Peristiwa

Anggota DPRD Gresik Palsukan Plat Mobil Dinas Jadi Pribadi

dprd gresik ganti plat nomor
foto:gresiksatu.com

Anggota DPRD Gresik Palsukan Plat Mobil Dinas Jadi Pribadi. Karakter anggota DPRD Gresik agaknya tidak berubah dari waktu ke waktu. Setelah peristiwa tunjangan perumahan dan berbagai tindakan yang cenderung melukai perasaan publik, saat ini terjadi privatisasi kendaraan dinas dengan pemalsuan plat nomor.

Proses pemalsuan tersebut terjadi dengan cara merubah plat nomor dinas warna merah dengan plat nomor warna hitam sehingga terkesan menjadi mobil pribadi.

Mobdin Daihatsu Terios Nopol W-712-AP dengan plat hitam sedang terpakir  di Jl. Pahlawan, tepatnya di depan kantor pelayaran PT. Sakti Inti Makmur (SIM). Padahal, nopol tersebut jelas warna daranya merah sebagai aset pemerintah sama persis dengan seri mobdin anggota dewan lainnya yang nopolnya berurutan.

Baca:  Sumur Minyak Ilegal Sekarkurung Gresik Ditutup Pemkab

Fasilitas mobil dinas (mobdin) yang dipinjamkan untuk anggota DPRD Gresik, semestinya bertujuan menunjang kinerja para wakil rakyat. Selain itu, mobdin yang dibeli melalui uang rakyat tersebut tidak boleh dirubah dengan pelat hitam layaknya mobil pribadi.

Namun tindakan penggantian pelat mobil dinas menjadi mobil pribadi ini seakan didiamkan tanpa sanksi yang tegas. Padahal DPRD Gresik merupakan lembaga yang menentukan berbagai peraturan daerah di kabupaten Gresik. Tindakan mel;anggar dengan mengganti plat nomor kendaraan tentu membuat publik semakin kecewa.

entah apa alasannya, sehingga oknum anggota DPRD Gresik tersebut sampai mengganti pelat nomor kendaraan dinasnya  ke pelat asli tapi palsu (Aspal) warna hitam. Ironisnya, oknum anggota dewan yang dapat jatah mobdin tersebut, tidak pernah canggung meskipun keluyuran di jalan protokol Kota Gresik dan diparkir di tepi jalan.

Tak pelak, perilaku tak terpuji oknum dewan tersebut menjadi rasan-rasan temannya. Sebab, oknum dewan yang mendapat jatah mobdin sedang mengikuti workshop di Jakarta. Anehnya, mobdin jatahnya keleleran dan keluyuran di jalanan, sebagaimana dilansir media online gresiksatu.com.

Baca:  Dua Pejabat Smelting Terseret Kasus Husnul Khuluq

Salah seorang anggota DPRD Gresik, Asro’in Widyana enggan mengomentari rekannya yang berperilaku buruk dan memperburuk citra legislator tersebut.  “Itu tidak merepresentasikan dewan secara keseluruhan. Hanya perilaku oknum,”katanya sambil tersenyum kecut di kantor DPRD Gresik, Selasa (18/12).

Sekwan DPRD Gresik, Harry Soerjono ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui ada oknum anggota DPRD yang mengganti pelat nomor merah ke pelat hitam.  “Saya belum mengetahui,”tukasnya.  Ditegaskan Harry Soerjono, bahwa, mobdin pelat merah tidak boleh diganti dengan pelat hitam.  “Kalau mau merubah pelat hitam, harus melalui ijin ke Polda,”pungkasnya. Perilaku yang melanggar ini tampaknya tidak akan mendapat reaksi apapun dari Badan kehormatan DPRD Gresik. (sho/gresiksatu.com, edtr:adit)

Baca:  DPRD Gresik Salahkan Sambari Terkait Tunjangan Perumahan

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman