Home » Gresik » Instansi & Dinas » Angka Perceraian di Gresik Didominasi Guru dan Bidan

Angka Perceraian di Gresik Didominasi Guru dan Bidan

Angka Perceraian di Gresik Didominasi Guru dan Bidan. Ternyata, angka perceraian di kalangan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) cukup tinggi, setidaknya dibandingkan dengan para abdi negara lainnya.

Di Gresik, Jawa Timur, misalnya jumlah perceraian guru pada 2012 sebanyak 10 orang, tahun 2013 ada 16 orang, tahun 2014 ada 23 orang dan pada tahun 2015 ada 28 orang.

Tingginya perceraian tersebut menurut Badan Kepegawaian Daerah (BKD), lebih disebabkan semakin sejahteranya guru PNS karena telah mendapat banyak tunjangan.

“Gugatan perceraian tertinggi di Gresik didominasi oleh guru PNS. Berikutnya adalah bidan,” ujar Kepala BKD Gresik, Nadlif, Selasa (26/07/2016).

Masih menurut Nadlif, masih menonjolnya kasus perceraian itu. Pasalnya, berdasarkan laporan yang masuk ke BKD guru PNS masih yang menempati urutan pertama. Untuk itu, guna meminimalisir perceraian instansinya menghimbau, agar jangan berlaku hidup ‘Hedonic Tredmill’ yaitu semakin tinggi penghasilan semakin tinggi pula gaya hidupnya.

Baca:  Dinkes Segera Wujudkan Gresik Kabupaten Sehat

Mengenai pembinaan terhadap guru PNS. Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) itu
berpesan agar mengubah maindset pembelajaran. “Jangan mengajar seenaknya. Hanya datang, menerangkan rumus, memberi soal lalu ditinggal pergi. Guru yang demikian saat ini sudah tidak jamannya lagi,” tutur Nadlif.

Diakui Nadlif, saat ini disinyalir masih ada guru yang hanya mengandalkan cetakan Lembaran Kerja Siswa (LKS). “Mereka hanya membagikan LKS lalu ditinggal pergi. Hal ini jangan sampai terjadi terutama guru mata pelajaran matematika. Guru harus kreatif menciptakan pembelajaran yang lebih baik agar kualitas pendidikan semakin baik,” katanya.

Nadhif juga mengingatkan bahwa saat ini semua SKPD maupun sekolah telah melaksanakan absensi elektronik. Disini tak hanya kehadiran 100 persen tapi ada nilai indeks kedisiplinan. “Jika kehadirannya seratus persen yang ditandai dengan absen masuk atau keluar, tapi kalau waktunya tidak sesuai aturan maka akan mengurangi nilai kedisiplinan,” tandasnya. (beritajatim)

Baca:  AKBP Adex Yudiswan Kapolres Gresik yang Baru

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *