Home » Uncategorized » Ridwan Hisjam Terancam Sanksi Jika Tak Dukung Karsa
Master tukang, tutorial pertukangan

Ridwan Hisjam Terancam Sanksi Jika Tak Dukung Karsa

Ridwan Hisjam Terancam Sanksi Jika Tak Dukung Karsa. Manuver Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Ridwan Hisjam, yang terus menyimpang dari rekomendasi partai untuk mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dalam pilgub Jatim 2013 mendatang, membuat jajaran DPD Partai Golkar Jatim terusik.

Karena itu, agar manuver tersebut tidak berpengaruh terhadap kader-kader di bawah, jajaran DPD Partai Golkar Jatim dipimpin ketuanya, Martono, menunjukkan Surat Keputusan (SK) DPP Golkar terkait rekomendasi untuk KarSa. Dalam item 4 di SK nomor R-452/Golkar/III/2013 itu, berisi ancaman sanksi bagi siapa pun kader yang melakukan tindakan di luar instruksi partai.

“Karena ini sudah menjadi keputusan partai, siapa pun yang tidak mematuhinya akan dikenai sanksi. Bisa-bisa sampai dipecat seperti yang pernah kita lakukan di Banyuwangi dulu,” tegas Martono kepada wartawan di kantor DPD Partai Golkar Jatim, kemarin (4/4).

Baca:  Biaya Kampanye Calon Gubernur Jatim Mencapai Angka 750 Miliar

Dengan demikian, apakah langkah Ridwan Hisjam yang terus mendorong diusungnya kader Golkar sebagai calon dalam pilgub akan berbuah sanksi, Martono dengan diplomatis mengatakan bahwa mantan ketua DPD Golkar Jatim itu merupakan kader terbaik yang tentu mengetahui aturan partai. “Jadi, tak mungkin Pak RH (Ridwan Hisjam, Red) sampai melanggar aturan,” ucap Martono.

Dijelaskan, sesuai dengan SK Rekomendasi DPP nomor R-452/Golkar/III/2013 tertanggal 21 Maret 2013 yang ditandatangani Ketua Umum Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham, sudah jelas bahwa partai berlambang pohon beringin ini akan mengusung duet KarSa untuk pilgub Jatim 2013.

SK itu didasarkan pada petunjuk pelaksana DPP nomor Juklak-13/DPP/Golkar/XI/2011 dan hasil keputusan rapat tim pilkada pusat pada 19 Maret
2013. Sehingga, keputusan merekom KarSa itu sudah bersifat final dan mengikat bagi seluruh jajaran pengurus dan kader serta anggota Partai Golkar.

Selain itu, menurut Martono, SK rekomendasi itu juga didukung hasil survei dari lima lembaga resmi yang melakukan survei calon gubernur yang diinginkan masyarakat Jatim. Dan, dari lima lembaga survei yang digandeng Golkar di antaranya Lembaga Survei Indonesia (LSI), Indo Barometer, Pusdeham, LSPS Unair, dan Lembaga Survei Republik (LSR), tidak satu pun yang menyebutkan elektabilitas KarSa menurun. Sebaliknya, malah terus naik.

Baca:  Ribuan Hektare Sawah Bojonegoro Diserang Hama

“Jadi kalau RH (Ridwan Hisjam, Red) menyebutkan elektabilitas (KarSa) turun, saya nggak tahu dia itu pakai lembaga survei mana? Yang jelas, dari lima lembaga survei yang kita pakai, tak ada yang menyebutkan turun,” tandas mantan dosen Pasca-Sarjana Ubaya ini.

Sebelumnya, Ridwan Hisjam memang mengingatkan pasangan KarSa terutama cagub Soekarwo. Menurut Ridwan, sesuai hasil survei lembaga independen yang dikantonginya, elektabilitas Soekarwo mulai menurun di bawah 50 persen. Sebaliknya, penantangnya yakni Khofifah mulai naik menuju ke angka 50 persen.

Namun sesuai hasil survei dari lima lembaga tersebut, Martono menjelaskan bahwa rata-rata menyebutkan tingkat elektabilitas KarSa antara 48-52 persen. Sementara, Khofifah malah jauh di bawah yakni hanya 18 persen. (radarsby.com/jpnn)

Baca:  Tarif Penyeberangan Ujung-Kamal Naik 14,9 Persen

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *