Home » Uncategorized » Jalur Mandiri Universitas Brawijaya tak Masuk UKT
Master tukang, tutorial pertukangan

Jalur Mandiri Universitas Brawijaya tak Masuk UKT

brawijayaMalang – Mahasiswa baru yang diterima melalui jalur mandiri Universitas Brawijaya Malang tidak masuk dalam program pemberlakuan uang kuliah tunggal yang diterapkan mulai tahun akademik 2013-2014.

“Setiap perguruan tinggi diberi kewenangan utnuk menentukan kebijakan sendiri dalam penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri ini, termasuk teknis pembayaran awalnya,” kata Kepala Humas Universitas Brawijaya (UB) Malang Dra Susantinah Rahayu di Malang, Kamis.

Ia mengatakan pemberlakuan uang kuliah tunggal (UKT) hanya diberlakukan bagi mahasiswa baru yang diterima lewat jalur Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau undangan serta seleksi tulis yakni Seleksi Bersama Mahasiswa PTN (SBMPTN).

Teknis pembayaran jalur mandiri, katanya, tidak sama dengan jalur SNMPTN maupun SBMPTN. Jika SNMPTN dan SBMPTN uang sumbangan pengembangan fasilitas pendidikan (SPFP)-nya bisa dibayarkan setiap semester yang disatukan dengan SPP, jalur mandiri harus dibayarkan lunas di muka.

Baca:  Universitas Brawijaya dan Telkom Tandatangani Kerjasama IT

Sebenarnya, kata Santi, hanya teknis pembayaran PSFP-nya saja yang berbeda. Sedangkan nominalnya juga hampir sama dengan yang diterima lewat jalur SNMPTN maupun SBMPTN.

Sedangkan untuk pembayaran lain-lainnya, termasuk SPP dan pembayaran kebutuhan untuk orientasi pendidikan (ordik) tetap sama. Untuk biaya ordik yang meliputi sembilan item pembayaran, di antaranya tes kesehatan, jaket almamater, layanan Informasi dan Teknologi (IT) serta perpustakaan sebesar Rp2,3 juta.

Untuk menentukan besaran SPP maupun SPFP, lanjutnya, juga tetap menggunakan sistem proporsional yang terbagi menjadi tiga kategori, yakni kategori I, II dan III.

SPP terendah sesuai sistem proporsional sebesar Rp2,250 juta per semester di Fakultas Peternakan dan tertinggi sebesar Rp6,750 juta per semester di Jurusan Teknik Informatika. “Besaran SPP ini di luar Fakultas Kedokteran dan kelas internasional,” tegasnya.

Baca:  Bandara Juanda Siap Beroperasi 24 Jam

Sementara SPFP juga bervariasi mulai paling rendah sebesar Rp9,375 juta di Jurusan Sosiologi dan tertinggi Rp50 juta di Fakultas PTIIK. Nominal SPFP itu juga di luar Fakultas Kedokteran dan kelas internasional.

Pendaftar yang sudah memperoleh PIN jalur mandiri di UB hingga Rabu (10/7) sebanyak 4.438 peserta, namun yang sudah melakukan login baru mencapai 2.932 peserta.

Pendaftaran jalur mandiri UB akan ditutup 15 Juli dan tes pada 18 Juli serta pengumuman hasil tes pada 23 Juli.(*)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *