Home » Bawean » Pelepasan Rusa Bawean KBS Ke Habitatnya Terhambat Dana
Master tukang, tutorial pertukangan

Pelepasan Rusa Bawean KBS Ke Habitatnya Terhambat Dana

Pelepasan Rusa Bawean KBS Ke Habitatnya Terhambat Dana. Akibat over populasi di Kebun Binatang Surabaya, mengakibatkan beberapa binatang mengalami ketidaklayakan tempat. Beberapa kandang menjadi sesak dan memaksa pengelola untuk melepaskan ke alam liar untuk mengurangi jumlahnya. dari data yang terkumpul, ada sekitar 24 jenis satwa yang akan dilepas.

Salah satunya adalah Rusa Bawean yang merupakan satwa asli Pulau Bawean Kabupaten Gresik. Namun, pelepasan satwa ini ternyata tidak mudah. Kendalanya banyak, terutama soal biaya. “Dananya tidak sedikit, itu kendala utamanya. Karenanya, ini masih nyari sponsor,” tegas Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Ludhvie Achmad, Selasa (26/11/2012).

Ludhvie menambahkan, dana besar itu untuk pengangkutan rusa Bawean ke habitat nya. Ini karena Rusa Bawean harus diambil satu-satu, dikarantina, lalu di tes darah dan jika siap, dibuatkan kandang satu-satu untuk kemudian di kirim ke Pulau Bawean yang jaraknya 81 mil dari Pelabuhan Gresik.

Baca:  Menhub Ignasius Jonan Kunjungi Bandara Bawean

Pihaknya sebenarnya sudah beberapa kali mendekati beberapa BUMD dan BUMN di Jatim untuk mengucurkan dana CSR nya. “Tapi yang mau bantu itu-itu saja. Mungkin Pemkab Gresik mau bantu mencarikan sponsor, karena satwa ini kan ikon Gresik,” ujar Ludhvie.

Ketua Harian Tim Pengelola Sementara (TPS) jilid II KBS, Tony Sumampau mengatakan, sekarang ini ada sekitar 40-an Rusa Bawean yang menjadi penghuni KBS. Nantinya sekitar 20-30 ekor rusa Bawean yang bakal dilepas ke Pulau Bawean.

Namun, sebelum dilepas liarkan, Tony menyebut, harus ada pengecekan terlebih dulu terhadap satwa-satwa tersebut. Satwa yang terkena penyakit, tentu saja tidak akan masuk dalam ‘rombongan’ yang dilepas. “Dikhawatirkan malah akan menyebarkan penyakit ke satwa di habitat aslinya. Jadi, harus ada pengecekan terlebih dulu,” jelas pria yang juga bos Taman Safari Indonesia (TSI) ini.(surya/editor:adit)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *