Home » Uncategorized » Bertambah Satu Tersangka Kasus Korupsi Jitut dan Jides Bojonegoro

Bertambah Satu Tersangka Kasus Korupsi Jitut dan Jides Bojonegoro

Menyusul tiga tersangka kasus Korupsi Jitut, kini bertambah satu lagi tersangka korupsi. Penyidikan ini menyusul turunnya surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dugaan korupsi dana proyek jaringan irigasi tingkat usaha tani (Jitut) dan jaringan irigasi desa (Jides) dari dana APBN tahun 2012 senilai Rp5 miliar. Surat perintah ini telah diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaskaan Negeri Bojonegoro sejak 1 Juli 20015.

Menurut Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, Erwin Iskandar, dalam surat SPDP bernomor SPDP 98/VI/ 2015 SATRESKRIM tertanggal 1 Juli tersebut terdapat penambahan penetapan tersangka. Menyusul surat perintah tersebut, kemudian dimulai proses penyidikan baru.
“Kemudian kita terima surat penunjukan jaksa penuntut umumnya pada 6 Juli,” ujarnya, Jumat (24/07/2015).

Baca:  Mantan Kepala Dispertan Bojonegoro terancam Jadi Tersangka kasus korupsi

Dalam penyidikan dugaan korupsi dana Jitut dan Jides ini, penyidik Polres Bojonegoro sebelumnya sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Ketiga tersangka tersebut yakni, Kades Pekuwon, Kecamatan Sumberejo, Amarlin (44) dan rekannya Yuli Rahayu Wijayanti (42) asal Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, serta mantan Kasi Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) Dinas Pertanian (Disperta) Pemkab Bojonegoro, Rohmad Harianto.

Kini bertambah lagi satu orang tersangka yang merupakan mantan Kepala Dinas Pertanian Pemkab Bojonegoro, M Subekti. Tersangka baru ini saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Bojonegoro.

Erwin Iskandar menambahkan satu tersangka baru ini turut serta dalam melakukan tindak pidana korupsi. Sedangkan dari segi penegakkan hokum, kasus ini akan ditangani oleh tujuh orang jaksa. “Ada tujuh jaksa yang akan menangani kasus ini,” lanjutnya.

Baca:  Aparat Setengah Hati Mengusut Kasus Pupuk Oplosan di Gresik

Sementara itu, tersangka Rohmad Harianto telah menjalani tahap dua. Saat ini dirinya ditahan di Lapas Kelas II A Bojonegoro. Dua tersangka lainnya juga sebelumnya sudah lebih dulu menjalani kurungan.

Di sisi lain, Penasehat Hukum (PH) tersangka, Sahrul Barman, member keterangan bahwa kliennnya tersebut hanya sebagai pelaksana program dan masih ada tersangka lain yang berperan sebagai penanggungjawab pengguna anggaran, yakni Kepala Dinas Pertanian. “Tersangka ini hanya sebagai pelaksana program,” sergahnya.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *