Home » Uncategorized » Young Educator Award Disabet Mahasiswi Unair Surabaya
Master tukang, tutorial pertukangan

Young Educator Award Disabet Mahasiswi Unair Surabaya

Penghargaan Young Educator Award Disabet mahasiswi Unair Surabaya. Sebuah pretasi berhasil ditorehkan lagi oleh Universitas Airlangga Surabaya. Salah satu  Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya Nur Rokhmatus Saadah meraih penghargaan “Young Educator Award” (YEA) 2012 yang diadakan oleh “Youth Educators Sharing Networks” (Youth ESN).

Mahasiswi yang akrab disapa Tutus itu keluar sebagai peraih Young Educator Award dalam kategori ekonomi karena usahanya menyusun modul mata kuliah yang dinamai Economensia. “Senang sekali saat melihat pengumuman, Kamis (22/11) lalu, karena apa yang saya lakukan mendapat apresiasi yang bagus,” katanya di fakultas setempat, Kamis.

Young Educator Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada pengajar, namun bukan berstatus guru, tapi ikut mendidik dan memajukan Indonesia. “Saya tahu ada YEA via online, selanjutnya saya mencoba mendaftar setelah melihat ada bidang yang pas dengan apa yang saya buat yaitu Economensia,” katanya.

Baca:  Gudang Bahan Bangunan di Madiun Terbakar

Dalam  bidang ekonomi, ada sub kategori entrepeneurship, ekonomi, manajemen dan akuntansi. “Seingat saya apply-nya tengah malam, syaratnya hanya mengirim biodata diri dan menulis essay seberapa pantaskahmendapat award tersebut,” kata warga Lamongan itu.

Selain itu, latar belakang penyusunan Economensia ternyata berangkat dari pengalaman pribadinya yang merasakan kesulitan selama kuliah. Tutus membuat Economensia bermula dari hobinya. “Saya suka menulis, mencatat dan memberikan tutor kepada teman-teman lain,” ungkapnya.

Tutus yang mulai membuat modul sejak 2010 itu menjelaskan, Economensia merupakan modul ajar yang berisi tujuh mata kuliah ekonomi di semester satu. “Textbook mata kuliah di ekonomi biasanya tebal-tebal, saya juga kesulitan merangkum apa yang dosen terangkan. Dari situ, saya mencoba membuat modul kuliah yang bisa digunakan oleh lingkungan sekitar saya,” imbuhnya.

“Ada empat macam modul sesuai empat program studi yang ada di FEB. Saya mencatat apa yang dosen terangkan, meresume buku paket dan akhirnya saya jadikan buku modul ini,” ujarnya.

Baca:  Jawa Timur Bebaskan Ijin Impor 14 Jenis Barang

Tutus yang mulai membuat modul sejak 2010 itu sudah menghimpun hampir 10 modul Economensia yang dibuat. “Tiap tahunnya kami merilis empat modul, semoga ini bisa mengatasi kesulitan cara belajar teman-teman di kampus,” jelasnya. Ia mengaku, pembuatan Economensia juga dibantu oleh tiga rekannya yakni Cato Artha Imansyah, Asmier Alich Kodra dan Ghovarina V. (antarajatim, editor:anang)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *