Home » Uncategorized » Bank Mutiara Mulai Pulih dan Membidik Pasar Mikro
Bank Mutiara

Bank Mutiara Mulai Pulih dan Membidik Pasar Mikro

Bank MutiaraBank Mutiara Mulai Pulih Membidik Pasar Mikro. Sejak diambilalih oleh pemerintah pada tahun 2008, performa Bank Mutiara terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil audit pada akhir 2012, tercatat asetnya naik sekitar 150 persen menjadi Rp 15,38 triliun dibandingkan aset tahun 2008 yang hanya Rp 5,58 triliun. Implikasinya, bank yang dahulunya bernama Bank Century ini mampu membukukan laba bersih Rp 274 miliar, padahal tahun 2008 masih rugi hingga Rp 7,28 triliun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Corporate Secretary Division Head Bank Mutiara, Rohan Hafis, dalam acara Konferensi Pers di Restoran Ria Galeria, kemarin (8/3). Menurut Rohan, keberhasilan Bank Mutiara dalam mencetak laba tidak terlepas dari semakin menciutnya persentase non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah. “Tahun 2008 NPL kami (Bank Mutiara) mencapai 35,23 persen.

Baca:  5 Kecamatan di Jember Terancam Kekeringan

Sekarang setelah berhasil menuntaskan permasalahan kedit bermasalah NPL kami hanya 3,9 persen. Itu artinya, kondisi Bank Mutiara semakin sehat,” jelasnya. Pada tahun 2013 ini pun Bank Mutiara merancang strategi untuk meningkatkan performanya. Setelah menggelontorkan kredit untuk ritel hingga Rp 11,4 triliun pada tahun 2012, kini Bank Mutiara mulai membidik kredit mikro.

Produk kredit mikro akan diluncurkan Bulan April dengan sasaran utama di 57 cabang Bank Mutiara di Pulau Jawa. Targetnya, dana Rp 12,98 triliun yang didapat dari investor bisa disalurkan untuk kredit mikro. “Tujuannya untuk menaikkan aset tahun ini yang kami targetkan mengalami peningkatan menjadi Rp 16,81 triliun,” tandasnya.

Baca:  Jadi Budak Seks Dari SD,Korban Mengadu Pada Wartawan

Sementara itu, kuasa hukum Bank Mutiara Mahendra Datta yang turut hadir dalam konferensi pers menyatakan kedudukan hukum Bank Century semakin menemukan titik terang. Mahendra menegaskan skema penggantian dana nasabah Bank Century sesuai keputusan Mahkamah Agung (MA) berasal dari hasil penjualan aset-aset yang disita.

Apabila penyelesian dana tidak mencukupi, dana akan ditutupi dengan APBN. Karena itulah, Bank Mutiara harus terus menyehatkan kondisinya agar bisa dijual mahal. “Kalau Bank Mutiara dijual murah, siapa yang rugi? Ya pasti negara. Jadi sebelum deadline penjualan Bank Century pada bulan November kami terus menggenjot aset Bank Mutiara,” tegasnya. (fik/hen/radarsby.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *