Tips Kesehatan

Awas 50% Obat Kuat di Surabaya Palsu

Awas 50% Obat Kuat di Surabaya Palsu. Obat menjadi salah produk yang perlu diperhatikan penggunaannya oleh masyarakat Indonesia. Sebab, dari penelitian Victory Project yang dilakukan FKUI-RSCM beberapa bulan lalu bahwa 45% produk PDE5 Inhibitor (Sildenafil) obat kuat yang dijual di Indonesia adalah obat palsu.

Ketua MIAP (Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan) Widyaretna Buenastuti mengatakan, masalah obatobatan palsu adalah masalahyang amat berbahaya dan berkembang terus termasuk di Indonesia.

“Sekarang ini semua jenis obat dapat menjadi target pemalsuan, baik obat bermerk atau pun obat yang generik,” kata Widyaretna. Dr Melva Louisa SSi MBiomed, dosen Fakultas Farmasi Universitas Indonesia mengatakan, dari sisi kesehatan sudah tentu obat palsu yang di dalamnya mungkin mengandung zat berbahaya atau tidak dibuat dengan takaran sebenarnya-, berkisar dari sangat kecil hingga sangat berlebihan, pasti berakibat pada pengobatan pasien.

Baca:  Bahaya Permen Cinta dan Resiko Mengkonsumsi Permen Cinta

“Bisa bisa tidak kunjung sembuh, resisten terhadap pengobatan, sehingga kondisi makin memburuk dan bahkan dalam kondisi ekstrem hal ini dapat menimbulkan kematian,”katanya. Dari obat-obatan yang sering dipalsukan di Indonesia, obatobatan yang terkait dengan terapi disfungsi ereksi, obat kuat,  atau dikenal dengan sebutan PDE5i (phosphodiesterase type 5 inhibitor) menjadi salah satu dari obat yang juga kerap dipalsukan.

Riset Victory Project dilakukan di empat wilayah di Indonesia meliputi Jabodetabek, Bandung, Jawa Timur (Surabaya dan Malang) serta Medan dengan sampel obat yang dibeli adalah Sildenafil yang dibeli lewat berbagai outlet penjualan baik apotek (umum, jaringan, RS), toko obat, penjual pinggir jalan (Jakarta dan Surabaya) serta lewat pembelian online di situs yang menawarkan.

Baca:  Mengenal Ebola dan Pencegahan Ebola

Hasil riset tersebut yang mengambil sebanyak 518 jumlah tablet dari 157 outlet menunjukkan bahwa tingkat pemalsuan obat kuat jenis ini mencapai 45%. “Penetrasi penyebaran obat palsu PDE5 Inhibitor ternyata juga bisa menembus masuk ke apotek,” katanya.

Dari 518 jumlah tablet yang diuji menunjukkan obat palsu jenis PDE5i yang dijual oleh penjual pinggir jalan yang dikenal sebagai jenis obat kuat, 100% palsu. Sedangkan dari toko obat sebanyak 56% palsu, lewat situs internet 33% palsu dan di apotek dengan prosentase terendah yaitu 13% palsu.

Baca:  Kenali Jenis Vitamin dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Dalam hasil uji ditemukan bahwa di dalam obat kuat PDE5i yang palsu ditemukan kandungan bahan aktif yang kurang atau ada yang berlipat atau melebihi kadar yang seharusnya. Sedangkan berdasarkan wilayah penelitian, di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur ditemukan jumlah obat palsu jenis ini mencapai 50% sementara di Bandung dan Medan prosentasenya mencapai 18% dan 20%. “Hasil riset Project Victory ini menggambarkan bahwa kewaspadaan terhadap peredaran obat palsu perlu semakin diperhatikan oleh semua kalangan. (han/het/radarsby.com/jpnn.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman