Ekonomi Gresik

1000 Perusahaan di Gresik Bermasalah dalam Perijinan

1000 Perusahaan di Gresik Bermasalah dalam Perijinan. Keluhan sejumlah pengusaha yang enggan menaruh investasi karena bertele-telenya perijinan, direspon Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang menyatakan siap membantu pengurusan izin operasional perusahaan yang selama ini bermasalah dengan cara mempermudah pengurusannya asalkan pihak perusahaan kooperatif.

Sambari Menyatakan, dari sekitar 1.600 perusahaan yang beoperasi di wilayahnya, sekitar 1.000 perusahaan izinnya bermasalah, seperti izin lahan yang ditempati, analisa dampak lingkungan dan beberapa izin lainnya. “Kami memiliki data, banyak perusahaan di Gresik yang sudah lama beroperasi namun belum mengantongi izin usaha, seperti izin prinsip, IMB, Amdal dan lainnya,” katanya, Jumat (10/5).

Ada salah satu perusahaan yang sudah lama beroperasi dan memiliki 28 hektar lahan namun belum lengkap izinnya, serta ada juga yang memiliki luas lahan dari 4 hingga 16,5 hektar tapi izinnya juga tidak dilengkapi.  Ia berharap, pemilik perusahaan bersangkutan harus segera mengurus izin ke satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Gresik, seperti ke Badan Perizinan dan Penanaman Modal (BPPM) dan Pekerjaan Umum (PU).

Baca:  Bank DBS Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga Miskin di Gresik

“Jangan khawatir, kami akan bantu dan kami tidak akan mempersulit pengurusan izin,” katanya. Sambari optimistis, apabila perusahaan kooperatif melengkapi izin perusahaan, pihaknya akan mempermudah segala jenis investasi di Kabupaten Gresik, sebab keberadaan investasi bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Apabila PAD terdongkrak maka kekuatan keuangan APBD Gresik akan makin besar, sehingga program-program pembangunan yang telah direncanakan bisa terwujud,” katanya.

Sambari juga telah membentuk tim independen yang melakukan verifikasi ke setiap perusahaan, tujuannya menverifikasi perusahaan-perusahaan yang dianggap tidak kantongi izin. Salah satu anggota tim verifikasi, Langu mengatakan, tim verifikasi itu telah bekerja sejak awal Mei 2013, dan fokus melakukan verifikasi perusahaan yang tidak mengantongi izin di seluruh wilayah Gresik.

“Pada saat verifikasi pertama hari Rabu (8/5) kemarin, tim verifikasi yang terdiri dari Staf Ahli Bupati, BPPM, Dinas Perhubungan, Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan dan Satpol PP, telah menemukan 2 perusahaan di Gresik di wilayah Kecamatan Driyorejo tidak kantongi IMB, padahal perusahaan itu sudah puluhan tahun berdiri,” katanya.

Baca:  Petrokimia Gresik Realisasikan Pabrik Amoniak II Tahun 2016

Kedua perusahaan itu adalah PT Mitra Pratamahan Jaya yang memproduksi sepatu, dan PT Evitex Naya Manggala yang memproduksi benang. “Dua perusahaan tersebut kami beri batas waktu sepekan untuk mengurus izin. Dan perusahaan bersangkutan juga berjanji segera mengurusnya,” katanya.

Langu berharap, dengan adanya tim verifikasi, ribuan perusahaan yang izinya bermasalah bisa terus menurun, dan meningkatkan PAD Kabupaten Gresik.

Jika ribuan perusahaan di gresik yang ijinnya bermasalah tersebut tertib dalam administrasi perijinan PAD kabupaten Gresik bisa melonjak. Sebab, Gresik menjadi favorit incaran para investor karena akses ke pelabuhan yang dekat serta sudah memiliki cluster industri. (sbypg)

Baca:  Penetapan UMK Gresik Diprotes Apindo Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman