Home » Dunia » Berkaca Dari Kasus Siti Aisyah, RI Harus Waspada Agen Ganda Intelijen Asing
foto siti aisyah kim joung un

Berkaca Dari Kasus Siti Aisyah, RI Harus Waspada Agen Ganda Intelijen Asing

Berkaca Dari Kasus Siti Aisyah, RI Waspada Agen Ganda Intelijen Asing.Peristiwa mengejutkan tentang agen pembunuh wanita dari Indonesia yang direkrut Korea Utara. Ini tentu menjadi warning bagi gerakan kontra intelijen di Indonesia untuk mewaspadai banyaknya agen ganda yang berpotensi membahayakan negara.

Polisi Malaysia mengatakan satu dari dua wanita yang diduga membunuh saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un merupakan warga negara Indonesia. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia membenarkan hal tersebut dan akan memberikan pendampingan hukum kepada WNI tersebut.

foto siti aisyah kim joung un

“Berdasar data diri yang disampaikan oleh otoritas keamanan Malaysia, KBRI telah melakukan verifikasi dan berdasarkan data sementara yang ada di KBRI perempuan tersebut berstatus WNI,” kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal

Iqbal mengatakan KBRI Malaysia telah meminta akses kekonsuleran kepada pemerintah Malaysia untuk memberikan pendampingan kepada Aishah agar hak-hak hukumnya terpenuhi. “Saat ini staf KBRI dalam perjalanan menuju Selangor,” katanya.

Dalam keterangan pers, polisi Malaysia mengatakan WNI yang ditangkap pada Kamis pukul 02.00 waktu setempat bernama Siti Aishah.

“Dia dari Serang di Indonesia. Dia diidentifikasi berdasarkan rekaman CCTV di Bandar Udara (Internasional Kuala Lumpur/KLIA 2) dan sendirian pada saat penangkapan,” kata Kepala Satuan Diraja Polisi Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar, dikutip dari Antaranews.

Aishah dituding sebagai salah satu pelaku pembunuhan Kim Jong-nam di KLIA 2 pada Senin. Wanita lain yang diduga berperan dalam pembunuhan Kim berasal dari Vietnam dan sudah ditangkap pada Rabu.

Baca:  Malaysia Buka Sekolah Penerbangan di Sumenep

Ketua komisi intelijen parlemen Korea Selatan Lee Cheol Woo yakin Kim tewas diracun. Dia tidak menjelaskan bagaimana pelaku meracuni Kim atau dari mana dia mendapatkan informasi tersebut.

 

Kronologi Pembunuhan Kim Jong Nam

Wanita pertama yang ditangkap terkait pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un memberikan pengakuan mengejutkan kepada kepolisian Malaysia. Wanita yang membawa dokumen perjalanan Vietnam ini, mengaku diperdaya untuk menyerang kakak tiri Kim Jong-Un.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Kamis (16/2/2017), wanita pertama yang ditangkap pada Rabu (15/2) pagi merupakan wanita yang terekam CCTV mengenakan kaos putih bertuliskan ‘LOL’. Wanita ini ditangkap di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) saat hendak terbang ke Vietnam.

Kepolisian Malaysia menyebut wanita itu membawa paspor Vietnam dengan nama Doan Thi Huong. Keaslian dokumen itu belum bisa dipastikan. Otoritas Vietnam menyatakan masih menyelidiki informasi ini.

Baca:  Amerika Punya "Ibu Segala Bom", Rusia Punya "Bapak Segal Bom" yang 4 Kali Lebih Dahsyat

Menurut berbagai laporan juga sumber kepolisian setempat, seperti dikutip The Star dan Daily Mail, wanita pertama itu mengaku kepada polisi bahwa dirinya ditipu oleh empat pria dan satu wanita untuk mengerjai Kim Jong-Nam, kakak tiri Kim Jong-Un pada Senin (13/2) pagi waktu setempat.

Kepada polisi, wanita ini mengaku tidak pernah berniat melukai atau membunuh Jong-Nam. Dia juga mengira aksinya hanya ‘lelucon tak berbahaya’. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal ‘cara’ wanita ini mengerjai Jong-Nam. Keterangan wanita ini belum bisa dipastikan kebenarannya.

Namun kepolisian Malaysia menyatakan tengah memburu lima orang yang disebut oleh wanita ini. Mereka diyakini masih ada di wilayah Malaysia.

Wanita ini juga mengaku kepada polisi, bahwa dirinya sebenarnya sedang ‘berlibur’ ke Kuala Lumpur bersama lima orang itu. Menurutnya, dirinya dan lima orang itu sempat bersama-sama pergi ke sebuah hotel di Bandar Baru Salak Tinggi, yang terletak tak jauh dari KLIA.

Namun tiba-tiba wanita ini ditinggal sendiri oleh kelima orang itu. Wanita ini kemudian memutuskan untuk terbang kembali ke Vietnam, sebelum akhirnya dia ditangkap polisi Malaysia pada Rabu (15/2) pagi. Polisi menyita sejumlah barang dari wanita ini, termasuk salah satunya kaos bertuliskan ‘LOL’ dan tas tangan merek Dior warna biru muda. Di dalam tas itu, terdapat sebuah botol yang diduga berisi racun yang menewaskan Jong-Nam.

Baca:  Ngeri!, Kakak Kim Jong Un di Bunuh Wanita Indonesia?

Keterangan wanita ini membuka dugaan bahwa lima orang lainnya itu bisa jadi merupakan pembunuh sebenarnya yang merencanakan untuk menghabisi Jong-Nam. Wanita pertama yang ditangkap ini diduga hanya dijadikan ‘bidak’ untuk rencana jahat mereka.

Otoritas Malaysia telah memastikan bahwa Jong-Nam menggunakan dua paspor, salah satunya dengan nama Kim Chol, saat hendak terbang ke Macau dari Kuala Lumpur. Kedua paspor itu telah dipastikan keasliannya oleh otoritas Malaysia.

Keterangan wanita ini mencuat ke publik saat kepolisian Malaysia menangkap wanita kedua pada Kamis (16/2) dini hari. Wanita kedua ini kedapatan membawa paspor Indonesia atas nama Siti Aisyah. Selain kedua wanita itu, seorang pria yang diketahui merupakan kekasih Siti Aisyah juga ditangkap.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *