Home » Uncategorized » Kunjungan Komnas Perlindungan Anak, Ponpes Millinium Sidoarjo dinilai tak layak
Master tukang, tutorial pertukangan

Kunjungan Komnas Perlindungan Anak, Ponpes Millinium Sidoarjo dinilai tak layak

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, melakukan kunjungan ke gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Millinium, Tenggulunan, Candi pada hari Senin (3/8/2015). Pada kesempatan tersebut, dia menyampaikan penilaiannya terhadap ponpes tersebut.

Dikatakannya, ponpes Millinium tidak ayak anak. Kunjungan Arist ini dilakukan setelah dirinya membaca di berbagai media sosial yang mengabarkan puluhan anak di pondok itu hidup terlantar. Dalam kunjungannya, ia didampingi pengasuh pondok, Ustaz Muhammad Khoirul Sholeh Efendie atau kerap dipanggil Gus Mad.

Gus Mad, mengajak Arist masuk ke satu per satu ruangan perawatan anak untuk melihat keadaan mereka secara langsung, termasuk ke ruangan bayi. Dalam kunjungannya tersebut, Arist juga berinteraksi dengan para pengasuh dan bayi-bayi yang dirawat di ponpes.

Baca:  Sopir MPU Pamekasan Ngeluruk Kantor DPRD

Setelah melihat langsung keadaan di ponpes dirinya menilai bahwa fasilitas di sana tidak memenuhi untuk menampung anak-anak tersebut. Menurutnya, kapasitas kamar dianggap terlalu kecil untuk menampung jumlah anak.

“Secara jujur saya katakan, ruangan ini tidak layak anak. Pak Kiai (Gus Mad) bisa dituntut karena abai hak kesehatan anak-anak. Satu ruangan kecil itu dihuni 9-15 anak dengan 1 pengasuh. Harusnya 2-3 anak saja idealnya,” ujar Arist.

Namun Arist tidak menyalahkan pihak pondok pesantren. Menurutnya, konsidi pondok ini tidak layak justru karena pemerintah yang lalai. Pasalnya, Ponpes Millinium memang tidak didesain untuk bayi, melainkan anak-anak usia sekolah. Namun, pihak pondok sendiri tidak mungkin menolak bayi yang dititipkan, dengan alasan kemanusiaan.

“Tapi karena beliau ini tidak bisa menolak kiriman bayi yang ditelantarkan, akhirnya atas nama kemanusiaan beliau mau menerima. Ini inisiatif beliau, sekarang tinggal bagaimana pemerintah pusat dan daerah. Jangan alpa melihat ini,” kata Arist.

Baca:  Wanita Hamil Meninggal Di Halte

Arist mengaku trenyuh dengan kondisi bayi di ponpes. Pasalnya, beberapa bayi mengidap penyakit serius seperti hydrocephalus, leukimia, gizi buruk bahkan ada bayi yang terinfeksi HIV/AIDS. Menurut Arist, seharusnya negaralah yang mengasuh bayi terlantar ini.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *