Peristiwa

Aneh, BNNP Jatim Mencairkan Duit Tersangka Bandar Narkoba Gresik

kasus narkoba gresik
kasus narkoba gresik

Aneh, BNNP Jatim Mencairkan Duit Tersangka Bandar Narkoba Gresik . Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik yang menyidangkan kasus narkotika jenis sabu dengan terdakwa Ratu Narkoba asal Gresik Nita Ariani Sarani Wibowo (23) mempertanyakan cara kerja penyidik Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur terkait pencairan uang barang bukti kejahatan narkoba.

Pertanyaan ini muncul setelah majelis hakim yang diketuai Mustajab SH MH menemukan keganjilan pada barang bukti kejahatan yang sedang dalam penyitaan aparat kejaksaan. Barang bukti yang dimaksud adalah uang dalam buku tabungan terdakwa Nita yang ternyata sudah berkurang jumlahnya sesudah dia ditahan.

Sesuai berita acara pemeriksaan (BAP), Nita resmi ditahan penyidik BNNP Jatim pada 3 Mei 2013. Sebelumnya gadis yang masih berstatus mahasiswi ini ditangkap petugas BNNP di rumahnya di Jalan Blitar Perumahan Gresik Kota Baru. Dari tangan Ratu Narkoba ini, petugas berhasil menyita 333,4 gram sabu, 14 butir pil ekstasi, uang tunai Rp 200 juta dan tiga buah buku tabungan atas nama Nita.

Baca:  Penjahat Spesialis Pecah Kaca Dibekuk Polres Gresik

Nah, salah satu dari buku tabungan itulah yang kemudian mengundang kecurigaan Ketua Majelis Hakim PN Gresik Mustajab SH MH. Pasalnya, uang dalam tabungan ini sudah berkurang Rp 160 juta. Anehnya, pengambilan uang tersebut dilakukan pada 7 Juni 2013. Artinya uang barang bukti ini diambil setelah Nita ditahan penyidik BNNP.

Menariknya lagi, aparat Kejati Jatim hingga Kejari Gresik yang memperoleh pelimpahan kasus narkoba kelas kakap ini tidak tahu menahu soal berkurangnya nilai uang tabungan tersangka Nita, padahal jelas-jelas uang ini merupakan salah satu barang bukti yang disita petugas.

Berkat kejelian majelis hakim PN Gresik, berkurangnya barang bukti berupa uang Rp 160 juta kemudian terkuak. Dua JPU Kejari Gresik Atip SH dan Rimin SH juga dibuat terperanjat karena di berkas mereka tidak ditemukan berita acara pengambilan uang di tabungan tersangka.

Persoalan sedikit terkuak setelah penyidik BNNP Jatim Kompol Rudy S yang kebetulan hadir di persidangan untuk mengawal terpidana gembong narkoba Abdul Rochim yang menjadi saksi pada kasus Nita. Karena faktor kebetulan itu Kompol Rudy pun lantas mendadak dijadikan saksi verbal lisan.

Baca:  Nurlaili, Koruptor P2SEM Gresik Masih Bebas Berkeliaran

Dalam penjelasannya Rudy mengakui bila pihaknya yang meminta tersangka Nita untuk mencairkan uang sebesar Rp 160 juta dari buku tabungannya. “Karena uang itu akan menjadi barang bukti pada kasus tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Abdul Rochim,” terang Rudy.

Kendati sudah memperoleh penjelasan dari penyidik BNNP Jatim, majelis hakim PN Gresik yang terdiri dari Mustajab SH MH, Edi Toto Purba SH MHum dan I Putu Astawa SH tidak serta merta mengamini pendapat tersebut. Sebab, selain tidak lazim mekanisme pencairannya, pun tidak disertai bukti berupa surat berita acara pencairan uang yang merupakan barang bukti resmi disita aparat penegak hukum.

Maka untuk memperjelas duduk persoalan berkurangnya nilai barang bukti, majelis hakim PN Gresik memerintahkan penyidik BNNP Jatim untuk memperlihatkan berita acara pencairan uang milik Nita pada sidang lanjutan Senin pekan depan. (did/surabayapagi.com)

Baca:  Sesosok Mayat Ditemukan di Perairan Laut Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman