Home » Tips Kesehatan » Ibu dan Anak » Waspada, Salah Membedong Bayi Bisa Berakibat Fatal
Master tukang, tutorial pertukangan

Waspada, Salah Membedong Bayi Bisa Berakibat Fatal

Waspada, Salah Membedong Bayi Bisa berakibat Sangat Fatal. Bagi para ibu di luar sana, pasti masih banyak yang membedong buah hatinya dengan kain atau selimut, bukan? Bedong adalah proses ‘membuntal’ tubuh bayi di dalam selimut atau kain yang melingkupi kedua lengan sampai dengan kedua kaki.

Bedong yang dilakukan pada bayi biasanya dilakukan secara ketat. Proses ini merupakan merupakan tindakan tradisional yang sudah dilakukan secara turun menurun dengan tujuan menjaga bayi agar tetap dalam keadaan hangat dan nyaman sehingga bayi bisa tidur dalam jangka waktu yang lama.

Namun, lain dulu lain sekarang, bedong sudah tidak dianjurkan lagi dilakukan pada bayi Anda. Mengapa demikian? Di penelitian terbaru, ditunjukkan bahwa proses bedong bayi berkaitan erat dengan Sudden Infant Death Syndrome atau sindroma kematian bayi mendadak.

Baca:  Apakah Payudara Kecil Menghasilkan Asi Sedikit? Ini Fakta Medisnya

Bedong yang terlalu ketat dapat membuat bayi menjadi sesak napas sehingga laju napas bayi menjadi lebih cepat karena kapasitas paru akan semakin tertekan. Apabila hal ini berlangsung dalam waktu yang lama, maka akan memudahkan terjadinya penyakit paru kronis.

bayi-bedong-2

Selain berkaitan dengan kematian bayi mendadak, bedong yang terlalu ketat yang memaksa kaki bayi dalam posisi lurus dapat memicu kerusakan panggul ketika bayi tersebut dewasa. Hal-hal tersebut yang menyebabkan banyak ahli yang sudah tidak merekomendasikan bedong pada anak karena bedong secara tradisional merupakan praktek yang tidak aman untuk bayi baru lahir.

Sayangnya, sampai sekarang bedong masih dipraktikkan di seluruh rumah sakit di seluruh dunia, dengan alasan menjaga suhu bayi agar tetap hangat. Karena rumah sakit cenderung ber-AC dan mempunyai hawa dingin, maka bayi dipaksa dibedong untuk menjaga agar tetap hangat.

Baca:  Cara Alami Mengatasi Nyeri Haid yang Berlebihan

Hal tersebut membuat proses bedong yang dilakukan terhadap bayi selama di rumah sakit memang perlu dilakukan. Namun, ketika bayi pulang ke rumah, bayi seterusnya cukup dipakaikan pakaian yang nyaman dan hangat, lalu disimpan dalam posisi telentang di dalam tempat tidur bayi. Jangan lupa agar tetap menjaga suhu ruangan agar tetap hangat.

Lantas, apa yang direkomendasikan untuk dilakukan untuk buah hati kita di rumah?

  • Gunakanlah pakaian bayi yang nyaman dan hangat sehingga bayi tidak membutuhkan pakaian tambahan lainnya.
  • Biasakan mengukur suhu tubuh bayi dan pastikan bayi tidak mengalami hipotermia/kedinginan.
  • Atur suhu kamar agar tidak terlalu dingin.
  • Ajari cara membedong bayi yang benar tanpa merusak panggul, yakni tidak memaksa meluruskan kedua kaki bayi.
  • Apabila orangtua ingin tetap melakukan bedong, maka bayi harus diawasi secara ketat, terutama ketika sudah mampu membalikkan badan. Setelah bisa berbalik badan, tidak dianjurkan sama sekali untuk tetap dibedong karena risiko bayi terjebak dalam posisi kepala di bawah dan sesak. (klikdokter.com)
Baca:  Mengatasi Puting Susu Luka Karena Menyusui

 

dr. Nadia Octavia

Anggota Redaksi Medis Kedokteran Umum KlikDokter.com

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *