Home » Uncategorized » Bojonegoro Darurat Banjir 2.137 Rumah Tergenang

Bojonegoro Darurat Banjir 2.137 Rumah Tergenang

bojonegoro banjirBojonegoro Darurat Banjir 2.137 Rumah Tergenang. Luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, terus mengalami kenaikan. Hingga pukul 15.15 WIB, ketinggian air 15.31 peilschaal dan sudah merendam 68 desa.

Satlak Kabupaten Bojonegoro menyatakan sebanyak 2.137 rumah tergenang, 2.930 hektar sawah yang ditanami padi juga banjir.  Selain pemukiman warga, 4 masjid dan 15 mushola juga terdampak banjir. Dengan ketinggian 50 cm hingga 1 meter ini juga telah meluas tersebar di beberapa kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Boureno, Kanor, Balen, Kapas, Bojonegoro, Kalitidu, Dander, Gayam, Kasiman, Padangan. Warga yang mengungsi berjumlah 1.240 orang.

“Ini jumlah desa yang diterjang banjir terus bertambah. Kini di kecamatan-kecamatan masih terus dilakukan pendataan,” kata Sekretaris BPBD Bojonegoro, Budi, kepada detikcom di kantornya Jalan Mastumapel, Minggu (15/12/2013).

Baca:  Ciputra World Hotel Surabaya Sold Out Dalam 9 Bulan

Di kantor BPBD Bojonegoro, saat ini telah siaga pasukan SAR dengan peralatannya, yang melibatkan tagana, polisi, TNI dan Satpol PP. Sedangkan pasokan makanan dan minuman hingga kini belum terlihat menumpuk. Sementara beberapa tanggul di pinggiran kota telah ditutup menggunakan kayu dan karung pasir agar tidak meluber ke tengah kota.

Untuk Kecamatan Balen, ada 7 desa yang terdampak. Diantaranya Desa Sarirejo, Kedungdowo, Sekaran, Kedungbondo, Mulyoagung, Mulyorejo dan Pilanggede. Rata-rata ruas jalan desa, persawahan dan beberapa rumah warga sudah banjir. “Jalan desa dan pemukiman sudah banjir. Rata-rata banjir terus naik,” kata Camat Balen Kasiyanto kepada detikcom, minggu Siang (15/12/2013).

Untuk Kecamatan Padangan ada sembilan desa meliputi Tebon, Prangi, Dengok, Kuncen, Nguken, Sidorejo, Banjarejo, Purworejo, Kabonagung. Sedangkan Kecamatan Gayam meliputi Desa Beged, Ngraho, Cengungklung dan Manukan.

Sementara pemerintah Bojonegoro mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada karena berdasarkan pengalaman tahun 2012, ada 14 kecamatan yang rawan terkena luapan banjir sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.

Baca:  Penderita HIV/AIDS Gresik Capai 50 Orang, Jatim Peringkat Kedua Nasional

“Tren ketinggian air di Sungai Bengawan Solo saat ini terus mengalami kenaikan. Kita sudah siapkan tim SAR untuk membantu proses evakuasi,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Amir Syahid.

Bila terjadi evakuasi korban banjir, kata dia, ada dua kemungkinan lokasi yang telah disiapkan yakni Gedung Serbaguna dan tempat evakuasi di Trucuk. Namun pantauan di lokasi banjir, beberapa warga juga sudah mengevakuasi ternak mereka di atas tanggul.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *