Home » Uncategorized » Keluhan Petani Sidoarjo di Balik Kunjungan Menteri Pertanian
Master tukang, tutorial pertukangan

Keluhan Petani Sidoarjo di Balik Kunjungan Menteri Pertanian

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan kunjungan lapangan kepada para petani Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, pada hari Kamis (30/7/2015). Selama kunjungan yang juga dihadiri wartawan tersebut, dirinya nampak sumringah ketika kedua tangannya menggenggam padi dan kedelai hasil tanam.

Sejumlah pejabat lain yang mengikutinya juga nampak tersenyum lebar dalam pose di depan bidikan dan sorotan kamera pewarta sembari mengangkat hasil panen petani. Pejabat yang ikut serta dalam kunjungan tersebut diantaranya Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Komandan Korem Kolonel (Inf) Rahmad, Dandim 0816 Letkol (Kav) Rizki Indra Wijaya.

Para pejabat memamerkan kekayaan bumi nusantara yang dipanen para petani lokal tersebut. Sumringahnya para pejabat seolah menunjukkan pertanian yang sukses dengan pangan melimpah tak perlu khawatir kelaparan.

Baca:  Sekolah di Surabaya Tidak Siap Terapkan Kurikulum Baru

Namun, dibalik senyum lebar para pejabat itu terselip derita petani. Salah seorang petani dalam acara tersebut mengeluhkan, “Tambah susah jadi petani.”

Menurutnya, harga padi dan kedelai tidak pernah berpihak pada mereka. Sehingga, dengan jerih payah dan kerja keras dalam bercocok tanam, mereka nyaris tak pernah mendapat untung.

Ketua kelompok Tani Sumber Bahagia, Supriyadi, mengungkapkan, bahwa anggotanya mengeluh rugi setiap panen kedelai. Hasil panen kedelai tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan petani untuk menanam dan merawatnya. Kedelai dari petani hanya dibei dengan kisaran harga Rp 6000/kilogram.

“Bagaimana kami bisa bertahan kalah harus bersaing dengan kedelai impor? Adanya kedelai impor ini membuat kadelai kami dihargai rendah,” keluhnya. Dia meminta agar pemerintah membatasi impor kedelai sehingga ada peningkatan harga kedelai lokal.

Baca:  Menghasilkan Uang dari Blog dan Website, Ini Tipsnya

Menteri Pertanian Amran Sulaiman, memanen pertanian hasil program Upsus atau Upaya Khusus pagi tadi. Upus dilaksanakan di atas lahan padi seluas 60 hektar.

Untuk benih kedelai, ditanam di atas lahan seluas 6 hektar. Saat petani butuh kepastian, Amran memberikan harapan.

“Kami berharap panen raya di daerah Sidoarjo ini bisa diserap Bulog,” ujarnya. Sang menteri memberikan batuan berupa 40 pompa air, 11 hand tractor dan 4 mesin tanam padi.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *