Home » Tips Kesehatan » Ibu dan Anak » Waspada Radang Amandel pada Anak
Master tukang, tutorial pertukangan

Waspada Radang Amandel pada Anak

Waspada Radang Amandel pada Anak. Apakah saat ini anak Anda mengalami gangguan tidur seperti mendengkur dan kerap terbangun tiba-tiba pada malam hari, sering batuk-pilek, demam, serta radang tenggorokan? Jika ya, mungkin anak Anda menderita radang amandel.

Jika Anda mendengar tentang radang amandel, mungkin Anda langsung merasa waswas, bahkan orangtua yang memiliki kekhawatian berlebihan biasanya akan bertanya apakah radang amandel tersebut perlu segera dioperasi atau tidak? Sebetulnya, apakah radang amandel merupakan penyakit yang mengancam nyawa? Jawabannya ialah mungkin saja.

Komplikasi berat dari radang amandel seperti gangguan pada jantung kadang memang terjadi, tapi jumlah atau kasus yang dilaporkan sangat kecil, sehingga tidak sedikit pula orangtua menganggap sepele penyakit tersebut.

Namun, tahukah Anda bahwa ada hal lain yang sama perlunya untuk Anda khawatirkan, karena radang amandel merupakan penyakit yang dapat  mengancam masa depan anak?

 

Sekilas Mengenai Amandel

Tonsil atau amandel merupakan sebuah jaringan kelenjar getah bening yang terletak pada kerongkongan kiri dan kanan. Pada amandel yang sudah membesar, bentuknya akan menyerupai biji kacang. Fungsi utama amandel adalah sebagai kekebalan awal tubuh dari berbagai serangan penyakit yang diakibatkan oleh virus, bakteri, dan berbagai macam mikroorganisme lainnya, terutama yang berasal dari makanan.

Amandel paling efektif kerjanya pada anak usia balita, karena semakin dewasa fungsi pertahanan tubuh akan dibantu oleh jaringan lain.

Baca:  Persiapan Persalinan Agar Melahirkan dengan Lancar

Jika anak memiliki pola makan tidak sehat yang dilakukan secara konstan (mengonsumsi makanan yang terlalu dingin, makanan atau minuman yang mengandung zat pewarna, gorengan, serta bahan makanan lainnya yang buruk bagi kesehatan), maka dapat menyebabkan daya tahan tubuhnya menurun.

Ketika daya tahan tubuh menurun, virus dan kuman-kuman di daerah mulut seperti Streptokokus beta hemolitikus menjadi mudah untuk berkembang. Keadaan seperti ini dapat menyebabkan tonsilitis atau radang amandel. Ukuran besar kecilnya amandel tergantung seberapa seringnya amandel mengalami peradangan. Semakin sering meradang, maka amandel akan semakin membesar.

Apa saja tanda anak kita menderita pembesaran amandel?

  • Nyeri saat menelan.
  • ISPA disertai demam.
  • Bau mulut.
  • Sering terbangun pada tengah malam
  • Tidur mendengkur.

Komplikasi berat seperti gangguan jantung bisa terjadi namun sangat jarang. Mungkin sebagian dari kita merasa khawatir dan langsung memeriksakan kepada dokter anak. Namun, sebagian lain dari orangtua menganggap penyakit tersebut tidaklah berbahaya, bahkan terkesan tidak mengancam nyawa. Memang, ancaman kematian akibat radang amandel tidaklah tinggi, tapi penyakit ini dapat mengancam masa depan anak Anda.

 

Bagaimana Radang Amandel Dapat Mengancam Masa Depan?

Radang amandel merupakan salah satu penyebab kurangnya anak berkonsentrasi dalam belajar dan berpikir, dan hal ini tentu akan berimbas pada prestasinya di sekolah.

  • Sering tidak masuk sekolah
Baca:  Tanda-tanda Awal Gejala Autisme Pada Anak

Anak dengan riwayat penyakit amandel akan sangat mudah terserang penyakit, khususnya penyakit pada saluran pernapasan atas. Biasanya anak akan demam yang pada akhirnya akan menghalanginya untuk berangkat ke sekolah. Semakin sering ia sakit, semakin sering pula ia tidak masuk sekolah, sehingga keadaan ini akan menyebabkan buah hati kita tertinggal banyak pelajaran.

Hal tersebut tentu akan mempengaruhi nilai akademisnya. Nilai akademis yang buruk akan menghalanginya untuk mendapatkan tempat pendidikan yang berkualitas pada jenjang pendidikan selanjutnya.

  • Sulit berkonsentrasi di sekolah

Anak dengan penyakit amandel biasanya mengalami tidur mendengkur. Mendengkur menandakan aliran udara menuju saluran pernapasan terhambat. Dengan berkurangnya udara menuju paru-paru, maka kadar oksigen dalam darah secara otomatis akan berkurang. Kadar oksigen yang rendah dalam darah dapat menyebabkan otak kekurangan oksigen, sehingga otak secara otomatis akan memerintahkan paru-paru untuk menghirup oksigen lebih banyak.

Dalam keadaan seperti ini, anak akan terbangun tiba-tiba dengan keadaan sesak napas untuk merangsang paru menghirup oksigen lebih banyak. Kondisi ini disebut dengan obstructive sleeping apnea. Saat anak terbangun pada malam hari, ia akan susah untuk kembali tidur, sehingga pada keesokan harinya ia akan lebih sulit berkonsentrasi di sekolah akibat mengantuk.

  • Mengganggu perkembangan otak
Baca:  Tips Medis Agar Rambut Bayi Tumbuh Lebat dan Sehat

Momen emas perkembangan otak anak ialah pada saat ia tidur. Saat tidur, sel-sel otak anak akan berkembang dengan sangat optimal. Sehubungan dengan penjelasan di atas, sel-sel otak yang kekurangan oksigen saat anak tertidur tentu saja dapat mengganggu perkembangan sel-sel jaringan otaknya, akibatnya perkembangan otak menjadi tidak maksimal.

Belum lagi jika anak mengalami sleep apnea, ia akan terbangun saat tengah malam dan akan sulit untuk kembali tidur. Hal ini akan sangat mengurangi waktu tidur anak, akibatnya momen emas pertumbuhan otaknya akan menurun. Perkembangan otak anak yang tidak optimal akan menyebabkan anak sulit menerima pelajaran di sekolah, tidak mampu berkonsentrasi, serta malas belajar.

Nah, jika keadaan tersebut tidak kita waspadai maka dipastikan akan sangat merugikan untuk anak, baik bagi kesehatan maupun masa depannya. Untuk itu, jagalah anak agar terhindar dari penyakit radang amandel ini. Segera periksakan ke dokter jika anak mengalami gejala-gejala seperti di atas. Tentunya orangtua juga harus lebih bijak dalam memberikan makanan maupun jajanan kepada anak. Tidak serta-merta kasih sayang ditunjukkan dengan cara memberikan apa yang anak pinta sekalipun itu tidak baik bagi kesehatannya. Berikan kepada anak pengertian sedini mungkin.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *