Uncategorized

Bahaya Fotokopi E-KTP Karena Bisa Merusak Chip

Bahaya Fotokopi E-KTP Karena Bisa Merusak Chip. Larangan fotokopi itu di antaranya karena bisa memicu kerusakan pada chip yang ada di e-KTP. Chip itu terdapat di belakang e-KTP dan secara kasat mata terlihat pada sisi tengah hologram.

Dalam SE Mendagri yang diterbitkan 11 April 2013 itu, disebutkan jika chip yang ada di e-KTP tersebut memuat biodata, pas photo, tanda tangan dan sidik jari penduduk.

Sehingga e-KTP tidak dimungkinkan lagi dipalsukan atau digandakan. Disebutkan juga,chip yang tersimpan di dalam e-KTP hanya bisa dibaca dengan card reader (alat pembaca chip). Sehingga tidak boleh difotokopi, dilaminating atau bahkan distaples. Sayangnya, warga Kota Surabaya
ternyata tidak banyak yang tahu mengenai SE Mendagri tentang larangan apa saja dalam menggunakan e-KTP. Salah satunya larangan e- KTP difotokopi.

Baca:  Guru Palsukan Ijazah, Ini Tanggapan Dikbud Jatim

Maklum, selama ini warga kerap berhubungan dengan fotokopi KTP, termasuk ketika melakukan pengurusan surat-surat tanah, proses mencari kredit perbankan, akta kelahiran, pembuatan kartu keluarga (KK), membuat account di bank, dan lain-lain.

Di satu sisi, e-KTP yang baru saja diterima warga dalam pembagiannya ternyata juga belum diberi tahu mengenai ketentuan penggunannya, seperti larangan fotokopi, laminating maupun staples. “Saya tidak tahu kalau ternyata e-KTP itu tidak boleh di fotokopi. Saya tahunya malah dari sampeyan, Mas,” ujar Lina Meilani, salah satu warga Bulak, Selasa (7/5).

Ketika mendapatkan e- KTP, Lina pun memperlakukannya sama seperti KTP lama. Namun, ternyata e KTP itu ditampilan belakangnya ada chip yang terlihat hologramnya. “Lha kalo dilarang difotokopi, nanti kalau ngurus dukumen yang minta fotokpian e-KTP gimana? ,” tanya ibu dua anak ini, bingung.

Baca:  Ribuan Hektare Sawah Bojonegoro Diserang Hama

Untuk menjawab kebingungan warga ini, Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya kini menggencarkan sosialisasi. Tujuannya agar masyarakat paham cara pemanfaatan e-KTP dan larangan-larangannya. Kadispenduk Capil Suharto Wardoyo menegaskan, e-KTP dilarang sering difotokopi agar keberadaannaya tidak cepat rusak.

Di satu sisi adanya chip di e-KTP itu sekaligus untuk mengantisipasi adanya pemalsuan maupun KTP ganda. “Kita sekarang ini juga membuka stan
verifikasi data KTP dan e-KTP di perbankan. Seperti stan di Bank Jatim cabang Basuki Rahmat,” jelas Anang, sapaan karib Suharto Wardoyo .

Stan yang sudah dibuka sejak 4 April 2013 itu operasinya pada jam kerja, dan akan berlangsung seterusnya sampai waktu yang belum ditentukan. Tujuan stan verifikasi KTP ini adalah untuk mencegah penggunaan e-KTP palsu untuk keperluan transaksi bank. Misalnya, untuk membuka rekening, pengambilan uang, atau pengajuan kredit bank.

Baca:  Pembangunan Tahap I Pelabuhan Manyar Gresik Dianggarkan 7 Triliun

“Upaya ini bisa memberi kemudahan bagi pihak bank untuk mengecek, apakah KTP tersebut memiliki keabsahan yang valid,” lanjutnya. Anang menyebut, verifikasi dapat menghindari terjadinya tindak pidana pencucian uang serta sebagai bentuk antisipasi tindak kejahatan lainnya. (radarsby.com/jpnn.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman