Home » Uncategorized » Pejabat Sampang dan Empat Germo Ditangkap
Master tukang, tutorial pertukangan

Pejabat Sampang dan Empat Germo Ditangkap

Pejabat Sampang dan Empat Germo Pelacuran Anak Ditangkap . Seorang pejabat di Sampang, Madura, dan empat germo ditahan Polrestabes Surabaya karena mengeksploitasi seorang gadis berusia 15 tahun. Sebut saja Lily, asal Lamongan. Gadis ini dilacurkan dari hotel ke hotel dengan tarif Rp 1,5 juta. Kasus ini terungkap setelah polisi menggerebek Wisnu Hartono, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, yang mengencani Lily. Sementara korban kini mengalami trauma berat dan dititipkan ke pusat pelayanan terpadu (PPT) RS Bhayangkara Polda Jatim.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Setija Junianta membenarkan penyidik sudah menetapkan Wisnu Hartono (WH) menjadi tersangka. Menurut Setija, tersangka WH ditangkap Sabtu (20/12) sekitar pukul 12.30 Wib. Pejabat di lingkungan Pemkab Sampang itu dinilai terbukti menggauli anak di bawah umur. Meski perannya sebagai pembeli atau pengguna, tapi ia harus mempertanggungjawabkan secara hukum. “Dia (Wisnu Hartono, red) sekarang sudah kami tahan,” ujar Setija didampingi Kasat Reskrim AKBP Sumaryono di Mapolrestabes Surabaya, Senin (22/12).

Selain Wisnu, polisi juga menetapkan sejoli pasangan kumpul kebo sebagai tersangka, yakni Hadi alias Ega (29 tahun) warga Barisan Sampang, dan Via (22 tahun) asal Lamongan. Kemudian Nuri (29 tahun) dan Syaiful (30 tahun), keduanya warga Sampang, Madura. Empat tersangka ini berperan sebagai mucikari alias germo. Merekalah yang melacurkan korban (Lily) kepada lelaki hidung belang lain.

Baca:  Sopir MPU Pamekasan Ngeluruk Kantor DPRD

Menurut keterangan polisi, terungkapnya kasus trafiking ini berawal dari laporan orangtua Lily. Gadis ini memang sudah tidak sekolah. Sekitar tiga bulan tidak pulang ke rumah. Orangtuanya yang mencari malah mendapat kabar, bahwa anaknya biasa dibooking om-om di Surabaya. Setelah ditelurusi Polrestabes Surabaya, terungkap bahwa korban terjerumus ke lembah hitam. Berawal dari perkenalannya dengan Via dan Hadi, germo yang selama ini kumpul kebo.

Berawal dari perkenalan dengan Ratna. Kemudian Ratna mengenalkan korban kepada Via. Waktu itu korban meminta pekerjaan ke Via dan dicarikan kerja di tempat hiburan malam di Lamongan. Namun karena masih di bawah umur, korban selalu ditolak bekerja.
Sambil terus mencari kerja, korban tinggal di kos-kosan Via selama 3 bulan. Via mempunyai pacar bernama Hadi. Pasangan tak resmi ini lantas menawarkan korban ke lelaki hidung belang dengan tarif Rp 1,3 juta hingga Rp 1,5 juta. Selama di Surabaya, Lily laris mendapat bokingan dan melayani di beberapa hotel, diantaranya di Pasar Besar, V3, dan Sampang, Madura.

Baca:  Jalur Mandiri Universitas Brawijaya tak Masuk UKT

Ada dua lelaki hidung belang yang menggauli korban, yakni MP dan NJ. MP menggauli korban sekali di sebuah hotel di Pamekasan. Sementara NJ enam kali menggauli korban di Hotel Pasar Besar Surabaya. “Korban dijual dengan tarif Rp 1,3 juta hingga Rp 1,5 juta, tergantung penawarnya,” terang Setija.

Setelah dari tangan Via dan Hadi, korban kemudian dikenalkan Nuri dan Syaiful. Korban kemudian pindah dari Lamongan dan tinggal di kos Nuri di wilayah Surabaya. Oleh Nuri dan Syaiful, korban juga ditawarkan ke lelaki hidung belang. Diantarnya tiga lelaki berinisial MN dan CC. Terakhir korban diboking WH (Wisnu Hartono) yang belakangan diketahui pejabat Pemkab Sampang.

Baca:  Nasib Bunga, Diperkosa Bapak Tiri dan Dijual Ibu Kandung

Wisnu menggauli korban tidak di Surabaya, melainkan diajak check in di hotel di Camplong, Sampang. Wisnu memesan korban dengan tarif Rp 1,3 juta. “Korban sendiri tak mendapat pembagian komisi. Korban hanya dicukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari, seperti makan, pakaian, diajak dugem dan dibelikan handphone,” papar Setija.

Akibat perbuatan yang dilakukan empat tersangka, mereka dijerat Pasal 2 jo Pasal 17 Undang-undang 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Perdagangan Orang, dan atau Pasal 88 Undang-undang Nomor 23 Tahun 200e tentang Perlindangan Anak.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *