Home » Uncategorized » Akibat Kemarau, Kekeringan di Tuban Makin Meluas
Master tukang, tutorial pertukangan

Akibat Kemarau, Kekeringan di Tuban Makin Meluas

Wilayah Indonesia tampaknya sedang mengalami masa kekeringan, atau yang biasa disebut dengan musim kemarau. Musim kemarau panjang yang ternyata adalah dampak dari el nino ini menyebabkan beberapa mata air bersih di beberapa wilayah menjadi kering. Kemudian, dampak kekeringan pun juga telah menyebabkan harga sayuran menjadi naik, dikarenakan sulitnya melakukan pengairan di berbagai lahan pertanian.

Dampak musim kemarau ini juga dirasakan oleh masyarakat di Wilayah Tuban, Jawa Timu. Memasuki musim kemarau yang diperkirakan akan mendekati puncaknya, kekeringan di wilayah Kabupaten Tuban sudah semakin meluas. Sampai dengan bulan Juli, sudah ada lima kecamatan di Kabupaten Tuban ini yang mengalami kekeringan.

Sebelumnya, baru ada tiga kecamatan yang baru melaporkan adanya kejadian kekeringan. Karena kekeringan yang terjadi hampir setiap tahun itu, sejumlah warga mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca:  Kejati Jatim Akan Selidiki Hilangnya Bukti Kayu di Kejaksaan Gresik

Kemudian ada juga lima kecamatan yang telah melaporkan mengalami kekeringan. Lima kecamatan tersebut adalah Kecamatan Senori, Grabagan, Montong, Semanding dan Kecamatan Kerek. Lima kecamatan tersebut adalah daerah yang masuk kategori kritis akan kebutuhan air bersih. “Sudah ada lima kecamatan yang kini masuk kategori kritis air bersih,” kata Joko Ludiono, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban.

Joko juga menerangkan bahwa untuk mengantisipasi kesulitan air bersih pada masyarakat yang tinggal di daerah kritis, BPBD telah menyiapkan lima armada truk tangki yang sudah melakukan distribusi air bersih di lima kecamatan tersebut. Rata-rata wilayah yang kekeringan itu terdapat di wilayah pegunungan perbukitan kapur. “Kami sesuai permintaan sudah melakukan droping, bahkan petugas kami juga mulai rutin melakukan droping menjelang lebaran kemarin karena air memang sudah sulit didapatkan,” terangnya.

Baca:  Kebun Binatang Surabaya Panen Keuntungan di Tahun Baru

Sementara itu, pemerintah juga telah mencanangkan anggaran dana sekitar Rp 75 juta untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Puncak kekeringan itu diperkirakan menjadi salah satu dampak dari elnino yang memungkinkan musim kemarau lebih panjang dari biasanya.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *