Home » Uncategorized » Khofifah Mengaku Belum Memutuskan Maju Pilgub Jatim
Master tukang, tutorial pertukangan

Khofifah Mengaku Belum Memutuskan Maju Pilgub Jatim

khofifah
Sumber Gambar: antaranews.com

Khofifah Indar Parawansa ,Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU ini mengaku belum memutuskan bakal maju Pilgub Jatim tahun depan. Meski begitu, sejumlah parpol berbasis Nahdhatul Ulama (NU) mengisyaratkan bakal mengusung Khofifah untuk menantang incumbent, Soekarwo dan Syaifullah Yusuf, gubernur dan wakil gubernur Jatim saat ini.

Khofifah menyatakan dirinya tidak akan gegabah untuk maju lagi Pilgub Jatim. Ia juga membantah sudah membentuk tim khusus untuk test case kekuatan suaranya di Jatim. Termasuk menanggapi soal munculnya sejumlah atribut dukungan terhadap dirinya. “Saya dan teman-teman di sini (kantor Muslimat NU) juga kaget, kok ada spanduk seperti itu di Surabaya, bukan saya yang membuat, foto yang dipasang juga foto lama kan,” bantah Khofifah.

Spanduk itu bertuliskan “Khofifah Kembali!!! Saatnya Orang NU Jadi Gubernur Jatim.” Di spanduk itu juga terpampang foto Khofifah. Spanduk Khofifah itu terpasang di beberapa titik di Surabaya. Diantaranya di persimpangan Jalan Dharmawangsa dan Bratang, Surabaya. “Tapi, bagaimanapun saya menyampaikan terima kasih atas atensi berbagai pihak yang selama ini masih memberi apresiasi kepada saya,” tambahnya.

Lanjut Khofifah, masih melihat situasi perkembangan peta politik di nasional maupun Jawa Timur. Ia tidak membantah, ada banyak tokoh dan ulama Jatim yang meminta dirinya kembali maju calon gubernur 2013. Ada pula sejumlah tokoh nasional yang menawarinya maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014. “Saya belum memutuskan apa-apa, saya memutari orbit dulu sampai kalkulasinya matang, baru akan memberikan sebuah keputusan,” ujar Khofifah.

Baca:  Golkar Tentukan Calon Gubernur Jatim Akhir September

Ia menyampaikan terima kasih atas atensi berbagai pihak yang selama ini masih memberi apresiasi terhadap dirinya. Bahkan, spanduk-spanduk yang mulai bermunculan di Surabaya dan sekitarnya membuktikan bahwa namanya masih diperhitungkan.

Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan era Presiden Gus Dur tersebut mengatakan, sebelum memutuskan maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur maka harus dihitung dari semua sisi atau aspek. Belum lagi menghitung kemungkinan masih adanya daftar pemilih tetap yang saya nilai palsu dan beraneka manipulasi.

“Saya tentu berharap pilgub itu Demokratis. Saya juga masih menyimpan ‘file’ pada Pemilihan Gubernur 2008 serta bukti lainnya. Sehingga saya pikir, adanya konsisten penyelenggaraan pemilihan bersih harus dihitung sungguh-sunggu supaya tidak tercederai yang kedua kali,” tutur wanita asli Jemur Ngawinan, Surabaya ini.

Khofifah Didukung Partai Hijau

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hampir dipastikan bakal kembali mengusung Khofifah Indar Parawangsa sebagai calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) pada 2013. Sementara mengenai calon Wakil Gubernurnya diserahkan kepada Khofifah, termasuk kemungkinan berpasangan dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Radjab.

“Ibu Khofifah memang tetap kita jagokan, kita popularitasnya makin hari makin tinggi. Sosialisasi yang dilakukan Ibu Khofifah memang sangat genjar,” kata Romahurmuzy, Sekretaris Jenderal DPP PPP di Jakarta, Kamis (27/9).

Menurut Romy – sapaannya, Khofifah adalah aset Nahdatul Ulama (NU), terbukti ketika diadakan pemilihan ketua Muslimat NU beberapa waktu lalu, Khofifah terpilih secara aklamasi. Hal itu diantaranya yang akan menjadi pertimbangan PPP dalam mendukung Khofifah dalam sebagai calon gubernur Jatim.

Baca:  Pemungutan Dana PSKS Madiun Rp 100 Ribu

“Suara perempuan di Jatim adalah pemilih setia dan solid ini jumlahnya banyak. Karena itu kenapa ketika pemilihan gubernur terdahulu kita kalah tipis, karena tokoh-tokoh NU terpecah tetapi suara perempuannya tetap setia. Nah, kita menginginkan nantinya suara NU bulat, tidak terpecah lagi. Kalau dukung Khofifah, suara NU harus ke dia bukan ke calon yang lain,” katanya.

PPP menilai, hasil pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) mengalahkan incumbent Gubernur DKI Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Mayjen Pur Nachrowi Ramli bisa menjadi ilham bagi pelaksanaan pilgub di Jatim.

“Secara kualitas incumbent (Gubernur Jatim Sukarwo) unggul, karena itu diperlukan sang penantang (chalengges) juga harus memiliki keunggulan. Nah, sang penantang itu yang memiliki keunggulan adalah Khofifah. Nah, kita berharap dampak pilgub DKI yang bisa mengalahkan incumbent bisa menjalar di Jatim, dimana incumbent juga bisa dikalahkan,” katanya.

Romy menegaskan, meski PPP terikat kontrak dengan Sekretariat Gabungan (Setgab) untuk mendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun dipastikan hal itu tidak akan terjadi di Pilgub Jatim. Jika pada Pilgub DKI Jakarta, PPP mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) bersama partai koalisi lainnya seperti Partai Demokrat, Partai Golkar, PKS dan PAN tidak akan sejalan lagi.

“Pada pilgub DKI kita mendukung Fauzi Bowo karena lebih melihat pada figur, bukan karena ada kaitannya koalisi di pemerintahan. Kalau untuk Pilgub Jatim, figur yang tepat kita dukung adalah figur Khofifah yang memiliki kedekatan secara kultural dengan NU, bukan figur incumbent,” katanya.

Baca:  Heboh..!, Dukun Aswong Menggandakan "Uang" 1,2 Triliun

Dukungan PPP pada pilgub Jatim, kata Romy, kemungkinan tidak akan berubah seperti pada pilgub Jatim terdahulu, yakni mendukung mantan Menteri Perananan Wanita pada Kabinet Pemerintahan Abdurrahman Wahid itu sebagai calon Gubernur Jatim untuk periode 2013-2018. “Dukungan ke Ibu Khofifah secara resmi dari PPP akan diputuskan pada akhir 2013, kira-kira pada bulan Desember. Selain akan melihat hasil survei, juga mendengar aspirasi dari warga NU yang kita harapkan tidak pecah lagi dalam Pilgub Jatim nanti,” jelas dia.

Sementara itu, DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan baru akan menyikapi Pilgub Jatim pada pertengahan November mendatang. Ini karena PKB masih mempunyai keyakinan untuk mendorong Pilgub tidak dipilih secara langsung, melainkan dikembalikan lagi ke DPRD. “Kita akan mendorong komisi II DPR untuk mempercepat RUU Pilkada dan mendukung rekomendasi NU untuk mengembalikan Pilkada ke DPRD.” ujar Sekjen DPP PKB Imam Nahrawi, dihubungi Surabaya Pagi, kemarin.

Masih terkait Pilgub Jatim, Nahrawi menyatakan ada sejumlah kader NU dan kader terbaik PKB yang layak untuk dipilih. Seperti diketahui, ada sejumlah nama kader NU dan juga kader terbaik PKB, yakni Saifullah Yusuf (mantan Sekjen DPP PKB) dan Khofifah. “Tapi kita tak membahas Pilgub dulu, karena kita sedang konsentrasi verifikasi parpol. Nanti lah.” tandas dia. n (rko/arf/si/surabayapagi.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

3 comments

  1. I’ve study a number of nutrients here. Definitely price bookmarking to get returning to. I’m wondering that the lot effort you set to develop such spectacular educational site.

  2. Buat temen-temen semua yg punya masalah dlm bercinta.skrg sy sdh tau solusinya,ada seseorang yg bs
    membatu namanya MBAH SUGEL.dlu sy di campakkan suami bahkan menikah lg,setelah sy minta tlg sm
    beliau suami sy langsung ceraiin istrinya dan balik sm sy lg dan sgt setia pd sy
    ilmu MBAH SUGEL betul2 ajaib,sy sdh melihat buktinya….bagi teman teman yg ada masalah
    dlm rumahtangga baik laki atau perempuan,suami atau istri selingkuh,kawin lagi,
    mau menang sendiri,atau ada masalah dgn pacar,ada yg di sukai tp tdk menyukai kita,segra hub
    MBAH SUGEL di nmr;085 340 790 799..beliau pasti membantu kalian….terim kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *