Home » UMKM » Keranjang Parcel Menganti Gresik Kebanjiran Pesanan
Master tukang, tutorial pertukangan

Keranjang Parcel Menganti Gresik Kebanjiran Pesanan

Menganti Gresik – Kawasan Gresik memang identik dengan berbagai produk  bernuansa islami, ramadhan, dan lebaran. Salah satu produk yang cukup istimewa dan berkembang di wilayah menganti adalah Keranjang Parcel. Perajin keranjang parcel di   Dusun Kletak Desa Putat Lor Kecamatan Menganti Gresik  mulai kebanjiran order.  Pesanan demi pesanan terus mengalir, meski bulan Ramadan ini baru berlangsung empat hari  dan lebaran masih cukup panjang.

Salah satu perajin keranjang parcel, H Marli (53) Warga   Dusun Kletak ini mengaku kewalahan melayani pesanan keranjang parcel. Menurut pria paruh baya ini  karena puasa mendatangkan berkah istimewa bagi keluarga dan karyawannya.

Meski puasa baru berjalan beberapa hari, namun permintaan keranjang parcel melonjak hingga lima puluh persen. “Biasanya, permintaan keranjang parcel terus naik hingga seratus persen, terutama menjelang lebaran,” ucap Marli sambil memperlihatkan hasil karyanya.

Baca:  Bingung nganggur, Kini Ririn Jadi Bos Olahan Ikan

Selain dari beberapa daerah di Jawa Timur, lanjutnya, permintaan yang cukup tinggi juga datang dari luar daerah di Jawa Timur seperti Jakarta, Makasar dan beberapa wilayah di Sumatera. “Pesanan akan meningkat hingga seratus persen saat mendekati lebaran,” imbuhnya.

Pria yang sudah belasan tahun menekuni usahanya tersebut menambah jumlah pekerja dan jam kerja untuk memenuhi banyaknya pesanan.  “Sebelumnya,saya hanya memiliki enam pekerja, seiring dengan banyaknya pesanan saya menambah jumlah pekerja sebanyak lima belas orang yang kebanyakan masih tetangga yang tidak jauh dari rumah,” katanya.

Keranjang parcel maupun keranjang buah buatan Marli ada berbagai macam jenis dan motif, tergantung permintaan pelanggan. Sedangkan harganya juga tergolong cukup murah, untuk keranjang parcel berukuran kecil harganya 10 ribu rupiah sementara untuk keranjang parcel besar harganya mencapai 50 ribu rupiah. “Kendala paling utama adalah ketersediaan bahan baku yang kami gunakan yaitu dari rotan, kalaupun barangnya ada, harganya terbilang cukup mahal,” keluh Marli.

Persoalan  para pengrajin seperti Marli saat ini memang terletak pada bahan baku rotan, selain sulit didapat, bahan baku rotan harganya naik hampir seratus persen. “Sebelumnya, harga rotan perkilo hanya enam ribu rupiah, untuk saat ini naik menjadi sembilan ribu lima ratus rupiah perkilonya,” jelas marli.

Baca:  Gresik Kota Lama Antara Kuliner dan Kejayaan Masa Lalu

Marli berharap pemerintah dan pihak-pihak terkait mau membuka mata dengan cara memberikan fasilitas bantuan dan kemudahan bagi para pengrajin seperti dirinya, sehingga usaha kecil yang dirintis para pengrajin seperti dirinya dapat terus berkembang dan bersaing ditengah banyaknya produk-produk impor berbahan sintetis yang membanjiri pasaran dalam negeri. Sbypst/ad

Kata Pencarian:

keranjang parcel gresik (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *