Home » Uncategorized » Anas Urbaningrum Ditetapkan sebagai Tersangka Oleh KPK
anas tersangka

Anas Urbaningrum Ditetapkan sebagai Tersangka Oleh KPK

anas tersangkaAnas Urbaningrum Ditetapkan sebagai Tersangka Oleh KPK. Setelah melalui tarik ulur yang cukup panjang. Akhirnya Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka untuk Gratifikasi mobil Harier berkaitan dengan pembangunan sport center Hambalang.

Ditetapkannya Anas Urbaningrum sebagai tersangka merupakan perkembangan dari penyidikan atas tersangka Nazarudin.

Penetapan Anas Urbaningrum menjadi tersangka sudah diprediksi banyak pihak. Sebab sebelum Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka, Sprindik KPK sudah bocor keluar.

Anas Urbaningrum ditetapkan Sebagai tersangka berdasarkan konferensi pers yang disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi pada Jumat 22 Februari 2013.

Pengumuman tersangka itu diumumkan oleh Juru Bicara KPK Johan Budi SP di kantor KPK, Jumat (22/2).

“Berdasarkan dari hasil gelar perkara yang dilakukan beberapa kali termasuk hari ini dalam kaitan degan proses penyelidikan terkait dugaan penerimaan atau janji berkaitan dengan proses perencanaan pelaksnaan pembangunan sport center Hambalang dan atau proyek-proyek lainnya, KPK telah menetapkan saudara AU sebagai tersangka,” kata Johan.

Johan mengatakan Anas ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan anggota DPR. KPK menyangkakan Anas dengan pasal 12 huruf a atau huruf b dan atau pasal 11 Undang-aundnag No.31/1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca:  Forum Komunikasi Kiai Kampung (FKKK) Siap Menangkan Karsa

Sabtu (9/2) beredar gambar yang dokumen yang menerangkan status Ketua Umum Partai Demokrat sebagai tersangka. Dokumen tersebut dibantah sebagai sprindik, melainkan administrasi sebelum KPK menerbitkan Sprindik. Hal itu dikarenakan sprindik hanya mencantumkan satu tanda tangan pimpinan KPK.

Sementara dokumen tersebut diketahui ditandatangani oleh tiga orang pimpinan KPK, yaitu Abraham Samad, Adnan Pandu Praja dan Zulkarnaen. Dalam dokumen  itu, Anas ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-Undang No.30/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Anas dijadikan tersangka dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR Periode 1999-2004. Saat menjabat sebagai anggota DPR, Anas diduga menerima pemberian berupa Toyota Harrier dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin pada 2009.

KPK mempunyai bukti berupa cek pembelian mobil seharga Rp520 juta pada September 2009 lalu. Nazaruddin diduga membeli mobil bernomor polisi B 15 AUD kemudian mengatasnamakan kepemilikannya kepada Anas.

Baca:  e-KTP Surabaya, 700 Ribu warga Belum terdata

Dihubungi terpisah, kuasa hukum M Nazaruddin, Elsa Syarif, mengatakan, apa yang selama ini diungkapkan M Nazaruddin semakin membuktikan jika Ketua Umum PD itu terlibat sejak awal dalam proses proyek Hambalang senilai Rp2,5 triliun.

Beberapa bukti itu, lanjutnya, Anas menerima aliran dana sekitar Rp100 miliar dari PT Adhi Karya melalui PT Anugerah yang merupakan milik Anas bersama Nazarudin. Selanjutnya uang itu dikirim ke Bandung untuk pemenangan Anas dalam Kongres PD pada 2010 lalu.

“Jika memang Anas bukan pemilik PT Anugerah, kenapa dia bisa menerima uang pemenangan itu. Anas juga menerima gaji dan mobil Alvard dari PT Anugerah. Itu artinya dia juga menerima aliran dana dari proyek Hambalang,” kata dia.

Pada bagian lain, kata dia, semua bukti penyerahan gaji kepada Anas memiliki tanda terima, sehingga aneh jika KPK tidak segera menetapkan Anas sebagai tersangka. Dia juga memerintahkan secara langsung anggota DPR RI dari PD Ignatius Mulyono agar segera menyelesaikan sertifikat tanah Hambalang. “Dengan bukti itu seharusnya Anas sudah bisa dijadikan tersangka,” katanya.

Baca:  Demo di Tuban Ajak Warga Boikot Pilkada Tuban 2015

Pihaknya berharap agar KPK tidak ciut apalagi loyo menghadapi kasus ini. Sebab kasus ini bakal menyeret banyak pihak, apalgi dilakukan oleh partai berkuasa saat ini. “Saya harap KPK tidak ciut menghadapi kasus ini apalagi untuk menetapkan Anas sebagai tersangka. Jika sudah jadi tersangka maka Anas harus segera di penjara,” katanya.

Sebelumnya Ketua KPK, Abraham Samad, menegaskan penetapan tersangka bagi Anas sudah disepakati seluruh pimpinan KPK. Namun, surat perintah penyidikan kasus suap Gedung Olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, masih belum diteken, walau sudah disiapkan. “Sudah sepakat, tetapi kan harus ditandatangan semua (pimpinan KPK),” ujar Abraham.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengemukakan, gelar perkara yang akan dilakukan oleh KPK hari ini, bukanlah bertujuan untuk menelusuri keterlibatan oknum-oknum tertentu. “Gelar perkara Hambalang itu bukan emutuskan orang per orang. Itu gelar perkara kasus,” tegas Johan. (gresik.co/adt)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *