Home » Uncategorized » Golkar Tentukan Calon Gubernur Jatim Akhir September
Master tukang, tutorial pertukangan

Golkar Tentukan Calon Gubernur Jatim Akhir September

golkar jatimPartai Golkar Jatim bakal menetapkan sosok calon gubernur Jatim (cagub) yang akan diusung dalam pemilihan gubernur (pilgub jatim) 2013, akhir September ini. Penegasan ini disampaikan oleh Ketua DPD Partai Golkar Jatim Martono setelah bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) di Jakarta. “Dalam menentukan calon gubernur Jatim yang akan diusung, ketua umum minta agar mendasarkan pada hasil survei,” tutur Martono di sela-sela acara puncak peringatan HUT FKPPI yang ke-34, di Gramedia Expo, Rabu (12/9).

Dikatakan, saat ini, tim survei internal Partai Golkar Jatim terus menyurvei sejumlah nama. Namun, Martono tidak mau membeberkan nama-nama calon yang berpeluang besar untuk diusung berdasakan hasil survei sementara. Cuma, lanjut mantan ketua tim sukses Gubernur Soekarwo dalam pilgub Jatim 2009 lalu ini, dalam daftar nama calon yang masuk survei, belum terjadi pergeseran. Yakni, Soekarwo (Gubernur Jatim saat ini), Khofifah Indar Parawansa (Ketua Umum Muslimat NU), dan Untung S Radjab (Kapolda Metro Jaya) “Nama-nama itu, belum ada pergeseran,” tutur mantan dosen pascasarjana ini, kemarin.

Lalu, siapa yang akan dipilih? Martono menjelaskan bahwa dalam menentukan sosok calon gubernur jatim , ada dua faktor yang akan dijadikan pertimbangan. Pertama, kata dia, adalah faktor hasil survei. Artinya, lanjut dia, nama calon yang menempati peringkat pertama akan diprioritaskan untuk diusung partainya. “Survei masih terus kita lakukan,” ucap dia.

Baca:  Khofifah Cagub Jatim Unggulan Dari Kalangan Pesantren

Faktor kedua, lanjut dia, adalah hasil evaluasi internal terhadap kemanfaatan calon tersebut terhadap partai. “Dua faktor itulah nanti yang akan menjadi alat ukur,” kata dia. Dari dua alat ukur tersebut, lanjut dia, faktor hasil survei akan menjadi pertimbangan utama. “Sebagai partai yang menggunakan slogan suara rakyat adalah suara Golkar, tentu saja survei merupakan representasi suara di bawah,” terangnya.

Faktor lain yang juga akan dipertimbangkan adalah kader–nonkader, rekaman jejak, dan sebagainya. Bila memang dilakukan, akhir September nanti, apakah berarti Untung S Radjab akan terpental? Ingat, Kapolda Metro Jaya itu baru akan pensiun pada pertengahan Oktober mendatang. Martono menyatakan, hal itu belum tentu karena persoalan itu hanya masalah teknis belaka. “Kalau memang hasil survei memungkinkan dan partai juga melihat kemanfaatan, ya tidak menutup kemungkinan,” ucap dia.

Baca:  Biaya Kampanye Calon Gubernur Jatim Mencapai Angka 750 Miliar

Selain calon gubernur jatim , lanjut dia, calon wakil gubernur juga akan diputuskan, September ini. Pihaknya akan menggandeng partai lain untuk melakukan koalisi. Ingat, dalih dia, total kursi Partai Golkar di DPRD Jatim hanya 11 kursi, kurang empat kursi karena yang diperbolehkan undang-undang minimal memiliki 15 kursi di dewan bila ingin mengusung calon sendiri. “Jadi, mitra koalisi kita butuhkan,” kata dia.

Bagi dia, keputusan terkait sosok cagub–cawagub Jatim ini memang mendesak untuk dibuat. Karena, pada pertengahan Oktober mendatang, Golkar akan menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas). Agenda tersebut dilakukan untuk membahas soal pencalonan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai presiden dan siapa yang akan dijadikan cawapresnya. “Rapimnas nanti juga akan membahas mengenai bagaimana strategi Golkar ke depannya,” ucap dia.

Baca:  Kementrian Kelautan Bangun Cold Storage di Brondong Lamongan

Yang agak menarik, hubungan antara Martono dengan Wagub Jatim Saifullah Yusuf sepertinya mulai mencair di puncak peringatan HTU FKPPI, kemarin. Usai acara, mereka bersalaman dan sempat ‘cipika-cipiki’. Padahal, dalam pidatonya, secara kocak, Saifullah Yusuf menyindir Martono. “Nah, Pak Gatot Sudjito, Ketua FKPPI Jatim ini kalau menjadi anggota dewan, nilainya sudah A plus,’’ katanya, merujuk penilaian Martono pada Saifullah Yusuf sebagai wagub dengan nilai C plus saja.

Sebelumnya, dalam beberapa kali kesempatan, Martono terlihat ‘menyerang’ Saifullah Yusuf. Mulai dari pertanyaan tentang Saifullah Yusuf kader nahdliyin yang terbaik sebagai wagub, hingga menilai Saifullah Yusuf dengan C plus. Terkait komentar Martono, Saifullah Yusuf hanya menanggapi singkat, namun ‘menohok’. “Seperti, saya tak tahu nilai Pak Martono sebagai Ketua DPD Golkar Jatim, tapi kalau jadi wagub mungkin bisa A plus,’’ tutur Gus Ipul. (rou/rie/no/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *