Home » Uncategorized » Jombang Gencarkan Investasi Agropolitan, Pertanian, dan Peternakan
Master tukang, tutorial pertukangan

Jombang Gencarkan Investasi Agropolitan, Pertanian, dan Peternakan

Jombang Gencarkan Investasi Agropolitan, Pertanian, dan Peternakan.Jombang telah berkembang menjadi salah satu kawasan yang dilirik investor. Potensi ekonomi kabupaten Jombang khususnya sektor agro industri sangat menjanjikan. Upaya tersebut dilakukan karena sejuah ini, industri di sektor pertanian yang sudah berkembang hanya pada peternakan saja, yaitu sapi potong. Sementara untuk sektor lainnya, seperti pertanian berbasis pangan dan perkebunan dan lainnya masih belum tersentuh sama sekali.

“Intinya kami ingin melakukan lompatan. Kalau sudah ada industri kecil, kami berbahap menjadi industri menengah, yang industri menenbgah menjadi besar. Kalau target investasi, kami tidak berani menetapkan berapa besaran investasi yang ingin kami capai di sektor agropolitan ini sebab upaya tersebut lebih pada penguatanekonomi produktif,” tegasnya.

Pengembangan agropolitan, ujarnya, direncanakan di wilayah Pengembangan Mojowarno dengan fungsi menjadi pusat Agropolitan tingkat kabupaten yang meliputi kecamatan Mojowarno, kecamatan Bareng, kecamatan Wonosalam dengan luas 344,38 hektar.

Baca:  Mulai Hari Ini Tarif Bus AKDP di Jatim Mengalami Kenaikan

Keinginan Jombang untuk menjadikan Mojowarno menjadi basis industri agropolitan karena ditunjang oleh berbagai potensi yang ada. Di desa Bareng misalnya, menjadi basis produksi komoditas pangan seperti padi, jagung dan kedelai. Desa Ngoro menjadi basis produksi komoditas tomat dan cabe, desa Wonosalam menjadi basis produksi komoditas buah seperti durian, mangga dan pisang. Wonosalam dan Bareng juga terkenal sebagai produsen cengkeh, poki, nilam dan kakao.

Selain itu, desa Mojowarno dan Ngoro juga memiliki potensi sebagai produsen komoditas perikanan seperti ikan lele dan nila. Sementar itu, untuk sektor peternakan, Mojowarno, Wonosalam dan Ngoro juga terkenal dengan produksi sapi dan susu sapi perah.

“Berdasarkan komoditi unggulan yang dimiliki wilayah Mojowarno, untuk pengembangan industri hilir, kami telah memetakan menjadi beberapa cluster. Sedikitnya, ada 6 kluster yang sudah kami siapkan,” tekannya.

Ke enam kluster tersebut diantaranya adalah kluster Industri pengolahan tanaman pangan dengan jenis komoditi industri berupa beras, beras jagung dan susu kedelai di desa Bareng dengan industri skala kecil. Kluster kedua adalah industri pengoalahhan tanaman pangan dengan jenis komoditi berupa tepung beras, gula rendah kalori berbahan jagung dan susu kedelai. Industri yang diirikan ini berskala menengah besar.

Baca:  Pilgub Jatim Partai Demokrat Tetap Optimis Soekarwo Menang

Ketiga kluster industri pengolahan sayur dengan jenis komoditi industri berupa saos cabe, saos tomat, cabe bubuk, Cabe kering atau bawang goreng untuk industri skala kecil di desa Ngoro. “Selain itu, ada juga kluster industri pengolahan sayuran skala menengah dan besar dengan pusat pengembangan di kawasan industri Mojowarno,” tambah Budi.

Sementara untuk kluster industri buah dengan jenis komoditi makanan dan minuman berbahan durian, mangga dan pisang untuk skala industri kecil berpusat di desa Wonosalam dan untuk skala industri menengah besar berpusat di kawasan industri Mojowarno.

“Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkot Jombang juga sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 668 miliar untuk pengembangan infrastruktur jalan untuk akses di wilayah pengembangan agropolitan selama tiga tahun kedepan. Kami sudah memulai dengan melakukan pelebaran jalan di Mojowarno hingga Ngoro dan di daerah Kabuh. Nantinya, tidak akan ada lagi jalan dengan lebar 5 meter dan akan berubah menjadi 7-8 meter,” tegasnya.

Baca:  Sapi Perah Jatim Bertambah 29.000 Ekor Impor dari Australia

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Penanaman Modal Kabupaten Jombang, Sustiyonadi mengungkapkan bahwa Jombang saat ini menjadi salah satu daerah yang cukup diminati oleh investor. Di tahun ini saja, dari total target investasi yang ditetapkan sebesar Rp 900 miliar, pencapaiannya hingga akhir 2014 mencapai Rp 1,5 triliun. “Untuk tahun depan, harapan kami minimal sama dengan tahun ini,” kata Sustiyonadi.kbc6

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *