Home » Uncategorized » Soekarwo Akan Deklarasi Sebagai Cagub Pada September 2012
Master tukang, tutorial pertukangan

Soekarwo Akan Deklarasi Sebagai Cagub Pada September 2012

Soekarwo Akan Deklarasi Sebagai Cagub Pada September 2012. Langkah Kapolda Metro Jaya DKI Jakarta Irjen Pol Untung S Radjab yang bakal maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013, mendapat perhatian dari Gubernur Soekarwo. “Jujur, bagus. Kan hasil akhirnya nanti (kalau calonnya banyak) bisa menghasilkan calon bagus dari kompetisi yang ada,” tutur Soekarwo usai salat Jumat di lingkungan kantor Pemprov Jatim, kemarin.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya DKI Jakarta Irjen Pol Untung S Radjab menyatakan siap mencalonkan diri sebagai cagub Jatim. Sikapnya belum disampaikan secara vulgar karena masih aktif dan baru pensiun dua bulan lagi. Tapi, Untung siap bila memang didukung masyarakat Jatim meski harus berhadap-hadapan dengan calon kuat, Soekarwo.

Soekarwo mengatakan, majunya Untung tersebut akan menambah jumlah calon gubernur selain dirinya. Itu, lanjut mantan Sekdaprov Jatim ini, menggambarkan kalau Pilgub Jatim ternyata diminati banyak orang. Ia mempersilakan tokoh-tokoh lain untuk maju dalam pilgub yang akan digelar satu tahun mendatang ini.

Baca:  MLTR di Surabaya Siap Tampil All Out

“Justru kalau tidak ada calon yang maju, itu jadi tidak sehat,” kata Pakde Karwo–panggilan akrab Soekarwo. Pakde Karwo mengaku akan mencalonkan diri lagi dalam pilgub mendatang. Tetapi untuk deklarasi, dirinya harus bertemu terlebih dahulu dengan para ketua partai politik.
Di Demokrat, aku Pakde Karwo, kemungkinan sudah tidak ada persoalan siapa calon yang diusung yakni dirinya.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum, tambah dia, sudah menyampaikan pencalonan dirinya. Selanjutnya, Pakde Karwo akan membicarakan hal tersebut dengan DPC-DPC. “Dengan DPC-DPC memang belum ada pembicaraan, tapi ketua umum sudah menyampaikan soal
itu,” ucap dia.

Sambil menjadwalkan pertemuan dengan DPC, dirinya akan menemui para ketua partai politik untuk diajak bersamasama membicarakan   pencalonannya. Ia akan mematangkan hal itu dengan para ketua partai politik, termasuk soal sosok calon wakil gubernur yang harus disandingkan dengan dirinya. “Biar mereka yang merundingkan,” kata dia.

Selain ke partai politik, ia juga akan konsultasi dengan NU, baik struktural maupun kultural. Untuk NU kultural, dirinya melakukan pertemuan  dengan 12 kiai sepuh NU pada 15 Agustus 2012 malam lalu. Ke-12 kiai sepuh NU itu bukan hanya para kiai yang pada Pilgub 2009 lalu mendukung
dirinya, tapi juga kiai lainnya.

Baca:  Kiai Jatim Mengecam PWNU Terlibat Pilgub Jatim 2013

“Dalam pertemuan itu, kita ngobrol ngalor-ngidul. Secara formal, banyak masukan dan beliau-beliau saling berpendapat soal sosok calon  pendamping saya,” beber dia tanpa menyebutkan nama calon wakil gubernur yang diusulkan. Ia mengaku menyerahkan hal itu pada NU. Yang
penting, kata dia, calon gubernur yang akan mendampinginya nanti berasal dari nahdliyin agar bisa memberikan keseimbangan.

Bagi dia, pilihan kader NU merupakan realitas politik Jatim. Mayoritas masyarakat Jatim adalah nahdliyin. “Saya harus realistis,” akunya. Nah,  dirinya akan menyerahkan hal ini pada NU kultural dan struktural untuk memberikan rekomendasi siapa yang akan dijadikan calon pendamping
dirinya.

Terkait dengan sosok Wakil Gubernur Saifullah (Gus Ipul), ia mengaku cocok dengan Gus Ipul. Tapi, lanjut dia, dirinya harus minta pertimbangan terlebih dahulu pada NU, baik struktural maupun kultural. “Jadi, saya nunggu bagaimana izin beliaubeliau,” kata dia. Sesuai rencana, bila tidak
ada halangan, September 2012 nanti, Soekarwo akan melakukan deklarasi pencalonan bersama calon pendamping dirinya. “Deklarasi satu paket, calon gubernur dan wakil gubernur,” kata dia. (rou/rie/no/jpnn)

Baca:  Belanja Iklan Politik di Jatim Mencapai 6 Triliun Tahun 2013

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *