Home » Uncategorized » PAD Jatim Terdongkrak oleh Volume Kendaraan
Master tukang, tutorial pertukangan

PAD Jatim Terdongkrak oleh Volume Kendaraan

mobil jatim
foto:bisnis.com

Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jatim sedikit lega. Karena di tengah-tengah anjloknya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pertumbuhan kendaraan yang selama ini menjadi sumber utama PAD Jatim mulai melonjak di tahun 2012. Pada periode Januari hingga September 2012, pertumbuhan kendaraan naik 7,12 persen dibandingkan tahun 2011.

Kabid Pajak Dinas Pendapatan Daerah(Dispenda) Jatim Aris Sunarya mengatakan jumlah kendaraan baru yang mengalami peningkatan signifikan adalah kendaraan alat besar yaitu sekitar 6.700 persen dari 1 unit menjadi 68 unit. Kemudian diikuti jenis Jeep yang meningkat 44,96 persen dari 2.393 unit menjadi 3.469 unit.

Truk dan sejenisnya sekitar 41,44 persen. Tahun sebelumnya hanya 16.325 unit truk. Tahun ini, hingga bulan September ini meningkat menjadi 23.090 unit. “Perbandingan kendaraan baru tahun 2011 dengan 2012 sampai September, meningkat 7,12 persen. Selisih objek kendaraannya 58.939 unit,” kata Aris, di Surabaya, kemarin (5/10).

Baca:  Konser Amal Orkestra Jalanan di Surabaya Peringati Hari Ibu

Aris menjelaskan, selain kendaraan besar kendaraan kecil juga meningkat seperti Station wagon meningkat 40 persen dari 33.565 kendaraan jadi 47.291 unit. Sedangkan sepeda motor hanya mengalami peningkatan sekitar 4,91 dari 773.610 kendaraan jadi 811.583 kendaraan. Sementara itu, jumlah kendaraan baru yang mengalami penurunan tajam adalah kendaraan jenis sedan sekitar 30,66 persen, yakni dari 1.885 unit sedan di tahun 2011 menjadi 1.307 unit tahun 2012 ini.

Kendaraan bus dan sejenisnya juga mengalami penurunan hingga 14,13 persen, dari 637 unit di tahun 2011 menjadi hanya 547  unit tahun ini. Total kendaraan bermotor di Jatim hingga periode Agustus 2012, mencapai 15.365.281 unit. Namun, dari jumlah tersebut, objek kendaraan yang sudah daftar ulang (pengesahan STNK) 5 tahunan sebanyak 12.504.207 kendaraan, terdiri mobil penumpang sebanyak 934.690 unit. Bus 20.884 unit. Mobil barang 441.945 unit. Sepeda motor 11.104.959 unit dan alat berat atau kendaraan besar sebanyak 1.729 unit.

Baca:  Pembangunan Teluk Lamong Sudah Mencapai 69%

Adapun objek kendaraan yang tidak daftar ulang (status kendaraan rusak atau hilang, kecelakaan, alamat tidak jelas atau kendaraan lapor jual) sebanyak 2.861.074 unit terdiri dari, mobil penumpang sebanyak 116.313 unit. Bus 3.621 unit. Mobil barang 69.826 unit. Kendaraan besar atau alat berat 101 dan sepeda motor sebanyak 2.671.213 unit.

Meningkatnya pertumbuhan jumlah kendaraan di Jatim tersebut disambut positif anggota DPRD Jatim. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim Ahmad Nizar Zahro, misalnya, langsung menyatakan bahwa dengan fakta meningkatnya jumlah kendaraan tersebut berarti tidak ada alasan bagi Pemprov Jatim untuk memproyeksikan pendapatan daerah 2013 nanti hanya naik 1 persen, dari Rp 7,733 triliun menjadi Rp 7,779 triliun. “Proyeksi itu terlalu kecil, dan tidak masuk akal,” tutur Nizar, kemarin. (rou/hen/jpnn)

Baca:  Keperawanan Siswi MTS Tuban Ditukar Boneka

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *