Uncategorized

Apindo Minta Perusahaan Penyedia Jasa Outsourcing Diatur

buruhKeberadaan buruh outsourcing tampaknya sulit dihapus, meski serikat pekerja memprotes. Kenyataan di lapangan, banyak perusahaan yang memilih cara itu karena iklim usaha di Indonesia dinilai kurang memberikan kepastian hukum. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo ) Gresik dan Chairman PT Shonan International, Tri Andhi Suprihartono mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas, pekerja harus lebih sejahtera dan upah harus lebih baik.

Namun, kenyataan di lapangan, perusahaan penyedia jasa tenaga kerja atau perusahaan outsourcing hanya sebagai tukang upah buruh. “Kalau itu yang terjadi, itu sama dengan perbudakan di zaman modern,” kata Tri Andhi ditemui pada Semiloka dan Trainer of Trainer (ToT) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, di Hotel Mercure, Surabaya, kemarin (27/9).

Baca:  Tambang Pasir di Singgahan Tuban Longsor, Satu Korban Tewas

Ia mengungkapkan, praktik seperti itu terjadi karena belum ada aturan tentang perusahaan penyedia tenaga kerja. Inilah yang harus segera dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia. Tri Andhi memberian contoh, di India, level manajer ke atas hampir 100 persen outsourcing namun mekanismenya jelas. Perusahaan penyedia menawarkan upah  yang lebih besar dari yang diminta pekerja.

Misalnya, jika manajer minta upah Rp 10 juta per bulan, maka perusahaan penyedia menawarkan upah Rp 12 juta per bulan. Sedangkan perusahaan penyedia menerima fee satu persen dari gaji. “Berbeda dengan di Indonesia, upah buruh malah dipotong oleh perusahaan penyedia. Jika Upah Minimal Kabupaten (UMK) Surabaya Rp 1,257 juta per bulan, maka oleh perusahaan penyedia dipotong menjadi di bawah UMK,” papar dia.

Baca:  Usul UMK Gresik 2015 Lebih Tinggi dari Jakarta, Surabaya Masih Molor

Seharusnya, lanjut Tri Andhi, perusahaan penyedia memberikan gaji 5 persen di atas UMK, dan hanya menerima fee, bukan memotong  gaji. “Sekarang ini upah pekerja disektor ritel, baik modern atau tradisional semuanya dibawah UMK dan outsourcing. Anehnya, pemerintah belum memikirkan. Sedangkan buruh pabrik yang sudah diatas UMK, minimal sama dengan UMK, terus digoyang demo,” keluh dia. (za/hen/jpnn)

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman