Home » Uncategorized » Banjir Bandang Tuban, Sapu Sekolah dan Pesantren
wanita tidak menikmati seks

Banjir Bandang Tuban, Sapu Sekolah dan Pesantren

Banjir Bandang Tuban, Sapu Sekolah dan Pesantren. Banjir bandang yang melanda di kawasan Kecamatan Merakurak semakin meluas. Sebelumnya, Desa Tuwiri Wetan dilanda banjir bandang, kini giliran Desa Mandirejo dan Desa Tahulu Kecamatan Merakurak yang tergenang air banjir, akibat hujan deras semalam. Bukan hanya pemukiman penduduk, madrasah dan pondok pesantren Salifiyah, Desa Mandirejo juga kemasukan air.

Pantauan di lapangan, Kamis (18/12), banjir Bandang tuban diketahui merendam sebagian rumah yang ada di Desa Kapu dan Desa Mandirejo. Tak hanya rumah warga yang tergenang air, namun sekolahan yang ada di Desa Mandirejo juga tergenang air hingga ketinggian sekitar 50 centi meter.

”Banjir yang terjadi ini tidak hanya akibat intensitas hujan yang deras saja. Tetapi, juga karena air kiriman dari wilayah pegunungan yang ada di selatan desa ini, yang tempatnya lebih tinggi. Selain itu, banjir ini juga disebabkan jebolnya tanggul Jambon, sehingga airnya lari ke sini,” terang, Imam salah satu warga Mandirejo.

Baca:  Surabaya Monorel dan Trem Akan Beroperasi 2016

Selain rumah, sekolah yang berada di Desa Mandirejo uga ikut tergenang. Rodhotul Anfal (RA) Muslimat NU Salafiyah dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mandirejo tersebut tampak terendam banjir sampai setinggi lutut orang dewasa.

”Banjir ini sejak malam Mas. Banjir sampai memasuki ruangan kantor dan kelas. Ini sedang kita bersihkan dibantu dengan anak-anak yang ada di sini,” kata Muslimin, salah satu guru yang sedang sibuk membersihkan ruangan.

Tak hanya rumah warga yang terendam banjir air yang bercampur tanah merah tersebut, akses jalan penghubung antar beberapa desa tersebut juga terputus karena arus air yang deras dengan ketinggian lebih dari satu meter di jalan.

“Minggu ini sudah yang kedua kali mengalami banjir. Tapi ini lebih besar lagi dari yang kemarin,” ujar Namsiah, ibu rumah tangga yang rumahnya kebanjiran.

Baca:  Tuban Kehabisan Blanko STNK, Ribuan Kendaraan Tanpa STNK

Ketinggian air banjir yang bercampur dengan lumpur tersebut di dalam rumah warga bervariasi. Rata-rata ketinggian air mencapai hampir satu meter di dalam rumah warga, sehingga membuat warga panik dan keluar rumah.

“Tidak berani kalau di rumah, soalnya airnya sudah masuk. Ini pintu juga ditutup karena takut sampah-sampah juga masuk rumah,” lanjutnya.

Sejumlah warga yang rumahnya kebanjiran nampak panik dengan berusaha menyelamatkan barang-barang berharga yang ada di dalam rumah. Mereka nampak menaruh peralatan elektronik di tempat yang lebih tinggi supaya tidak terkena air.

“Ini airnya masih terus datang mas. Mungkin banjirnya bisa lebih besar lagi, soalnya tadi katanya dari sungai banjirnya sangat besar beda dengan sebelumnya,” ujar Didik, warga yang ada di lokasi banjir itu.

Baca:  PLTP Sarulla di Sumatra Akan Menjadi yang Terbesar di Dunia

Sementara itu, hingga sore ini air banjir bandang tersebut masih merendam ratusan rumah warga yang ada di tiga desa tersebut. Sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban nampak bersiaga di lokasi banjir bandang itu. (duc/kotatuban)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *