Home » UMKM » Petani Kedamean Gresik Konsisten Budidaya Adenium
Master tukang, tutorial pertukangan

Petani Kedamean Gresik Konsisten Budidaya Adenium

Hilir mudik mobil dan motor tak terlihat lagi di depan Nursery milik Sholicin. Pemuda yang sejak tahun 2004 itu menekuni budidaya Adenium dengan telaten menyiram satu-persatu puluhan budidaya adenium nya. “Masa keemasan Adenium memang sudah lewat, mungkin 5 tahun lagi datang kembali,” katanya. Setidaknya empat tahun yang lalu, setiap hari nurserinya atau kebun pembibitan Adenium miliknya di Desa Miru Banyu Urip Kecamatan Kedamean tak pernah sepi dengan pembeli.

Terutama diakhir pekan. “Sehari bisa mengantongi uang Rp 2,5 juta, tapi sekarang cukup untuk makan,” katanya. Kendati demikian, Ikin begitudia disapa, tak patah semangat. Kendati telah banyak yang meninggalkan profesi sebagai petani bunga, Ikin tetap konsisten budidaya Adenimun . “Keahlian saya ya seperti ini, jalani saja,” katanya. Sebelumnya saat masa keemasan adenium, Pemkab Gresik menjadikan dua desa tersebut sebagai desa wisata khusus adenium.

Penetapan dilakukan pada 2005 dengan nama Desa Wisata Adenium. Di dua desa tersebut ribuan petani dan pedagang melakukan budi daya bunga Kamboja tersebut. Pada 2006-2007 petani dan pedagang merasakan masa keemasan itu. Setiap Sabtu dan Minggu dua desa tersebut dikunjungi para pencinta adenium dari Gresik dan luar Gresik.

Baca:  Bingung nganggur, Kini Ririn Jadi Bos Olahan Ikan

tani lainnya, Imron (31) menuturkan, kehidupannya berubah total sejak budidaya adenium . Awalnya dia masuk kategori keluarga miskin (gakin), bekerja sebagai pencari pelepah pisang dengan penghasilan pas-pasan. Saat itu, dia bisa mendapatkan penghasilan jutaan rupiah per hari. Pernah dalam satu kali transaksi mencapai Rp 65 juta. “Saat ini saya sudah bisa membangun rumah, punya dua mobil, dua sepeda motor, dan beberapa karyawan,” kata Imron.

Imron juga dipercaya menjadi Ketua Koperasi Tunas Hijau oleh sesama petani budidaya Adenium di Desa Manunggal. Dia bertugas menghimpun petani adenium untuk mendapatkan pupuk, obat pembasmi hama dan pot. Saat itu ada sekitar ribuan petani adenium yang tersebar di Kecamatan Driyorejo, Wringinanom dan Kedamean. Untuk meningkatkan sumber daya manusia petani adenium di Gresik, pada tahun anggaran 2008 ini Dinas Pertanian akan memberikan pelatihan kepada 150 petani adenium. (*/ris/radargresik/jpnn)

Baca:  Keranjang Parcel Menganti Gresik Kebanjiran Pesanan

Kata Pencarian:

adenium gresik (1),cari kebakaran di kedamean desa banyu urip (1),jual adenium arabikum gresik (1),kampung aglaonema di jatim (1),nursery adenium di gresik (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *