Uncategorized

Arkeolog Akan Gali Lahan Pabrik Baja di Trowulan Mojokerto

49362_620Mojokerto – Tim arkeolog akan menggali lahan di lokasi yang akan digunakan untuk membangun pabrik baja di Jalan Raya Trowulan 186, di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Jawa Timur.

Sebelumnya, yakni Senin-Rabu, 19-21 Agustus 2013, tim sudah menggali lahan di kawasan kebun tebu, tak jauh dari lokasi yang akan digunakan untuk membangun pabrik baja tersebut. Namun, tidak ditemukan struktur bangunan peninggalan Kerajaan Majapahit.

“Setelah di luar lokasi rencana pabrik, kami akan menggali di dalam lokasi, untuk memastikan apakah ada struktur bangunan peninggalan Kerajaan Majapahit yang terpendam,” ujar salah sseorang arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Nugroho, Kamis, 22 Agustus 2013.

Baca:  Batu Akik Badar Besi, Dipercaya Sebagai Ilmu Kebal dan Keberuntungan

Menurut Nugroho, saat ini tim sedang melakukan persiapan. Adapun penggalian direncanakan dilakukan Jum’at besok, 23 Agustus 2013. Penggalian dilakukan setelah tim ahli cagar budaya nasional yang dipimpin Prof. Dr. Mudarjito meninjau lokasi pabrik.

Nugroho menjelaskan, penggalian dilakukan menyusul kontroversi pembangunan pabrik baja milik PT Manunggal Sentral Baja yang ditolak oleh warga dan pemerhati budaya. Lokasi pabrik tersebut hanya berjarak sekitar 500 meter dari salah satu situs peninggalan Majapahit, yakni Gapura Wringin Lawang.

Namun Nugroho memperkirakan di lokasi tersebut tidak ada struktur purbakala yang signifikan. Sebab, lokasi yang direncanakan untuk membangun pabrik berada di luar Gapura Wringin Lawang, yang berarti sudah di luar kawasan kota Majapahit.

Baca:  Kronologi Pupuk Oplosan yang Melibatkan Pejabat Petrokimia Gresik

Mengacu pada penelitian arkeolog Nurhadi Rangkuti, luas kota Majapahit diperkirakan 9×11 kilometer persegi, meliputi Kecamatan Trowulan dan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dan Kecamatan Mojoagung dan Mojowarno, Kabupaten Jombang. “Tapi luas 9×11 tersebut merupakan garis imajiner,” kata Nugroho.

Selain itu, kata Nugroho, pada kenyataannya struktur purbakala tidak selalu bisa ditemukan pada wilayah seluas itu.

Warga Desa Jatipasar dan Wates Umpak, Kecamatan Trowulan, menolak pembangunan pabrik baja di desa mereka. Selain bisa menyebabkan pencemaran, juga dikhawatirkan mengancam situs purbakala, khususnya peninggalan Kerajaan Majapahit.

Sementara itu, aktivitas pembangunan pabrik baja tersebut, untuk sementara waktu dihentikan. Berdasarkan pantauan Tempo, tidak terlihat pekerja bangunan yang sebelumnya menanam cor pondasi.

Baca:  Jombang Gencarkan Investasi Agropolitan, Pertanian, dan Peternakan

Meski ditolak warga, Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Prinsip atau Izin Rekomendasi Bupati. “Sampai saat ini baru Izin Prinsip dan IMB yang sudah diterbitkan. Izin operasional lainnya belum,” ucap Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Mojokerto Lutfi Ariyono.

Sebelum dibeli PT Manunggal Sentral Baja, lahan tersebut sudah digunakan untuk industri PT Pembangkit Ekonomi Desa (PED) sejak 1971. Yakni berupa penggilingan padi, tepung, dan sebagainya.(tempo)

ISHOMUDDIN

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman