Home » Uncategorized » Bank Jatim Menambah 180 Jaringan Layanan di tahun 2013
bank jatim
idevertu.blogspot.com

Bank Jatim Menambah 180 Jaringan Layanan di tahun 2013

bank jatim
idevertu.blogspot.com

Bank Jatim Menambah 180 Jaringan Layanan di tahun 2013. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berencana menambah 180 jaringan pelayanan selama 2013. Direktur Utama Bank jatim, Hadi Sukrianto, mengatakan penambahan jaringan kantor ini merupakan langkah perseroan untuk memperbesar pasar sehingga menjadi bank pemenang di regional Jatim.

“Kami bercita-cita menjadi regional champion. Selain itu, kami juga terus memperkuat fungsi intermediasi terhadap masyarakat khususnya di sektor UMKM yang menjadi fokus bisnis kami,” katanya di sela Public Expose kinerja Bank jatim tahun 2012 di Kantor Pusat Bank Jatim Surabaya, Kamis (7/3/2013).

Sampai akhir Desember 2012, perseroan sudah mempunyai 912 jaringan layanan yang terdiri dari 41 kantor cabang (KC), 89 kantor cabang pembantu (KCP), 164 kantor kas, 138 payment point, 57 kas mobil, 6 kas mobil ATM, 368 ATM, 1 CDM, dan 47 kantor layanan syariah.

Baca:  Proyek Kemenristek di Kebomas Gresik Mangkrak

Saat ini rencananya Bank Jatim akan memfokuskan pembukaan kantor cabang pembantu untuk memperluas jaringan pelayanan hingga ke wilayah kecamatan di seluruh Kabupaten/kota di Jatim. “Pada tahun ini kami membuka total 28 kantor cabang pembantu yang semuanya difokuskan di wilayah Jatim. Tahun lalu kami sudah membuka beberapa kantor cabang pembantu di luar Jatim yakni di wilayah Jabodetabek,” ujar Hadi.

Selain kantor cabang pembantu Bank Jatim , emiten berkode BJTM tersebut pada tahun ini akan membuka 10 kantor kas, 37 payment point, 100 ATM, 1 counter, 2 kantor cabang syariah, dan 2 kantor cabang pembantu syariah.

Baca:  Gizi Buruk di Gresik Capai 79 Kasus dalam Lima Bulan

Disamping memperkuat jaringan cabang, Bank jatim juga akan memperkuat infrastuktur teknolofi (IT) dengan mengembangkan layanan SMS Banking antar bank, internet banking, host-to-host seperti pembayaran pajak, serta live e-paymet container. Untuk pembukaan jaringan serta pembenahan infrastruktur IT, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 70 miliar. (Kbc)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *