Budidaya Pertanian

Budidaya Bawang Merah dan Analisa Kelayakan Usahanya

Budidaya Bawang Merah dan Analisa Kelayakan Usahanya. Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang tergolong ke dalam bahan bumbu/rempah. Budidaya bawang merah sudah lama diusahakan oleh petani secara intensif dan sebagian besar dicirikan dengan luas lahan yang tidak terlalu luas. Karakteristik bawang merah yang tahan lama dan tidak cepat busuk serta harganya yang tinggi, menjadikan bawang merah memiliki prospek usaha yang menguntungkan dan nilai ekonomi yang tinggi termasuk produk derivatifnya seperti bawang goreng.

Dengan prospek dan peluang usaha yang tinggi, budidaya bawang merah dapat diarahkan sebagai bisnis yang mampu meningkatkan pendapatan dan memberikan nilai tambah. Kebutuhan kredit usaha bawang merah dapat berupa kredit investasi ataupun kredit modal kerja. Namun, sebagian besar petani bawang merah mengajukan permohonan bantuan pembiayaan untuk modal kerja karena modal investasi umumnya masih dapat dipenuhi oleh modal petani.

Pemilihan lokasi budidaya bawang merah harus disesuaikan dengan persyaratan tumbuh bawang merah untuk mencegah kegagalan tanam dan dapat menghasilkan bawang merah yang sesuai dengan standar mutu serta tidak merusak lingkungan. Lokasi lahan diusahakan dekat dengan mata air untuk memenuhi ketersediaan air irigasi. Puncak panen bawang merah di Indonesia terjadi hampir selama 6-7 bulan setiap tahun, dan terkonsentrasi antara bulan Juni-Desember-Januari, sedangkan bulan kosong panen terjadi pada bulan Februari-Mei dan November. Berdasarkan pengamatan tersebut, musim tanam puncak diperkirakan terjadi pada bulan April-Oktober.

Dalam kegiatan budidaya bawang merah, kebutuhan pembiayaan bibit mengambil porsi separuh dari total kebutuhan modal kerja, sehingga pemilihan bibit yang bermutu tinggi merupakan syarat mutlak agar kegiatan budidaya dapat menghasilkan produksi bawang merah yang optimal.

budidaya bawang merahTotal biaya investasi yang digunakan untuk budidaya bawang merah per hektar per tahun (3 kali musim tanam) adalah sebesar Rp26.323.000 dan total modal kerja yang digunakan adalah sebesar Rp111.130.000. Dengan asumsi bahwa 60% modal kerja bersumber dari kredit perbankan, maka kredit modal kerja yang diperlukan adalah sebesar Rp66.678.000 dengan bunga kredit sebesar 18%, sedangkan selebihnya Rp44.452.000 merupakan dana milik petani. Adapun pembayaran angsuran dilakukan setelah panen (pada bulan ke-4).

 

Secara umum, faktor kritis yang dihadapi dalam budidaya bawang merah, yaitu  harga bibit yang lebih mahal dibandingkan harga jual ketika musim panen, kebutuhan air yang banyak, dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) yang efektif. Untuk itu perlu dilakukan pembangunan jaringan informasi (periode panen, prediksi pasokan, kelas/varietas, dan harga), pengadaan dan perbaikan jaringan irigasi, serta pemberdayaan sentra produksi bawang merah untuk mencapai economies of scale usaha.

 

Usaha budidaya bawang merah per hektar sesuai dengan asumsi periode proyek 3 tahun memberikan nilai kelayakan usaha yang tinggi yaitu 118,50% jauh di atas tingkat bunga kredit perbankan yang tercatat 18% dan mencapai titik impas hanya 1,51 tahun. Daerah-daerah sentra produksi bawang merah adalah Kuningan, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Bantul, Nganjuk, dan Probolinggo.

Cara Budidaya Bawang Merah

 

Persiapan Budidaya Bawang merah

  • Syarat Tumbuh Bawang Merah

Bawang merah akan tumbuh dengan baik bila ditanam pada tanah sawah atau tegalan dengan tekstur sedang sampai liat. Selain itu tempat pertumbuhan bawang merah yang baik bisa juga di tanam pada jenis tanah Alluvial yang memiliki pH 5.6 – 6.5, dengan ketinggian 0-400 mdpl, dan kelembaban 50-70 %, serta suhu 25-32 drajat C.

Baca:  Mau Budidaya Jamur Tiram? Ini Caranya

 

  • Pengolahan Tanah Budidaya Bawang merah

Setelah lahan dibersihkan dari gulma dan tumbuhan liar lainnya, maka sebaiknya pada permukaan tanah disebar pupuk kandang dengan dosis 0,5-1 ton/ 1000 m2. Tanah yang sudah ditamburi pupuk kandang kemudian diluku dan digaru dan kondisi ini biarkan selama waktu kurang lebih 1 minggu.

Hal lainnya yang harus dilakukan adalah membuat bedengan dengan lebar 120 -180 cm. Perlu diperhatikan bahwa diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air (canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.

Bila pH tanah kurang dari 5,6, maka sebaiknya diberi Dolomit dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu. Sementara untuk mencegah penyakit layu, maka dapat diatasi dengan menaburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di atas bedengan.

  • Pupuk Dasar Bawang Merah

Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 secara merata diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah. Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.

  • Pemilihan Bibit Bawang Merah

Ukuran umbi bibit yang optimal adalah 3-4 gram/umbi. Sementara umbi bibit yang baik adalah umbi yang telah disimpan 2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya). Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah umbi bibit harus sehat, ditandai dengan bentuk umbi yang kompak (tidak keropos), kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilau)

 

Proses Tanam Bawang Merah

  • Jarak Tanam Bawang Merah

Jarak tanam pada musim kemarau adalah 15 x 15 cm dengan jenis tanaman adalah varietas Ilocos, sementara untuk musim penghujan jarak tanaman adalah berukuran 20 x 15 cm dengan varietas Tiron.

  • Cara Tanam Bawang Merah

Umbi bibit direndam dulu dalam larutan NASA + air ( dosis 1 tutup/lt air ), kemudian taburkan GLIO secara merata pada umbi bibit yg telah direndam NASA. Setelah kedua proses ini dilalui, maka kemudian simpan bibit selama 2 hari sebelum di tanam. Pada saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap tanam dibenamkan ke dalam permukaan tanah. Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit.

 

AWAL PERTUMBUHAN (0 – 10 Hari Setelah Tanam)

  • Pengamatan Hama Bawang Merah

Waspadai hama Ulat Bawang ( Spodoptera exigua atau S. litura), telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas.

Kelompok telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahkan. Populasi diatas ambang ekonomi kendalikan dengan VIREXI atau VITURA . Biasanya pada bawang lebih sering terserang ulat grayak jenis Spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam di perut /kalung hitam di leher, dikendalikan dengan VIREXI.

Ulat tanah . Ulat ini berwarna coklat-hitam. Pada bagian pucuk /titik tumbuhnya dan tangkai kelihatan rebah karena dipotong pangkalnya. Kumpulan ulat pada senja/malam hari. Jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang jadi sarangnya. Semprot dengan PESTONA.

Baca:  Akuaponik, Budidaya Ikan dan Sayuran Panen Ganda

Penyakit yang harus diwaspadai pada awal pertumbuhan adalah penyakit layu Fusarium. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan menguningnya daun bawang, selanjutnya tanaman layu dengan cepat (Jawa : ngoler). Tanaman yang terserang dicabut lalu dibuang atau dibakar di tempat yang jauh. Preventif kendalikan dengan GLIO.

 

  • Penyiangan dan Pembumbunan Bawang Merah

Penyiangan pertama dilakukan umur 7-10 HST dan dilakukan secara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama ulat bawang. Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang

Dilakukan pendangiran, yaitu tanah di sekitar tanaman didangir dan dibumbun agar perakaran bawang merah selalu tertutup tanah. Selain itu bedengan yang rusak atau longsor perlu dirapikan kembali dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan dengan lumpur dari dasar saluran (di Brebes disebut melem).

 

  • Pemupukan pemeliharaan/susulan

Dosis pemupukan bervariasi tergantung jenis dan kondisi tanah setempat. Jika kelebihan Urea/ZA dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil, tapi jika kurang, pertumbuhan tanaman terhambat dan daunnya menguning pucat. Kekurangan KCl juga dapat menyebabkan ujung daun mengering dan umbinya kecil.

Pemupukan sebaiknya dilakukan sebanyak 2 kali dengan dosis setiap 1000 m2 adalah sebagai berikut:

– 2 minggu : 5-9 kg Urea+10-20 kg ZA+10-14 kg KCl
– 4 minggu : 3-7 kg Urea+ 7-15 kg ZA+12-17 kg KCl

Hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemupukan ini adalah dalam hal pengolahan pupuk yang sebaiknya dilakukan dengan cara mencampur secara merata ketiga jenis pupuk tersebut dan aplikasikan di sekitar rumpun atau garitan tanaman. Pada saat pemberian jangan sampai terkena tanaman supaya daun tidak terbakar dan terganggu pertumbuhannya. Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 diberikan pada umur ± 2 minggu.

 

  • Pengairan Bawang Merah

Pada awal pertumbuhan dilakukan penyiraman dua kali, yaitu pagi dan sore hari. Penyiraman pagi hari usahakan sepagi mungkin di saat daun bawang masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. Penyiraman sore hari dihentikan jika persentase tanaman tumbuh telah mencapai lebih 90 %. Sementara Air dengan salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang merah, sehingga perlu diperhatikan tinggi permukaan air pada saluran (canal) harus dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan pertanaman.

 

Fase Vegetatif Bawang Merah (11- 35 Hari Setelah Tanam)

  • Pengamatan Hama dan Penyakit

Hama Ulat bawang, S. litura dan S. exigua Thrips, mulai menyerang tanaman pada umur 30 hari setelah tanam. Hal ini disebabkan karena kelembaban di sekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak. Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Jika ditemukan serangan, penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan. Populasi diatas ambang ekonomi kendalikan dengan BVR atau PESTONA.

 

Penyakit Bercak Ungu atau Trotol
Disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Gejala serangan ditandai terdapatnya bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu di daun dan di tepi daun kuning serta mongering ujung-ujungnya. Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika ada hujan rintik-rintik segera dilakukan penyiraman. Preventif dengan penebaran GLIO.

Baca:  Kelengkeng New Kristal Satu Pohon Panen 3 Juta

 

Penyakit Antraknose atau Otomotis
Disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Gejala serangan adalah ditandai terbentuknya bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan yang akan menyebabkan patahnya daun secara serentak (istilah Brebes: otomatis). Jika ada gejala, tanaman terserang segera dicabut dibakar dan dimusnahkan. Untuk jamur yang ada didalam tanah kendalikan dengan GLIO

 

Penyakit oleh Virus
Gejalanya pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung ke segala arah dan terkulai serta anakannya sedikit. Usahakan memakai bibit bebas virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.

 

Busuk umbi oleh Bakteri
– Umbi yang terserang jadi busuk dan berbau. Biasa menyerang setelah dipanen. Usahakan tempat yang kering.
– Busuk umbi/ leher batang oleh jamur.
– Bagian yang terserang jadi lunak, melekuk dan berwarna kelabu. Jaga agar tanah tidak terlalu becek (atur drainase).
– Untuk pencegahan hama-penyakit usahakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lain (bukan golongan Bawang-bawangan.
Untuk mengatasi penyakit Busuk umbi yang disebabkan oleh bakteri, sebaiknya diatasi dengan menggunakan PESTISIDA Kimia.

 

Pengelolaan Tanaman
– Penyiangan kedua dilakukan pada umur
30-35 HST dilanjutkan pendagiran, pembumbunan dan perbaikan bedengan yang rusak.

– Penyemprotan Pupuk organik dengan dosis 4-5 tutup/tangki tiap 7-10 hari sekali mulai 7 hari setelah tanam hingga hari ke 50-55. Mulai hari ke 35 penyemprotan ditambah HORMON tanaman dengan dosis 1-2 tutup/ tangki.
– Pengairan, penyiraman 1x per hari pada pagi hari, jika ada serangan Thrips dan ada hujan rintik-rintik penyiraman dilakukan siang hari.

 

Pembentukan Umbi Bawang merah ( 36 – 50 Hari Setelah Tanam )
Pada fase pengamatan HPT sama seperti fase Vegetatif, yang perlu diperhatikan adalah pengairannya. Butuh air yang banyak pada musim kemarau sehingga perlu dilakukan penyiraman sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari.

 

Pematangan Umbi Bawang Merah ( 51- 65 Hari Setelah Tanam )
Pada fase ini tidak begitu banyak air sehingga penyiraman hanya dilakukan sehari sekali yaitu pada sore hari.

 

Panen dan Pasca panen bawang Merah

1. Panen
> 60-90 % daun telah rebah, dataran rendah pemanenan pada umur 55-70 hari, dataran tinggi umur 70 – 90 hari.
> Panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek
> Pemanenan dengan pencabutan batang dan daun-daunnya. Selanjutnya 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan (Jawa : dipocong)

2. Pasca Panen
– Penjemuran dengan alas anyaman bambu (Jawa : gedeg). Penjemuran pertama selama 5-7 hari dengan bagian daun menghadap ke atas, tujuannya mengeringkan daun. Penjemuran kedua selama2-3 hari dengan umbi menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dan sekaligus dilakukan pembersihan umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan tanah yang terbawa dari lapangan. Kadar air 89 85 % baru disimpan di gudang.

– Penyimpanan, ikatan bawang merah digantungkan pada rak-rak bambu. Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26-290C kelembaban 70-80%, sanitasi gudang.

Demikian analisa usaha dan teknik budidaya bawang merah, semoga bermanfaat. (berbagai sumber/www.bi.go.id/balai pertanian)

Kata Pencarian:

analisa bawang merah (2)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman