Home » Tips Kesehatan » Penyakit dan Pengobatan » Keracunan Makanan? Atasi Segera dengan Cara ini
Master tukang, tutorial pertukangan

Keracunan Makanan? Atasi Segera dengan Cara ini

Keracunan makanan banyak ditemukan di masyarakat, apalagi dengan semakin beragamnya makanan dan cara pengolahan, yang belum tentu cocok dengan kondisi fisik atau perut si pemakan. Keracunan makanan bisa disebabkan oleh produk susu, ikan, ayam, atau daging yang terkontaminasi.

Mengobati keracunan makanan

Apa saja tanda-tanda Anda telah keracunan makanan dan bagaimana cara mengatasinya? Menurut Dr. Anthony Ng dari sebuah klinik di New York, Amerika Serikat, keracunan makanan biasanya disebabkan oleh virus, salah satunya norovirus. Virus ini biasanya menyerang penumpang kapal pesiar. Penyebab lainnya adalah bakteri, parasit, dan toksin.

“Biasanya, kasus keracunan makanan ditemukan pada mereka yang baru pulang dari bepergian, atau sehabis menikmati barbekyu dan orang-orang yang makan bersama di acara itu juga menderita sakit,” kata Ng di US News.

Keracunan makanan juga tak bisa ditebak waktunya. Bisa saja dalam waktu satu menit seorang yang semula sehat tiba-tiba mengalami sakit, terutama di bagian perut, dengan gejala seperti mual, muntah, kram perut, diare, dan demam.

Baca:  Anda Suka Pijat? Ini Penjelasan Medis Manfaat Pijat

Cara termudah untuk mengatasi keracunan makanan adalah dengan minum air putih sebanyak-banyaknya, ibarat air di toilet yang membersihkan kotoran, begitu juga air yang diminum saat keracunan. Minum banyak air juga akan mengurangi dehidrasi akibat banyaknya cairan yang terbuang akibat muntah atau diare.

Minuman olahraga juga baik untuk mengatasi keracunan makanan karena mengandung kalsium dan potasium, yang merupakan elektrolit yang dibutuhkan tubuh. Menurut Ng, bila mengalami ketidakseimbangan elektrolit bisa berakibat otot lemas atau kram.

Banyak orang yang mengkonsumsi obat seperti Pepto-Bismol dan Imodium untuk meringankan diare. Padahal cara itu bisa jadi makin memperparah kondisi. Diare dan muntah adalah reaksi alami tubuh terhadap infeksi di perut. Hindari makanan berminyak, makanan mentah seperti sayuran atau ikan, dan produk susu karena bisa memperparah diare.

Baca:  Mengenal Leukemia, Gejala Leukemia, dan Pengobatannya

“Saya selalu katakan pada para pasien untuk menjauhi makanan yang tidak dimasak, tidak panas, atau tidak segar, paling tidak selama 3-7 hari,” jelas Ng. Jika keadaan sudah parah dan tak bisa diatasi sendiri, maka segeralah minta bantuan dokter.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *