Uncategorized

Bromo Masih Menjadi Tarjet Wisata Alam

tar 700 mobil jenis hardtop yang akan mengantar ribuan wisatawan yang akan berangkat ke Bukit Penanjakan. Jika satu mobil jip tersebut berisi rata-rata lima penumpang saja, berarti terdapat sekitar 3.500 pengunjung yang akan menuju puncak untuk menyaksikan keindahan matahari terbit.

“Seharusnya kita berangkat pukul 02.00 supaya tidak terjebak macet menuju Bukit Penanjakan. Maklum, sekarang kan musim libur sehingga banyak sekali pengunjung,” kata Purnomo (25), sopir jip yang sekaligus berperan sebagai pemandu wisata.

Masih Jadi Magnet
Kawasan Bromo dengan segala keindahan dan keunikannya masih tetap menjadi magnet bagi mereka yang menyukai wisata alam terbuka. Tidak mengherankan jika setiap musim liburan, kawasan yang terletak sekitar 85 Km dari Surabaya atau sekitar 60 Km dari Malang tersebut selalu ramai dikunjungi.

Seperti yang terlihat pada akhir Desember lalu, ribuan orang tampak berdesak-desakan di Bukit Penanjakan saat menanti terbitnya matahari yang menyembul dari Gunung Semeru. Pengunjung dari berbagai usia, mulai dari bayi yang masih dalam gendongan, sampai orang tua duduk di kursi roda, rela bersusah payah menaiki bukit, hanya demi untuk menyambut kedatangan sang surya.

Baca:  Anas Urbaningrum Ditetapkan sebagai Tersangka Oleh KPK

Bagi mereka yang baru pertama kali ke Bromo, akan terkesima ketika mengalami perubahan suasana, yaitu ketika sinar matahari yang memendarkan cahaya keemasan di balik Gunung Semeru dan kemudian menerangi seluruh kawasan. Dari kejauhan, terhampar pemandangan yang mengagumkan, ibarat lukisan di atas kanvas, yaitu Gunung Batok yang berdiri megah dengan latar belakang kawah Gunung Bromo yang mengepulkan asap putih.

Pemandangan yang tersaji dari Bukit Penanjakan itulah yang menjadi ikon wisata Bromo dan banyak beredar di berbagai brosur-brosur wisata yang menawarkan paket wisata. Bromo tidak hanya menjadi tujuan wisata andalan Jawa Timur, tapi juga Indonesia karena keindahan dan keunikan budaya masyarakat setempat yang sudah mendunia.

Sayangnya keindahan alam Bromo tidak disertai dengan kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan. Ketika mahatari mulai terang benderang dan pengunjung mulai meninggalkan Bukit Penanjakan, yang tersisa adalah tumpukan kertas koran bekas yang sebelumnya digunakan sebagai alas duduk.

Baca:  Isu Penyerangan Tokoh Agama, Dandim Gresik Siagakan Pengamanan

“Susah memang untuk mengajak pengunjung disiplin dalam menjaga kelestarian lingkungan. Mereka hanya mau menikmati keindahan alam, tapi tidak menghargai kebersihan, membuang sampang sembarangan,” gerutu Purnomo, pemandu wisata yang berasal dari Malang itu.

Usai menyaksikan pesona matahari terbit di Penanjakan, ratusan jip hardtop itu pun kemudian berbalik arah menuju lokasi lainnya, yaitu kawah Gunung Bromo yang masih aktif. Seperti saat menuju Penanjakan, kemacetan pun kembali terjadi karena jalanan yang sempit dan hanya cukup untuk satu mobil.

Purnomo, mantan guru yang banting profesi menjadi pemandu wisata itu dengan gesit mengemudikan kendaraannya menuju kawah Bromo melalui lautan pasir. Pria berperakan kecil tersebut tampak sudah sangat hapal dengan kondisi jalan berpasir, tapi tetap berhati-hati khawatir mobil melewati kondisi jalan yang lunak.

Baca:  Jember Fashion Ekspresikan Nusantara dan Internasional

Sesampai di dekat kawah Gunung Bromo, suasana ternyata justru lebih ramai karena ribuan orang sudah antre, baik untuk naik maupun menuruni anak tangga. Pengunjung yang tidak sabar ingin cepat-cepat sampai di puncak, bisa menyewa kuda dari arena parkir kendaraan sebelum kemudian naik anak tangga yang berjumlah lebih dari 200 dan cukup menguras tenaga.

Selain padang savanna Bukit Telettubbies, tempat menarik lain yang tidak boleh dilewatkan adalah Pasir Berbisik, yaitu padang pasir luas yang mengeluarkan uap berwarna putih serta deru angin yang bertiup membawa butiran-butiran pasir yang seolah menyerukan keindahan alam yang dimiliki Bromo.

Nama Pasir Berbisik memang berkaitan dengan judul film yang disutradarai Garin Nugroho dengan bintang utama Dian Sastro itu. (*antara)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman