Home » Uncategorized » Survei Pilgub Jatim Khofifah Tempel Soekarwo
Master tukang, tutorial pertukangan

Survei Pilgub Jatim Khofifah Tempel Soekarwo

Survei Pilgub Jatim Khofifah Tempel Soekarwo. Calon incumbent Gubernur Soekarwo perlu memperhitungkan betul sosok Khofifah Indar Parawansa dalam Pilgub Jatim 2013. Ketua Umum Pusat Muslimat NU tersebut ternyata terus menempel ketat Soekarwo dalam Survei pilgub Jatim 2013. Hal tersebut paling tidak terlihat dari hasil survei pilgub Jatim terbaru Pusat Studi Demokrasi dan HAM (Pusdeham) Universitas Airlangga (Unair).

Direktur Pusdeham Mochammad Asfar mengatakan, sesuai hasil survei terbaru pihaknya pada bulan Oktober 2012, ada sepuluh figur yang diinginkan masyarakat Jatim. Dari 10 figur yang diinginkan menjadi gubernur tersebut, nama Soekarwo memang menempati peringkat pertama dengan mengantongi sekitar 50 persen.

Tapi di bawahnya, lanjut dosen Unair yang berhasil mengantarkan sejumlah kepala daerah di Jatim ini, ditempati Khofifah Indar Parawansa. “Khofifah menempati nomor urut kedua,” ungkap Asfar, kemarin (16/11).

Tapi sayang, Asfar selaku konsultan politik yang barusan berhasil mengantarkan Bupati Bojonegoro Suyoto terpilih lagi tersebut, tidak mau membeber prosentase dukungan pada diri Khofifah dalam survei pilgub jatim. Asfar juga tidak mau membeber selisih antara Soekarwo yang mendapat 50 persen dukungan tersebut dengan prosentase dukungan pada Khofifah.

“Tidak perlu saya sebutkan. Itu rahasia saya,” kelit dia. Yang jelas, lanjut Asfar, Khofifah masih punya potensi untuk mengungguli Pakde Karwo — panggilan akrab Soekarwo — dalam pilgub yang akan digelar 29 Agustus 2013 nanti. Begitu juga sebaliknya, Pakde Karwo juga bisa kian meninggalkan posisi Khofifah karena berhasil menambah dukungan.

Baca:  Plgub Jatim 2013 PDIP Siap Duetkan Khofifah - Bambang DH

Tentunya, kata dia, semua itu tergantung pada calon wakil yang akan digandeng dan partai mana yang akan mengusung keduanya. “Termasuk juga keutuhan dukungan keduanya,” tutur dia tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Peran partai terhadap dukungan calon-calon tersebut, kata Asfar, masih sangat signifikan menambah dukungan. Paling tidak, partai akan bisa menyumbangkan dukungan 50 persen hingga 80 persen suara dari kadernya untuk calon yang didukung.

Misalnya, kata Asfar, PDIP mendukung Khofifah, maka 50 persen hingga 80 persen suara kader PDIP akan menambah dukungan kepada mantan rival Pakde Karwo di Pilgub 2008 tersebut. “Sikap partai bakal menjadi bandul dukungan yang akan bisa mengerek dukungan pada calon,” jelas Asfar.

Kemudian urutan nomor ketiga calon gubernur yang dikehendaki masyarakat, kata dia, ditempati Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Meski tidak mau menyebut prosentase dukungan terhadap Gus Ipul, Asfar mengakui selisih dukungan antara Gus Ipul dengan Khofifah hanya 2 (dua ) persen. “Melihat data itu, Gus Ipul juga punya peluang untuk maju sendiri sebagai calon gubernur,” tutur dia.

Baca:  Maju Pilgub Jatim, Kapolda Jakarta Lobi Golkar

Yang menarik, di urutan keempat ternyata ditempati Wakil Wali Kota Surabaya Bambang DH. Dukungan mantan Wali Kota Surabaya tersebut cukup tinggi, bahkan mengalahkan tokoh sekaliber mantan Kapolda Metro Jaya Irjen (purn) Pol. Untung S. Radjab, yang kini sangat diperhitungkan oleh Pakde Karwo tersebut.

Dukungan t e r h a d a p Bambang DH itu juga menarik, karena namanya justru masuk dalam 10 besar nama calon gubernur yang dikehendaki masyarakat. Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sendiri, justru tidak masuk. “Bila melihat dukungan itu, duet Khofifah-Bambang DH yang sempatjadi wacana tersebut akan menjadi batu sandungan berarti buat Pakde,” kata dia.

Apalagi, lanjut dia, duet Khofifah-Bambang DH merupakan cerminan dari dua kekuatan besar yang mampu menyedot dukungan luar biasa di Jatim. Yakni, kekuatan nahdliyin diwakili sosok Khofifah, dan kekuatan nasionalis sebagai cerminan dari sosok Bambang DH yang kader PDIP tersebut. “Tapi, perlu diingat bahwa dukungan yang terlihat dari survei kami ini adalah untuk calon gubernur. Bila calon tersebut tidak maju gubernur, tapi maju jadi wakil gubernur, bisa jadi dukungannya berubah,” tutur dia.

Baca:  PWNU Jatim Akan Launching Kandidat Gubernur Bulan Januari

Karena itu, kata asfar, situasi nanti yang akan sangat menentukan. Selain nama Bambang DH, nama lain yang masuk 10 besar calon gubernur adalah Untung S. Radjab menempati nomor urut ke-5. Lalu rangking berikutnya ditempati tokoh PAN yang juga mantan Bupati
Lamongan, Masfuk. Namor urut berikutnya ditempati Bupati Probolinggo, Hasan Aminuddin. “Dukungan paling banyak terhadap Hasan disumbang dari daerah tapal kuda,” jelasnya.

Sementara Survei Pilgub Jatim nomor urut ke-8 ditempati Ketua DPD PDIP Jatim, Sirmadji. Disusul Ketua DPD Partai Golkar Jatim Martono, dan terakhir Ketua Kadinda Jatim La Nyalla M. Mattalitti. “Khusus untuk calon mulai rangking empat, Bambang DH hingga La Nyalla itu, selisih dukungan antara mereka hanya terpaut 3 persen saja. Selisihnya tidak banyak,” jelasnya.

Survei pilgub jatim ini sendiri, tambah dia, dilakukan terhadap 1.200 responden dengan menggunakan model sampling di 38 kabupaten dankota. Diakui, margin error dari survei yang dilakukan memang 3 persen. “Tapi fakta di lapangan saat ini tidak jauh dari itu, karena margin error cuma 3 persen,” kata dia. (opi/radrsby/jpnn.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *