Home » Gresik » Banjir Kali Lamong Putuskan Akses Jalan Morowudi Cerme
banjhir gresik

Banjir Kali Lamong Putuskan Akses Jalan Morowudi Cerme

Banjir Kali Lamong Putuskan Akses Jalan Morowudi Cerme. Banjir luapan Kali Lamong mulai menutup ruas Jl Raya Morowudi, Kecamatan Cerme. Pengguna jalan sudah tidak bisa mengendarai motor dan jalan ditutup untuk kendaraan toda empat, Minggu (21/12/2014).

Dikutip dari Surya Online, sejumlah perahu karet dari Pengurus Wilayah (PW) NU Jatim dan Muhammadiyah Disaster Manajement Center (MDMC) Gresik siaga di ruas Jl Raya Morowudi, Kecamatan Cerme untuk membantu warga yang minta bantuan perahu karet.

Sedangkan warga asyik menonton genangan air setinggi paha orang dewasa dan anak-anak asyik berrenang di Jl Raya Morowudi yang sudah ditutup. “Kemarin masih bisa dilewati dengan kendaraan motor dan roda empat, sekarang jalan ditutup karena warga khawatir ombak merusak bangunan,” kata Sutikno, warga Desa/Kecamatan Cerme saat melihat genangan air di Jl Raya Morowudi.

Baca:  Cak dan Yuk Gresik Malam Ini Adu Nyali dan Kemampuan

Banjir dari luapan Kali Lamong selama dua hari ini memaksa warga tidur di sembarang tempat. Sebab, rumah warga umumnya tergenang air hingga 80 Centimeter. Seperti yang dialami Siswanto (30), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, yang harus tidur di atas kotak penyimpas es balok berukuran 2×2,5 meter bersama kedua orangtuanya.

Air luapan Kali Lamong tidak seperti yang diperkirakan oleh Siswanto. Luberan Kali Lamong sejak Jumat lalu sangat cepat dan baru sedikit sampai Sabtu petang. Seluruh perabot rumah tangga pun terendam, tak terkecuali ranjang. “Semalam tidur bertiga bersama Bapak dan Ibu di atas kotak es batu yang tingginya 1,5 meter,” katanya saat duduk di warung kopi dekat Pasar Benjeng.

Baca:  Indahnya Kerukunan Umat Hindu dan Muslim di Menganti Gresik

Mereka tentu tak nyaman bergerak seperti di tempat tidur biasanya. Apalagi, tidak semua pakaian bisa dibawa, kecuali beberapa potong. “Pakaian lainnya ada di rumah, di atas lemari bersama surat-surat berharga,” imbuhnya.

Sedangkan untuk kebutuhan makan, menurut Siswanto, hanya mendapatkan jatah satu bungkus untuk tiga orang. Itu pun harus mengambil di tepi jalan sehingga harus kedinginan. “Makan nasi bungkus kadang kurang, kami bertiga terkadang hanya dapat satu bungkus. Sebungkus itu pun nasinya sangat sedikit,” kata Siswanto yang setiap harinya bekerja jasa angkat barang dan jualan air ke warung di Pasar Benjeng. Penghasilannya antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000 sehari.

Hal yang sama juga dialami jutaan warga di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang sebab air belum surut, bahkan meluas ke Kecamatan Cerme. “Warga yang rumahnya tenggelam di atas satu meter tidur di rumah saya. Hanya gelar terpal dan pakai selimut di lantai,” kata  Sunarti (26), warga Desa/Kecamatan Benjeng.

Baca:  Gresik Dikepung Banjir Bengawan Solo dan Kali Lamong

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, rumah yang terendam di 10 desa dalam wilayah Kecamatan 873 unit, di Kecamatan Benjeng ada 17 Desa sebanyak 3.592 rumah, sedangkan di Kecamatan Cerme belum terdata. “Di Kecamatan Benjeng saja yang terkena bencana luapan Kali Lamong ada 8.979 jiwa,” kata Abu Hassan, Kepala BPBD Kabupaten Gresik. (Surya)

Kata Pencarian:

berita banjir gresik terbaru (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *