Home » Uncategorized » Banyak Kasus DBD, Gresik Butuh Alat Pemisah Trombosit Darah
kesehatan gresik

Banyak Kasus DBD, Gresik Butuh Alat Pemisah Trombosit Darah

Banyak Kasus DBD, Gresik Butuh Alat Pemisah Trombosit Darah. Banyaknya kasus demam berdarah (DB) di Gresik, Unit Transfusi Darah UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik butuh refrigenerator centrifuge yaitu sebuah alat untuk memisahkan komponen thrombocyt dari sel darah merah.

Pernyataan ini disampaikan oleh ketua PMI Gresik, Ir. Nadjib, MM saat Sosialisasi pelayanan pelaksanaan transfusi darah yang aman dan efektif pada Jum’at (18/3/2016).

Acara yang dihadiri oleh Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Dr. Mohammad Qosim. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Gresik ini juga menghadirkan Kepala Unit Transfusi Darah PMI Pusat, Dr, Ria Syafitri M.Bio Med. Turut hadir juga para Kepala UTD PMI dari beberapa Kabupaten kota dari wilayah Pantura dan Gerbang kertasusila Jawa Timur.

Baca:  Gresik United Menang 1-0 Lawan Persiram

Terkait kebutuhan alat refrigenerator centrifuge, mantan Sekda Gresik ini berharap agar kebutuhan alat tersebut bisa dicukupi dari dana corporate social responbility dari perusahaan yang ada di Gresik. Nadjib juga menyatakan sudah banyak bantuan Pemerintah Kabupaten Gresik yaitu Pembangunan Gedung PMI senilai Rp. 5 miliar dan Bus layanan donor darah serta beberapa sarana perlengkapan lain.

Selain Gedung PMI yang sudah sangat representative, beberapa kemajuan PMI Gresik yaitu adanya alat blood bank (bank darah) bantuan Rotary Club.  Nadjib juga melaporkan, dari bulan dana PMI dan biaya pengganti pengolahan dari mulai tahun 2011 sampai 2015 kami mendapat dana sebesar Rp. 1,489 miliar. “Dari dana tersebut berhasil dibelikan 2 unit penyimpan darah, 2 unit penyimpan trombocyt serta sarana prasarana lain” ujarnya.

Baca:  Pembiayaan UMKM, Bank Wajib Kucurkan 20 Persen Kredit UMKM

Dalam kinerjanya sejak tahun 2011 sampai tahun 2015, UTD PMI Gresik sudah melaksanakan pengambilan darah sebanyak 33.173 kantong darah. Darah tersebut disalurkan kepada 46 Rumah Sakit di Gresik dan wilayah Pantura Jawa Timur maupun Rumah Sakit Gernbang kertasusila. Sejak tahun 2011 sampai 2015 sudah tersalur sebanyak 31.739 kantong.

“Sebanyak 44 pendonor Gresik berhasil meraih penghargaan yaitu 14 orang pendonor 50 kali mendapat penghargaan dari Bupati Gresik. sebanyak 11 orang pendonor 75 kali mendapat penghargaan Gubernur Jawa Timur dan 19 pendonor 100 kali mendapat penghargaan Presiden RI”, tambah Nadjib.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto menyambut baik atas prestasi dan kinerja UTD PMI Gresik yang banyak mengalami kemajuan. “Pada dasarnya kami sangat mendukung seluruh upaya dalam mendukung kebijakan kesehatan Pemerintah Kabupaten Gresik. Dukungan kami ini bisa dilihat jumlah dana kesehatan dalam APBD dan tiap tahun semakin meningkat” katanya.

Baca:  Lomba Mewarnai Miniatur Zak Semen Gresik

Terkait permintaan bantuan pemisah komponen thrombocyt dari sel darah merah, Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim optimis bantuan itu bisa terealisasi. “Silahkan buat aja proporsal dan sampaikan ke Bupati atau saya, niscaya banyak perusahaan yang siap membantu. Saya yakin karena bantuan ini sifatnya social dan sangat dibutuhkan masyarakat untuk pelayanan kesehatan” ungkap Qosim. (sdm/gresikkab)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *