Home » Bawean » Kontroversi Dicabutnya Ijin Kapal Bawean Oleh Sambari
Master tukang, tutorial pertukangan

Kontroversi Dicabutnya Ijin Kapal Bawean Oleh Sambari

Persoalan transportasi pelayaran Gresik-Bawean sepanjang tahun tidak pernah sepi masalah. Terlepas dari persoalan jadwal, cuaca buruk, pelayanan, monopoli toh warga Bawean tidak memiliki pilihan lain selain tetap menggunakan. Kini satusatunya pelayaran yang melayani Gresik-Bawean, KM Express Bahari 1C dicabut izinnya oleh Bupati Gresik. Lantas bagaimana warga Bawean bakal melakukan mobilitasnya?

Pencabutan izin operasional KM Express Bahari 1C memunculkan beragam kekecewaan di kalangan masyarakat Bawean. Mereka  menganggap keputusan Pemkab Gresik dengan mencabut izin tersebut tidak mengindahkan hajat hidup orang Bawean. Menurut H Subki, agen kapal PT Pelayaran Sakti Inti Makmur (PSIM), pencabutan tersebut sepihak dan tidak populis.

Menurutnya, kapal Express Bahari telah melayani rute pelabuhan Gresik-Bawean selama 7 tahun. “Itu sudah sesuai prosedur yang berlaku. Juga kelayakan telah diberikan oleh pihak yang berkuasa memberikan rekomendasi. Jadi kami tidak ngawur menjalankan kapal ini,” ujarnya.

Baca:  Kapal Bawean Menambah Jadwal Pelayaran Selama Mudik Lebaran

Subki menambahkan bahwa Kapal 8c yang biasa dijadikan jujukan warga Bawean memiliki kapasitas 347 seat atau kursi. “Padahal kami mempunyai ijin dari dishub Gresik yang dikeluarkan sebulan sekali namanya ijin operasi sementara mulai tahun 2011 lalu. Kalau di tempat
lain 3 tahun sekali dengan deposit Rp 1,5 miliar dihitung dari nilai investasi,” terangnya.

Hal senada dilontarkan tokoh LSM Bawean, Syaifudin Rauf. Warga Kecamatan Tambak mengatakan, keputusan Pemkab Gresik merupakan keputusan arogan. “Bayangkan saja bila ada yang sakit keras dan butuh pertolongan segera. Bila naik kapal DLU yang memakan waktu tempuh 8 jam bisa dibayangkan seperti apa,” katanya mencoba mengambarkan kegalauannya.

Syaifudin mengingatkan bahwa dirinya dan tokoh lain sepakat bila kapal cepat express Bahari tidak dicabut ijinnya. “Kapal cepat Express Bahari jalan yang lain juga lain entah itu DLU atau apapun namanya. Biarkan masyarakat yang memilih sendiri pelayaran yang akan dinaikinya. Jangan yang menentukan Pemkab Gresik,” kecamnya.

Begitu juga yang disampaikan H Misbahudin. Dirinya sebagai tokoh masyarakat Bawean merasa dilangkahi. “Selaku tokoh saya tidak ikut pertemuan karena tidak diundang, namun keputusan tersebut yang membikin saya kecewa. Biarkanlah warga yang memilih transportasinya, pihak Pemkab Gresik sebaiknya hanya menyediakan sarana tarsportasinya,” ujarnya.

Baca:  Pengembangan Wisata di Bawean Perlu Pencabutan Status Cagar Alam

Sementara itu Donnie dari manajemen PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang akan mengisi jadwal pelayaran KM Express Bahari enggan menjawab seputar pro kontra pencabutan izin KM Express Bahari 1C. Dia melemparkan kembali keputusan tersebut pada Pemkab Gresik. “Perihal pelayaran Gresik-Bawean mungkin yang lebih berwenang narasumbernya dari pemerintah bukan dari kita. Dalam hal ini dari
Dinas Perhubungan Gresik,” katanya sambil menutup teleponnya. (san/ris/RadarGresik/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *