit tidak boleh dilakukan secara sembarangan, karena kegiatan panen tersebut menentukan pada produktifitas tanaman, rendemen minyak, mutu
minyak, dan efisiensi biaya tenaga kerja.

Buah yang dapat dipanen haruslah buah yang daging buahnya telah berwarna kemerahmerahan/ orange, dimana ada jenis buah yang meskipun kulit
luarnya telah berwana kemerahmerahan tetapi ternyata daging buahnya belum matang (belum berwarna kemerah-merahan).

Adapun kriteria umum yang digunakan dalam menentukan buah sawit yang layak panen adalah berdasakan pada jumlah berodolan yang telah jatuh di piringan.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *