Home » Teknik Budidaya » Peternakan » Kisah Sukses Eksportir Telur Asin, Kiat Bisnis Telur Asin
Master tukang, tutorial pertukangan
telur asin

Kisah Sukses Eksportir Telur Asin, Kiat Bisnis Telur Asin

Kisah Sukses Eksportir Telur Asin, Kiat Bisnis Telur Asin. Per hari 40.000 telur asin. Itulah produksi Rully Lesmana, pengusaha telur asin di Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Produksi sebanyak itu untuk memenuhi permintaan pelanggan di Batam, Bangka, Pontianak, dan Jakarta. “Saya rutin mengirim 10 kontainer telur asin setiap bulan ke Kalimantan Barat, sementara Batam, 2 kontainer per bulan,” kata Rully.

Satu kontainer 40 feet berisi 756 dus dengan isi 150 butir telur/dus. Artinya, pemilik UD Surya Abadi itu mengirim sekitar 1,13-juta telur asin per bulan ke provinsi yang beribukotakan Pontianak itu. Rully mengungkapkan Kalimantan Barat merupakan pasar terbesar. “Hampir 75% dari total produksi dikirim ke Kalimantan Barat,” tambahnya.

Memulai Bisnis Telur Asin, Sempat Rugi Rp200-juta

Rully Lesmana
Rully Lesmana/Trubus-online

Kesuksesan Rully tidak diraih dalam sekejap. “Awalnya saya bantu orang tua jual pakan dedak dan menir ke peternak bebek di Karawang. Mereka maunya sistem barter, kami dibayar dengan telur bebek tawar mentah,” katanya. Semula telur bebek itu langsung ia jual ke pabrik kerupuk. Pada 1999, Rully memiliki ide untuk mengolahnya menjadi telur asin. “Ketika itu cara membuat telur asin hanya tanya-tanya ke tetangga dan teman,” ujarnya.

Semula Rully membungkus telur dengan tanah bercampur garam dengan perbandingan tertentu. “Waktu itu buat telur asin masih tradisional, bikinnya asal kena garam,” jelasnya. Telur asin itu kemudian Rully pasarkan ke Jakarta. “Saya keliling pasar di Jakarta, salah satunya ke pasar Blok M,” tambahnya. Sayang, 67 peti kayu berisi sekitar 10.000 telur asin itu harus ia bawa pulang kembali ke Karawang lantaran tak laku. “Bisnis telur adalah bisnis kepercayaan. Mereka takut telur asin saya jelek,” kata anak kedua dari 4 bersaudara itu.

Baca:  Budidaya Ternak Sapi Perah Intensif Semi Modern

Tak hilang akal, Rully pun mencoba memasarkan dengan cara titip jual ke toko-toko di Karawang. Titik cerah pun mulai muncul. Sedikit demi sedikit telur asinnya terjual. Dari situ order mulai muncul dan terus meningkat. Permintaan pun datang dari luar pulau seperti Kalimantan dan Batam.

Namun, jalan tak selamanya mulus. Pada Februari 2007 Rully mendapat komplain dari semua pelanggan lantaran telurnya berwarna hitam. “Telur berwarna hitam karena sudah terkontaminasi bakteri,” kata drh Sri Hardiyati, anggota staf bagian peternakan seksi kesehatan hewan  Dinas Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perkebunan Kabupaten Karawang. Persentase telur rusak pun terus naik dari semula hanya 10% kemudian menjadi 20%, hingga 30%. “Dari 3 kontainer telur asin yang dikirim 30% hitam,” katanya. Rully pun rugi Rp200-juta.

“Ketika itu saya sangat depresi. Kalau hanya dipotong pembayarannya tidak apa-apa, tapi semua pelanggan di luar pulau tak mau beli lagi. Jangankan beli, angkat telepon dari saya saja mereka tidak mau,” ujar Rully.

Bisnis Telur Asin, Mendapat Sertifikat NKV

Selang setahun Rully mulai berpikir untuk mengolah telur dengan baik dan benar. Ia pun kemudian mencari informasi ke Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Karawang. “Waktu itu saya melihat selebaran tentang alur untuk mendapatkan sertifikat NKV (Nomor Kontrol Veteriner, red),” kata Rully.  Dari situ Rully mulai belajar cara memproduksi telur asin yang benar dibimbing oleh dinas setempat sambil mengurus sertifikat NKV.

telur asin eksport
Telur Asin Ekspor/ Trubus

Selama proses mendapatkan sertifikat NKV Rully tetap produksi telur asin, tapi skala kecil, 5.000 per hari. Telur itu hanya dijual ke Jakarta. “Saya belum berani jual antarpulau. Pelanggan Jakarta saja mau terima asal ada jaminan, kalau rusak dipulangkan. Tapi itu tidak masalah yang penting asal jalan saja dulu,” ujarnya.

Baca:  Budidaya Kroto, Prospek Bisnis dan Metode Ternak Kroto

Untuk memperoleh sertifikat NKV Rully menyusun standar operasional produksi. “Telur maksimal 3 hari di penampungan dan harus sudah masuk proses pengasinan. Kalau tidak tingkat kerusakan banyak,” kata pengusaha dengan total 40 karyawan itu.

Menurut  Atik, sapaan Sri Hardiyati, cara produksi Rully memang kini sudah bagus. “Dulu pak Rully paling tidak mau bila diminta untuk mencuci telurnya,” kata Atik. Kini, ia mencuci telur sebelum diasinkan. Rully pun rutin mengecek air sumur yang digunakan. “Orang dari Dinas Kesehatan rutin meneliti air setiap 3 bulan,” ujar Rully. Ia pun tak lagi menggunakan tanah dalam pembuatan telur asin, tapi abu sekam. Dengan produksi yang benar kerusakan dapat ditekan. “Kini kerusakan hanya 0,05% dari total keseluruhan produksi,” katanya. Artinya dari produksi 40.000 butir, tingkat kerusakan hanya 20 telur per hari.

Bisnis Telur Asin, Merajai Pasar Ekspor

Rully juga membuat kode pada produksinya dengan nama kode sistem telusur. Contoh telur asin diberi kode 009-027. Angka 009 adalah kode peternaknya (farm), sementara 027 adalah kode petugas candling. Dengan adanya kode telusur seperti itu cukup membantu. “Jadi kalau ada masalah kita tinggal lihat masalahnya di mana dan segera cari cara untuk menanggulanginya,” ujar mantan karyawan perusahaan kaca mobil itu.

Rully memperoleh sertifikat NKV level 2 pada 2010. “Ia pengusaha pertama di Indonesia yang punya NKV level 2,” kata Atik. NKV level 2 artinya menuju ekspor. Sejak itu permintaan telur asin pun kian meningkat. Untuk memenuhi pasar, produksi pun Rully tingkatkan. Pada 2010 produksi 20.000 butir per hari, 2011 naik jadi 30.000 butir, dan kini total produksi 40.000 butir per hari. “Rully merupakan pengusaha telur asin dengan produksi paling besar di Kabupaten Karawang,” kata Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Karawang, Kadarisman.

Baca:  Budidaya Madu Itema, Laba Cerah Bisnis Lebah

Selain pasar dalam negeri. Rully pun mengekspor telur asin ke Singapura dan Belanda. “Ekspor ke Singapura pada Oktober 2012 sebanyak satu kontainer berisi 90.000 butir telur, sementara Belanda hanya skala kecil,” katanya. Ekspor ke Singapura akhirnya dihentikan karena terbatas bahan baku. “Untuk memenuhi permintaan pelanggan lokal saja sudah kewalahan,” ujar Rully.

Untuk memproduksi telur asin sebanyak itu, Rully mendapatkan pasokan telur bebek dari berbagai daerah. “Total pemasok ada 30 peternak, tapi yang aktif saat ini hanya 30%. Tapi diprioritaskan peternak asal Karawang, kalau kekurangan baru menerima pasokan dari luar,” ujarnya.

Rully mengungkapkan harga jual telur asin berfluktuasi mengikuti harga telur. “Harga jual telur asin sekitar 20% dari harga telur,” katanya. Jadi, bila diasumsikan harga beli telur Rp2.000 per butir, Rully menjual telur asinnya seharga Rp2.400 per butir. Dengan penjualan rata-rata 1,2-juta per bulan, ia memperoleh omset Rp2,88-miliar per bulan.

Berkat telur asin, Rully pun meraih berbagai penghargaan. Sebut saja Penghargaan Ketahanan Pangan pada 2010 dan Penghargaan Produk Pertanian Berdaya Saing 2013. Kedua penghargaan itu diberikan oleh Menteri Pertanian, Ir H Suswono, MMA. (Rosy Nur Apriyanti/Majalah Trubus)

Suarakan Pendapatmu

comments

4 comments

  1. saya mempunyai telur asin kualitas baik..mampu bersaing dengan kota mana saja
    lokasi saya di sidoarjo phone 081359280779

    • Minimal pemesanan berapa gan klu diluar jawa khususnya batam? Hrg per papan ato kardusnya berapa? Saya lokasinya di batam.

  2. Saya memproduksi telur asin mentah dg sekam, kwalitas baik karena telur langsung dari peternak dan dicuci dulu sebelum pengasinan, harga lumayan diatas rata2 hrg telur asin mentah, karena kami prioritas kan kwalitas.
    Lokasi saya ada di Malang, Jatim
    Pemesanan bisa hub tlp/WA 085103366123

  3. Assalamualaikum Wr. Wb
    Yth. Bapak rully lesmana
    Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri nama saya Abdul Harun, alamat Jl. Raya secang rt.04/07 kel. Mekarjati kec. Karawang barat kab. Karawang.
    Saya ingin mengapresiasi sekaligus ingin menyampaikan bahwa bisnis yg bapak rully rintis ini sangat luar biasa dan bapak selaku adalah kreator hebat dibalik itu semua, sehingga bisnis bapak maju hingga manca negara dan mendapatkan bebagai macam penghargaan, saya mengenal bapak sejak saya ikut seminar kewirausahaan disindang reret dan bapak sebagai pemateri sekaligus motivator khususnya bagi saya sendiri sehingga saya mempunyai mind set ingin berwirausaha, dengan itu saya ingin menyampaikan kepada bapak bahwa saya sangat bersedia dan ingin bekerja sama dgn bapak untuk berbisnis telur asin, karena seperti yang bapak ucapkan ketika seminar,bahwa bapak bersedia membantu dan bekerja sama dgn orang orang khsusnya remaja seperti saya untuk berani berwirausaha, maka dari itu saya ingin bekerja sama dengan bapak sebagai agen telur asin..
    Sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya..wassalam

    Abdul harun : 085770955040

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *