Peristiwa

Aksi Penjambretan di Gresik Semakin Marak dan Nekat

Aksi Penjambretan di Gresik Semakin Marak dan Nekat . Aksi jambret jalanan di Gresik semakin merajalela. Tidak terhitung lagi berapa jumlahnya aksi bandit jalanan tersebut melukai korbannya. Masyarakat Gresik menunggu tindakan tegas dari aparat Kepolisian.

Aksi serupa kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah Eni Cahyaning saat menjemput anaknya Rahma dan Rani sepulang dari les dengan mengendarai sepeda motor. Pada saat itu, korban warga asal Perumahan Green Garden Gresik tidak ada masalah sewaktu akan menjemput di Perumahan Gresik Kota Baru (GKB).

Jalanan yang dilintasi korban masih ramai. Eni tidak kepikiran akan terjadi sesuatu. Usai dijemput dua anaknya dibonceng di jok belakang. Saat sampai di Jalan Wahidin Sudirohusodo Gresik, tepatnya di RSUD Ibnu Sina Gresik. Ada dua pemuda yang sedang membuntuti korban mencoba menjambret tas korban yang diletakkan di stir sebelah kiri.

Baca:  PT Barata Indonesia Diadili DPRD Gresik Terkait Gaji Karyawan

“Tas saya gantung di setir sebelah kiri,” kata Eni, Sabtu (4/08/2018).

Perempuan berusia 37 tahun itu, berteriak termasuk anaknya. Tas miliknya coba dipertahankan. Namun, tas tersebut akhirnya lepas. Ironisnya, tas berisi ponsel dijambret oleh dua pemuda yang membuntuti. Tidak hanya itu, Eni terjatuh di aspal naasnya tulang keringnya tertindih sepeda motor yang dikendarainya. Bahkan, dua anaknya terlempar ke aspal.

Kepala Rahma dan Rani membentur median jalan. Rani hanya bisa menangis. Rahma sempat pingsan. Untungnya, ada pengguna jalan yang melihat kejadian itu. Eni dan dua anaknya langsung dibawa ke IGD RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan perawatan.

Kaki kiri Eni mengalami patah tulang. Perawat memasangkan bidai (balok kayu untuk menahan posisi tulang yang patah). Rahma siuman setelah dibawa ke ruang perawatan.

Baca:  Di Driyorejo Gresik, Kyai dan Mubaligh Deklarasi Dukung Gus Ipul - Puti

Eni mengaku tidak melihat jelas kedua pelaku yang menjambret tas miliknya Yang jelas, dua orang itu terlihat masih remaja mengenakan kaus warna hijau tua. Sedangkan yang dibonceng mengenakan kaus merah. “Kedua pelaku tidak mengenakan helm dan kabur ke arah Cerme,” tuturnya.

Kanitreskrim Polsek Kebomas Iptu Nur Sugeng Ari Putera mengaku suami korban sudah datang ke kantor. “Kami masih melakukan penyelidikan, dan korban sudah dimintai keterangan,” ujarnya.

Mantan Kanitreskrim Polsek Driyorejo itu mengaku sudah mendapat informasi itu sejak malam. Anggota Unit Reskrim sudah melakukan penyelidikan.  “Kita masih bekerja di lapangan. Doakan pelaku segera tertangkap,” tandasnya.(beritajatim.com/dny/ted)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman