Home » Uncategorized » Pembangunan Mal Tambak Osowilangon Akan Dilanjutkan Maspion
Master tukang, tutorial pertukangan

Pembangunan Mal Tambak Osowilangon Akan Dilanjutkan Maspion

maspionSetelah 15 tahun mangkrak, Maspion Group melalui PT Bintang Osowilangon, siap melanjutkan pembangunan pusat perbelanjaan mal Tambak Osowilangon dengan investasi Rp 18 miliar. Rinciannya, Rp 12 miliar untuk hotel bintang dua dan Rp 6 miliar untuk pembangunan gedung pusat perbelanjaan. Demikian diungkapkan Eska Kanasut, Direktur Properti Maspion Group, di Surabaya, kemarin (2/10).

“Bangunan mal Tambak Osowilangon yang ada sekarang akan dilanjutkan. Rencananya, lantai I untuk pusat perbelanjaan, lantai II untuk hotel, dan lantai III untuk ruang pertemuan,” papar dia. Menurut Kanasut, PT Bintang Osowilangon telah mengirimkan surat ke Walikota Surabaya tertanggal 30 Agustus 2012. Isinya menyatakan kesiapan melanjutkan pembangunan pusat perbelanjaan di Tambak Osowilangon.

Meski saat ini bus dari arah Pantai Utara Jawa (Pantura) tidak masuk Terminal Mal Tambak Osowilangon. Untuk melanjutkan pembangunan itu, Kanasut mengatakan jika pihaknya telah mengajukan permohonan zooning (peruntukan). Yakni, permohonan perubahan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pusat perbelanjaan menjadi hotel, ruang pertemuan, pusat busana muslim, pusat kerajinan, dan pujasera.

Baca:  Gubernur Jatim Diminta Berlakukan Upah Minimum Sektoral

“Kami mengajukan perubahan IMB untuk Mal Tambak Osowilangon menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi,” kata Kanasut. Namun, lanjut dia, kendala di lapangan kemudian muncul karena ketika mengajukan zooning ke Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA), PT Bintang Osowilangon diminta bukti kepemilikan tanah.

Pasalnya, Pemkot Surabaya mengaku belum pernah menerbitkan Hak Guna Bangunan (HGB) di atas tanah Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Pemkot Surabaya. “Padahal, kami sudah pernah mengajukannya,” tandas dia. Ia mengungkapkan bahwa pusat perbelanjaan Tambak Osowilangon dibangun di atas tanah Pemkot Surabaya seluas 20.000 meter.

Antara Pemkot Surabaya dan PT Bintang Osowilangon terikat dalam perjanjian nomor 62/1996 tentang kontrak tempat usaha. Perjanjian
itu kemudian disahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 644.135-1043 tertanggal 18 September 1997, yang ditandatangani Mendagri Moh Yogie SM. “Jadi, kerja sama PT Bintang Osowilangon dengan Pemkot Surabaya sudah legal.

Kalau kemudian wali kota Surabaya dengan surat nomor 180/4659/436.1.2/2011 tertanggal 28 Agustus 2011 minta pengembalian lahan dikarenakan tidak pernah menerima surat pengesahan dari Mendagri, tentu ini aneh. Karena surat Mendagri tersebut juga dikirim ke wali
kota Surabaya,” jelas dia.

Baca:  Pacu Kinerja, PT Varia Usaha Menambah Armada Truk dan Kapal Cargo

Menurut Kanasut, kalau merasa belum menerima surat pengesahan Mendagri, mestinya melakukan klarifikasi ke Mendagri. Selaku investor tidak keberatan dan itu adalah langkah yang tepat. Sementara itu, ketika mengkonfirmasi ke kantor Dinas Pengelolaan Tanah
dan Bangunan, diperoleh informasi kalau Pemkot Surabaya tidak pernah memiliki alat bukti atas tanah di Tambak Osowilangon.

Statusnya sampai sekarang masih tanah pethok D. Bahkan pernah ada ahli waris yang mengaku memiliki tanah datang dan mengklaim
sebagai pemilik tanah itu. Lalu dari mana Pemkot Surabaya memperoleh tanah itu? Sumber di Pemkot Surabaya mengatakan kalau tanah itu merupakan hasil konpensasi atau partisipasi perusahaaan yang membangun pusat perbelanjaan modern di Surabaya. Kanasut menambahkan, untuk mendukung perluasan terminal Tambak Osowilangon, PT Bintang Osowilanguin siap mengembalikan ke Pemkot Surabaya tanah seluas 3.000- 5.000 meter tanah yang berbatasan langsung dengan terminal. (za/hen/jpnn)

Baca:  Universitas Brawijaya Juara Umum Kompetisi Jembatan Indonesia 2012

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *