Home » Uncategorized » Bank Jatim Kinerjanya Tertekan Kredit Macet
Master tukang, tutorial pertukangan

Bank Jatim Kinerjanya Tertekan Kredit Macet

Bank Jatim Kinerjanya Tertekan Kredit Macet. Banyaknya kredit bermasalah di Bank Jatim, membuat Bank Plat Merah milik Pemprov Jatim itu lebih berhati-hati dalam mengucurkan dana kredit. Sebagian kredit bermasalah tersebut terjadi pada skema kredit usaha rakyat atau KUR.

Terhitung sampai Oktober 2012 kredit bermasalahnya mencapai sekitar Rp 150 miliar atau sekitar 8,9 persen dari total KUR yang disalurkan.

Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto mengungkapkan, Sejak pemerintah membuka program KUR tahun 2010, Bank Jatim telah menyalurkan KUR sebanyak Rp 3,1 triliun. Jumlah itu melebihi target yang ditetapkan yaitu sebanyak Rp 2,75 triliun. Penyaluran terbanyak tahun ini sebesar Rp 1,8 triliun.

Untuk menekan non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah agar tidak semakin membebani kinerja Bank Jatim, PT Bank Pembangunan Daerah Jatim Tbk (Bank Jatim) tahun depan akan memperketat dan lebih selektif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah ini dilakukan untuk  di bank ini.

Baca:  Ingatkan Napi Teroris Berduan Di Kamar Mandi, Sipir Ditendang

“Besarnya rasio NPL KUR hingga September 2012 dipengaruhi oleh banyaknya debitur yang susah untuk mengembalikan pinjamannya. Oleh karenanya saat ini Bank Jatim cooling down dulu dalam menyalurkan KUR,” katanya.

Saat ini manajemen Bank Jatim melakukan berbagai langkah untuk bisa membantu nasabah KUR agar bisa membayar angsuran tepat waktu. Seperti memberikan bimbingan manajemen dan menagihnya melalui PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) dan Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) selaku lembaga yang ditunjuk pemerintah sebagai penjamin KUR.

“Besarnya KUR yang bermasalah karena human error. Karena itu, ke depan, kami akan lebih selektif dalam menyalurkan KUR. Kelayakan usaha pemohon akan jadi pertimbangan utama. Sedangkan target penyaluran KUR akan diturunkan menjadi sekitar Rp 750 miliar,” jelas dia.

Baca:  Awas..! Kartel Pangan Dikendalikan Mafia Bisnis dan Politik

Sektor usaha yang rawan bermasalah adalah perikanan. Sedangkan perdagangan dan pengolahan paling prospektif atau hampir tidak ada yang bermasalah. Sementara itu, kinerja Bank Jatim sampai dengan posisi 31 September 2012 telah menyalurkan kredit sebanyak Rp 18,663 triliun, dengan kredit bermasalaaah sebanyak 1,48 persen.

Seleksi debitur, kata dia, akan diterapkan dengan memperhitungkan indikator kelaikan usaha mereka apakah sudah sesuai untuk diberi pinjaman. “Dari berbagai usaha yang ada saat ini, sektor perikanan memiliki risiko tinggi mengalami kemacetan pengembalian pinjaman dana. Sedangkan usaha debitur yang berpotensi besar untuk penyaluran dana KUR adalah sektor industri pengolahan (home industri) dan sektor perdagangan,” kata Direktur Ritel, Agrobisnis dan Syariah Bank Jatim, Partono.

Baca:  Soekarwo Kandidat Ketum Demokrat Gantikan Anas

Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Jatim Rp 26,183 triliun. Sedangkan total nilai aset sebesar Rp 32,851 triliun. Untuk laba bersih, kata Hadi, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 ada penurunan, dari Rp 694,924 miliar menjadi Rp 489,173 miliar.(radarsby/sbypagi, editor:anang)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *