Home » Teknik Budidaya » Budidaya Pertanian » Budidaya Cabai Merah dan Potensi Usahanya
budidaya cabai merah

Budidaya Cabai Merah dan Potensi Usahanya

Budidaya Cabai Merah dan Potensi Usahanya. Tanaman cabai dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, asalkan mempunyai drainase dan aerasi yang baik. Tanah yang paling ideal untuk tanaman cabai adalah tanah yang mengandung bahan organik sekurang-kurangnnya 1,5% dan mempunyai pH antara 6,0 – 6,5. Keadaan pH tanah sangat penting karena erat kaitannya dengan ketersediaan unsur hara.

Apabila ditanam pada tanah yang mempunyai pH lebih dari tujuh, tanaman cabai akan menunjukkan gejala klorosis, yakni tanaman kerdil dan daun menguning yang disebabkan kekurangan unsur hara besi (Fe).

Sebaliknya, pada tanah yang mempunyai pH kurang dari lima, tanaman cabai juga akan kerdil, karena kekurangan unsur hara kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) atau keracunan aluminium (Al) dan mangan (Mn) (Sumarni 1996).

Secara geografis tanaman cabai dapat tumbuh pada ketinggian 0 – 1.200 m di atas permukaan laut.Pada dataran tinggi yang berkabut dan kelembabannya tinggi, tanaman cabai mudah terserang penyakit. Cabai akan tumbuh optimal pada daerah yang rata-rata curah hujan tahunannya antara 600 – 1.250 mm pada tingkat penyinaran matahari lebih dari 45% (Suwandi et al. 1997).

budidaya cabai merah

Suhu udara optimal untuk pertumbuhan cabai pada siang hari adalah 18o-27oC. Bila suhu udara malam hari di bawah 16oC dan siang hari di atas 32oC, proses pembungaan dan pembuahan tanaman cabai akan terhambat.

Cabai tidak menghendaki curah hujan yang tinggi atau iklim yang basah, karena pada keadaan tersebut tanaman akan mudah terserang penyakit, terutama yang disebabkan cendawan (Sumarni 1996).

Menurut Setiadi (1987), dalam penanaman cabai juga perlu memperhitungkan kandungan air tanah. Jika penanaman cabai dilakukan di sawah, maka sebaiknya dilakukan pada akhir musim hujan. Penanaman cabai di lahan tegalan akan lebih baik jika dilakukan pada akhir musim kemarau karenasaat itu tanah memiliki kelembaban atau kandungan air yang cukup untuk penanaman cabai.

Di tanah sawah, kandungan airnya tidak kelewat banyak,sehingga bisa meminimalkan tanaman cabai dari serangan cendawan yang menyerang akar. Di tanah tegalan, siraman air hujan sudah cukup memenuhi kebutuhan tanaman cabai.

Untuk menghasilkan cabai merah berkualitas dengan produktivitas yang optimal diperlukan upaya produksi sesuai dengan norma budidaya yang baik dan benar.

Oleh sebab itu pelaksanaan Prosedur Operasional Standar (POS) harus konsisten dan terdokumentasi dengan baik oleh setiap pelaku usaha. Pelaksanaan POS dengan baik dapat menghasilkan produktivitas cabai lebih dari 1 kg/tanaman (tergantung varietas cabai merah), dengan tingkat kehilangan hasil lebih kecil 10% dan kualitas cabai sesuai standar pasar yang mencapai 90%. Untuk dapat melaksanakan POS tersebut diperlukan fasilitas dan peralatan produksi yang sesuai aktivitasnya.

Baca:  Kelengkeng New Kristal Satu Pohon Panen 3 Juta

Persiapan Lahan Budidaya Cabai Merah

Sebelum penanaman dilakukan perlu pembersihan lahan dari segala sesuatu yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman agar diperoleh lahan yang siap ditanami dan terbebas dari gangguan fisik (batu-batuan, sampah, dll) maupun biologis (gulma atau sisa-sisa tanaman). Peralatan yang digunakan
untuk aktivitas tersebut adalah:

a. Parang/arit/golok untuk memotong dan membersihkan semak belukar yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman muda,

b. Cangkul/kored untuk membersihkan tanah dari rumput dan sisa-sisa semak belukar/ tanaman yang tertinggal serta untuk mengolah tanah,

c. Keranjang/pikulan/carangka untuk mengangkut hasil pembersihan lahan.

Budidaya Cabai Merah: Pengolahan Tanah dan Pembuatan Bedeng

Suatu upaya pembuatan lahan pertanaman menjadi siap tanam, dengan cara mengolah tanah sampai gembur dan diratakan, membuat parit dan garitan dengan bentuk membujur atau disesuaikan dengan denah/ letak lahan (bila tidak persegi) dan dengan arah datangnya sinar matahari.

Tujuannya agar diperoleh media tanam yang optimal bagi pertumbuhan tanaman cabai merah. Peralatan yang digunakan untuk pengolahan tanah sangat tergantung pada skala usaha atau luasan lahan yang dikelola, yaitu:

a. Garpu/cangkul/kored untuk mengolah tanah dan meratakan pupuk kandang,

b. Meteran sebagai alat ukur menentukan ukuran,

c. Tali untuk tarikan garitan dan parit agar diperoleh garitan dan parit yang lurus,

d. Bambu untuk pemancang tali pada pembuatan garitan dan par.

Budidaya Cabai Merah: Penyiapan Jarak Tanam

Setelah selesai pembuatan bedengan, maka akan dilakukan penutupan mulsa plastik yang kemudian dibolongi sesuai dengan jarak tanam cabai. Alat yang dibutuhkan adalah mulsa hitam perak,kaleng susu yang sudah dipertajam, bambu dan alat potong.

Penetapan jarak tanam dilakukan dengan membuat tanda jarak tanam yang memungkinkan untuk pertumbuhan cabai secara normal dan optimal. Tujuan penetapan jarak tanam yaitu agar diperoleh jarak yang sama pada seluruh bedengan untuk meletakkan bibit cabai.

Dalam penetapan jarak tanam digunakan seperti peralatan/belahan bambu/tali/tambang serta meteran. Jarak tanam ini sangat penting karena erat kaitannya dengan jumlah bibit yang dibutuhkan per satuan luas, serta akan sangat besar pengaruhnya terhadap ukuran cabai merah yang dihasilkan.

Budidaya Cabai Merah: Penyiapan Benih dan Persemaian

Penyiapan benih adalah menyiapkan benih bermutu dari varietas unggul yang bersertifikat. Tujuannya adalah menjamin benih yang ditanam jelas varietasnya, memiliki tingkat keseragaman yang tinggi, berproduktivitas tinggi dan sehat.

Varietas cabai yang disetujui oleh PT. Heinz ABC adalah Biola, Gada, Adipati, Imperial, Fantastic, dan TM 99. Dalam proses budidaya cabai merah, benih tidak langsung ditanam di lapang melainkan harus disemaikan terlebih dahulu.

Baca:  Mau Budidaya Jamur Tiram? Ini Caranya

Peralatan yang digunakan untuk aktivitas tersebut yaitu wadah semai, polibag kecil, sungkup, ember dan emrat untuk penyiraman. Ciri benih cabai merah varietas unggul:

a. Produksi tinggi. Potensi hasil cabai besar hibrida 1,2 kg/tanaman/musim, cabai keriting hibrida 1 kg/tanaman/musim, cabai rawit hibrida 0,6 kg/ tanaman/musim dan paprika 3,7 kg/tanaman/musim.

b. Umur panen lebih disukai genjah. Secara umum berkisar 90 sampai 120 hari setelah semai.

c. Tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Saat kemarau panjang, intensitas serangan hama (thrips, kutu daun, tungau dan kutu kebul) sangat tinggi, maka perlu varietas yang tahan serangan hama. Pada saat musim hujan, kelembaban tinggi sehingga intensitas serangan penyakit (layu bakteri,  fusarium, phytopthora dan antraknosa) sangat tinggi.

d. Daya simpan lebih lama. Umumnya kualitas akan turun setelah disimpan 2-3 hari pada suhu kamar. Jika pada suhu dingin (5-7oC) dan kelembaban 90-95% dapat bertahan 10-20 hari. Cabai unggul dapat disimpan lebih lama sehingga tahan pengangkutan ke lokasi lebih jauh.

e. Tingkat kepedasan tertentu. Cabai terasa pedas karena adanya zat capsaicin. Tingkat kepedasan yang diinginkan industri saus tertentu yaitu mencapai 400x pengenceran setara dengan kandungan capsaicin 380 ppm.

f. Kualitas buah sesuai konsumen. Contoh, industri saus tertentu menyukai buah dengan diameter pangakal batang 1,00-1,70 cm, panjang buah 9,5-14,5 cm, warna buah merah tanpa belang dan tingkat kepedasan 400 ppm. Menurut Badan Standardisasi Nasional (1998), panjang buah cabai merah mutu I=12-14 cm, mutu II = 9-11 cm dan mutu III kurang dari 9 cm; diameter buah cabai merah mutu
I=1,5-1,7 cm, mutu II = 1,3-1,5 cm dan mutu III kurang dari 1,3 cm;

Budidaya Cabai Merah: Penanaman

Penanaman cabai adalah kegiatan meletakkan bibit dengan posisi akar di dalam lubang tanam yang disiapkan. Tujuannya agar tersedia unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman secara optimal dan benih diletakkan dengan benar. Peralatan yang digunakan dalam aktivitas ini adalah: wadah tempat angkut bibit, pisau, dan bambu.

Budidaya Cabai Merah: Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman cabai meliputi penyiraman, peletakkan ajir, penyiangan, pemupukan, perompesan dan pengendalian hama dan penyakit. Aktivitas ini disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan dilakukan dengan peralatan berikut ini.

a. G olok/gergaji digunakan untuk memotong dan membelah bambu,

b. Meteran sebagai pengukur panjang ajir/turus,

c. Bambu digunakan sebagai tiang ajir/ turus,

d. Tali plastik untuk mengikat tanaman pada ajir/ turus,

e. Cangkul digunakan untuk meninggikan guludan,

f. A las plastik/terpal digunakan sebagai alas untuk mencampur pupuk,

Baca:  Cara Menanam dan Budidaya Kubis Bunga Secara Lengkap

g. Sekop untuk mencampur dan memindahkan pupuk,

h. Pompa untu menarik air,

i. Drum dan selang,

j. E mber digunakan untuk mengangkut air dan juga pupuk selama enaburan.

Penyiangan dan sanitasi adalah melakukan pemeliharaan dan membersihkan guludan dari gulma, tanaman pengganggu lainnya, dan tanaman yang sakit.

Tujuannya adalah menjaga kebersihan kebun dan kesehatan tanaman dengan menggunakan cangkul/kored. Pada periode ini juga masih memungkinkan untuk dilakukan penyulaman, yakni menanam kembali pada bagian cabai merah yang mati atau tidak tumbuh dengan baik.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) adalah tindakan untuk menekan serangan OPT guna mempertahankan produksi dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Tujuannya adalah agar OPT terkendali tanpa merusak lingkungan.

Kegiatan ini adalah yang paling kritis dalam kaitannya dengan keberhasilan produksi cabai merah. Dalam kondisi tertentu, misalnya saat intensitas curah hujan sangat tinggi, maka pengendalian OPT ini
juga harus lebih sering dilakukan karena OPT akan sangat cepat berkembang.

Peralatan yang biasa digunakan pada aktivitas ini adalah Knapsack Sprayer, sebagai alat untuk mengaplikasikan pestisida, ember, drum, alat pengaduk untuk mencampur pestisida dengan air, takaran (skala cc, ml, liter dan gram) untuk menakar pestisida dengan air, alat/sarana pelindung (sarung tangan,
masker, topi, sepatu boot, baju lengan panjang) untuk melindungi bagian tubuh dari cemaran bahan kimia.

Budidaya Cabai Merah: Pemanenan

Panen adalah proses pemetikan cabai merah yang sudah menunjukkan ciri (sifat khusus) untuk dipetik. Penentuan saat panen yang tepat menjadi sangat penting karena berkaitan dengan produktivitas dan tujuan penggunaan cabai merah.

Alat yang digunakan untuk aktivitas ini, yaitu:
a. Keranjang/krat/karung/warring/pengki/ember untuk meletakkan dan mengangkut cabai yang telah dipanen,

b. Pikulan sebagai alat angkut dari kebun ke tempat pengumpulan cabai,

c. Timbangan untuk menimbang hasil panen.

Budidaya Cabai Merah: Pasca Panen

Kegiatan pasca panen untuk budidaya cabai yang melakukan kontrak dengan industri dilakukan oleh pengumpul, diantaranya Koperasi Jasa Agribisnis (Koja). Pihak KOJA inilah yang akan melakukan proses sortasi dan grading. Beberapa peralatan yang digunakan dalam pasca panen, yaitu: timbangan untuk menimbang cabai merah yang akan dikemas dan krat/kontainer plastik digunakan sebagai wadah kemasan

Kata Pencarian:

bahan ukm penanaman cabe (2),Fasilitas peralatan produksi budidaya cabai (2),jenis cabai potensi tinggi (2),arah guludan cabai (1),potensi budidaya cabe (1),potensi benih cabe merah amanah (1),peralatan tani cabai (1),peralatan menanam cabe merah (1),karakteristik cabai imperial (1),jenis cabe dan potensi (1),jarak tanam cabai rawit do gresik (1),cabai imperial (1),potensi cabai merah (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *