Home » Uncategorized » Polisi terima Laporan Dugaan Politik Uang terkait pilkada Sidoarjo
Master tukang, tutorial pertukangan

Polisi terima Laporan Dugaan Politik Uang terkait pilkada Sidoarjo

Polres dan Kejari Sidoarjo telah menerima laporan dugaan politik uang atau mahar politik yang dilakukan oleh salah satu calon bakal bupati pada hari Selasa (4/8/2015). Diduga, mahar politik ini dilakukan oleh antara bakal calon Bupati Sidoarjo Utsman Ikhsan dan Partai Gerindra memasuki meja Polres dan Kejari Sidoarjo.

Laporan kecurangan ini dilayangkan oleh Muhammad Sholeh, mantan bakal calon Bupati Sidoarjo dari Partai Gerindra. Diberitakan sebelumnya, Muhammad Sholeh mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Sidoarjo untuk melaporkan dugaan money politic yang dilakukan calon bupati Utsman dan Partai Gerindra pada hari Senin (3/8).

Menindaklanjuti laporan kecurangan dengan politik uang tersebut, Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) menggelar pra gelar perkara bersama polisi dan jaksa.

Baca:  Video Porno Kakek 60 Tahun Hebohkan Boyolali

Ketua Panwaskab Sidoarjo, Ulul Azmi mengatakan, penanganan kasus ini masih memasuki tahap pengkajian.

“Maka itu saya undang kepolisian dan jaksa untuk mengkaji laporan ini,” ujarnya.

Pra gelar perkara itu melibatkan tiga lembaga yakni Panwaskab, kepolisian dan jaksa. Tiga lembaga ini berkoordinasi mengkaji dan mempelajari unsure apa saja yang ada dalam laporan dan barang bukti yang diserahkan Sholeh.

Barang bukti yang diserahkan Sholeh kepada pihak kepolisian dalam laporannya adalah rekaman yang berisi wawancara Utsman di stasiun televisi swasta. Dalam wawancara ersebut Utsman mengaku menghabiskan banyak uang untuk dapat rekomendasi.

Ulul menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin tergesa-gesa menyimpulkan kasus ini. Meski dia telah mendapatkan rekomedasi dari polisi dan jaksa, tetapi pengambilan kesimpulan harus diputuskan melalui forum gelar perkara.

Baca:  Buktikan Cinta, Ibu Muda dari Manukan Tikam Mantan Pacar

“Yang jelas kasus ini dalam proses,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kasatreskrim Polres Sidoarjo AKP Ayup Diponegoro. Dirinya mengakui polisi masih membutuhkan waktu untuk mempelajari laporan ini setidaknya tiga hari sebelum mengambil kesimpulan.

“Kami sudah memberikan pandangan kami dalam kasus ini. Nanti pihak panwaskab-lah yang akan mengampaikan kesimpulannya. Paling tidak, keputusan itu membutuhkan waktu sekitar tiga hari,” ungkap mantan Kasatreskrim Polres Gresik itu.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *