Home » Uncategorized » Semen Indonesia Akan Lahir Tahun Depan
Master tukang, tutorial pertukangan

Semen Indonesia Akan Lahir Tahun Depan

Semen Indonesia dipastikan lahir tahun depan, tepatnya 2013. Hal ini sebagai upaya restrukturisasi industri semen tanah air yang berada di bawah naungan BUMN. Direktur Utama PT Semen Gresik (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto memastikan penyatuan holding semen gresik di bawah nama PT Semen Indonesia Tbk akan dilakukan pada 2013.

“Setelah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham tahun ini (Desember), maka tahun depan holding Semen Indonesia di bawah Semen Gresik akan berlaku,” ujarnya, Rabu (28/11/2012).

Ia mengatakan penetapan fungsi kebijakan dan kegiatan strategis akan dilakukan oleh PT Semen Indonesia Tbk. Sedangkan PT Semen Gresik berada pada batas kegiatan operasional.

Pembentukan Semen Indonesia sebagai strategic holding, tidak akan mengabaikan pengelolaan ekuitas merek, karena akan hanya jadi perusahaan induk. “Sedangkan merek-merek yang bermain di pasar tetaplah Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa,” katanya

PT Semen Gresik Tbk tengah merampungkan rencana perusahaan melakukan restrukturisasi korporasi. Salah satu yang tengah dimatangkan adalah perubahan nama perusahaan menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang akan menjadi induk usaha dari perusahaan semen milik negara.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk, Dwi Sutjipto dalam keterangan pers INvestor Summit 2012 di Jakarta, Rabu (28/11/2012).  “Intinya adalah mengubah nama Semen Gresik menjadi Semen Indonesia,” katanya.

Dwi menjelaskan, dengan perubahan tersebut, perusahaan selanjutnya akan mendirikan anak usaha yang akan mengurus operasional dari Semen Gresik. Manajemen mengaku ingin mempertahankan merek semen yang sudah terkenal di kalangan konsumen tersebut.

Baca:  Semen Indonesia Raih ASEAN Energy Management Awards

Dengan pembentukan induk usaha ini, Semen Gresik berharap upaya sinergi perusahaan akan bisa diterapkan perusahaan. Sementara Semen Indonesia akan fokus pad posisinya sebagai strategic holding serta berupaya meningkatkan daya saing perusahaan di industri semen nasional.

Dengan begitu, kelima BUMN semen yang akan berada di bawah holding tersebut berada dalam kondisi sehat semua. Di luar dua BUMN semen tersebut, memang ada tiga BUMN semen lain yang akan bergabung ke holding semen Indonesia , yakni PT Semen Gresik Tbk, PT Semen Padang, dan PT Semen Tonasa. “Kita restrukturisasi untuk dua BUMN itu, sedangkan yang tiga BUMN semen lainnya langsung kita holding-kan,” kata Mustafa.

Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menambahkan, Kementerian BUMN sudah menemukan nama untuk holding BUMN semen tersebut. “Holding BUMN semen itu akan diberi nama PT  Semen Indonesia,” katanya.

Menurut Said, “Semen Indonesia” ini akan membawahi semua BUMN Semen. Sejatinya, wacana pembentukan holding semen ini sudah berhembus kencang sejak tahun lalu. Namun, waktu itu, Kementerian BUMN memutuskan Semen Gresik yang akan menjadi perusahaan holding dan membawahi beberapa perusahaan semen lain milik pemerintah.

Baca:  Easy methods to Optimize Your site for Bing.com

Dengan skenario tersebut, kegiatan produksi dan distribusi nantinya bisa diserahkan kepada sebuah anak usaha yang ada di bawah Semen Gresik. Selain itu, Semen Gresik akan membawahi empat perusahaan lain. Mereka adalah PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Semen Baturaja, dan PT Semen Kupang.

Namun, Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soejipto mengaku belum bisa mengomentari kabar pembatalan rencana lama itu. “Saya belum bisa memberi tanggapan soal itu,” kata Dwi. Saat ini, dari lima BUMN semen tersebut, hanya tiga perusahaan yang beroperasi penuh. Dua lainnya, PT Semen Baturaja dan PT Semen Kupang beroperasi tak optimal. Bahkan, Semen Kupang berhenti operasi.

Sepanjang tahun lalu, rencana pembentukan holding semen Indonesia itu terus tersendat. Salah satu penyebabnya karena rencana itu terganjal masalah pajak. Pembentukan holding industri semen bakal memunculkan beban pajak yang besar. Beban ini berasal dari pajak pengalihan aset dan pajak pengalihan tenaga kerja. Konon, nilai pajak itu mencapai Rp 1 triliun. Tapi, ketika dikonfirmasi soal potensi beban pajak ini, Said Didu enggan memberikan komentar.

Sekadar catatan, saat ini, ada tujuh produsen semen yang beroperasi di Indonesia. Mereka adalah Semen Gresik Group (SGG) yang menguasai sekitar 45% pangsa pasar, PT Indocement yang menguasai 30% pasar, dan PT Holcim Indonesia yang menguasai 15% pangsa pasar. Adapun porsi pasar sebesar 10% dikuasai secara bersama-sama oleh PT Semen Andalas, PT Semen Baturaja, PT Semen Bosowa, dan PT Semen Kupang. Jika kita lihat peta pasar tersebut, saat ini, pemimpin di industri semen Indonesia adalah Semen Gresik dan Indocement.

Baca:  Awal Tahun Semen Gresik di Vietnam Mulai Produksi

Masalahnya, permintaan semen di 2020 akan mencapai 140 juta metrik ton. Sementara, kemampuan produksi semen saat ini 60 juta ton per tahun. Artinya, kurang dari 10 tahun, harus ada peningkatan kapasitas dua kali lipat.

Kebutuhan investasi untuk membangun satu pabrik berkapasitas 2,5 juta ton per tahun adalah sekitar US$ 275 juta-US$ 325 juta, tergantung lokasi. Supaya pasokan dan permintaan tetap terjaga seperti dan masih ada ekspor, kita perlu pabrik semen baru berkapasitas 20 juta ton agar pada 2012 nanti kapasitas produksi nasional naik menjadi sekitar 65 juta ton.

Setelah melalui berbagai kajian, BUMN dan ssemen Gresik sudah bersepakat membentuk Holding bernama Semen Indonesia. Lahirnya Semen Indonesia diperkirakan terjadi pada awal tahun 2013.

Suarakan Pendapatmu

comments

One comment

  1. Terima kasih atas infonya semoga dengan lahirnya semen indonesia industri semen akan semakin ramai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *