Home » Uncategorized » Jika tak hujan hingga Oktober, Petani Malang terancam gagal panen
Master tukang, tutorial pertukangan
batu akik badar besi

Jika tak hujan hingga Oktober, Petani Malang terancam gagal panen

Fenomena kemarau panjang El Nino berpengaruh pada cuaca di jawa timur bahkan sebagian wilayah telah mengalami krisis kesulitan air bersih. Tak hanya masyarakat umum saja yang terganggu aktivitasnya karena kendala kekurangan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Hal serupa juga dirasakan petani yang mengkhawatirkan kelangsungan hidup komoditas tanamannya.

Hal ini juga dialami petani cabai Jatim yang merasa khawatir akan ancaman fenomena kemarau panjang, El Nino. Dikhawatirkan fenomena El Nino ini akan mempengaruhi produksi hasil pertanian.

Meskipun demikian, hingga ini produksi beberapa jenis tanaman masih bisa dikatakan stabil khususnya untuk berbagai jenis tanaman cabai, baik rawit, besar. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Jawa Timur Sukoco. Namun dirinya mengkhawatirkan efek El Nino akan pada produksi cabai akan mulai terlihat oktober nanti.

Baca:  Pemkab Malang Serius Menanggapi Infrastruktur Wilayah Perbatasan

“Yang mengkhawatirkan jika Oktober belum hujan sehingga bisa mengganggu produksi pada tanaman yang panen bulan itu,” ujarnya, Selasa (4/8/2015).

Jenis cabai yang kelangsungan produksinya paling terancam adalah jenis cabai rawit merah. Sedangkan untuk jenis cabai lainnya tidak begitu besar pengaruhnya. Sebab, untuk cabai merah besar yang sentra tanamannya di Jember dan Banyuwangi akan memasuki panen bulan September.

Saat normal, rerata luasan panen untuk jenis tanaman cabai merah rawit di Jatim mencapai 5.000 hektare per bulan. Sementara kapasitas luasan panen untuk jenis cabai merah besar dan keriting mencapai 1.300-1.400 hektare per bulan.

Diperkirakan penurunan produksi cabai rawit merah akan mencapai 30% jika hingga Oktober belum juga turun hujan. Hal ini tentu akan mengganggu pasokan cabai rawit merah di pasaran. Sebagai efek sampingnya, akan terjadi kenaikan harga jika ketersediaan barang di pasar tidak dapat mengimbangi kuota permintaan pembeli.

Baca:  Demo Petani di Jember Berujung Bentrok

Sementara itu, panen cabai dalam jumlah baru bisa dilakukan pada awal tahun 2016.

“Karena itulah, petani cabai masih melihat dengan seksama fenomena El Nino. Mudah-mudahan musim kemaraunya tidak panjang,” ujarnya.

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *